Home Internasional Sangat Rahasia! Mengintip Sepak Terjang CIA di Dunia

Sangat Rahasia! Mengintip Sepak Terjang CIA di Dunia

TELENEWS.ID – Amerika Serikat saat ini masih diakui sebagai salah satu Negara adidaya, di mana hampir semua kejadian yang ada di dunia memiliki pengaruh besar dari Negara tersebut. Oleh karenanya, Amerika Serikat memiliki kekuatan intelijen yang sangat kuat dan juga disegani, yaitu Central Intelligence Agency atau CIA.

Sebagai organisasi intelijen, tentu saja CIA memiliki tugas untuk mengumpulkan berbagai macam informasi dari pemerintah asing, kemudian juga beberapa perusahaan dan juga individu. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga stabilitas dari keamanan Amerika Serikat itu sendiri. Tentu saja, mayoritas operasi yang dilakukan oleh CIA adalah operasi senyap.

Dalam sistem pemerintahan di Amerika Serikat, CIA sendiri berada di bawah Direktorat Intelijen Nasional yang bergerak sebagai lembaga eksekutif yang memiliki markas di Langley, Virginia. Karyawan CIA tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk para sleeper agent mereka yang ada di Negara-negara asing.

Officer of Strategic Services: Cikal Bakal CIA

Kiprah CIA sebenarnya sudah dimulai ketika Perang Dunia ke 2 berkecamuk tahun 1939-1945, saat itu dinas intelijen masih ada di dalam angkatan bersenjata. OSS sendiri dibubarkan dua bulan setelah Perang Dunia ke 2 usai yakni pada bulan Oktober tahun 1945. Saat itu Presiden Truman mengesahkan National Security Act of 1947.

Pengesahan ini adalah rekomendasi dari Wiliam J. Donovan, sang pendiri dari OSS yang meminta Presiden Franklin Delano Roosevelt untuk membuat sebuah organisasi keamanan yang langsung diawasi oleh Presiden itu sendiri. Tugasnya adalah mengumpulkan informasi intelijen secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi namun tidak memiliki fungsi penegakan hukum.

Setelah OSS dibubarkan, maka reorganisasi secara menyeluruh langsung dilakukan, dan hasilnya dibentuklah fungsi dari OSS yang terdiri dari 3 unit. Strategic Services Unit atau SSU yang bertugas mengumpulkan informasi intelijen, kemudian Interim Research and Intelligence Service (IRIS) yang bertugas melakukan analisis intelijen, dan terakhir adalah Psychological Warfare Division yang merupakan staf dari operasioal grup.

Istilah CIA atau Central Intelligence Agency muncul dalam sebuah proposal dari Komando Angkatan Darat dan Angkatan Laut Amerika Serikat kepada Komite Militer Senat Amerika Serikat. Proposal tersebut ditentang oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dan juga FBI, meski akhirnya diubah namanya oleh Presiden Truman menjadi CIG atau Central Intelligence Group yang kemudian disahkan menjadi CIA.

Perang Dingin Ajang Unjuk Gigi CIA di Mata Dunia

Setelah Perang Dunia ke 2 usai, dunia terbagi menjadi 2 kubu yakni Blok Barat dan juga Blok Timur. Hal ini bermula ketika tentara sekutu berhasil mengalahkan Nazi Jerman dalam Perang Dunia ke 2 di mana Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi Negara yang paling mendominasi. Tak ayal, kedua Negara tersebut berusaha untuk mendapatkan dukungan dari Negara lain dalam menguasai peradaban dunia.

Perseteruan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat itu juga ikut mempengaruhi kiprah CIA dalam menjalankan tugasnya. Pada masa-masa tersebut, masing-masing kubu saling menunjukkan kekuatannya dalam berbagai macam bidang, tidak terkecuali dalam dunia intelijen itu sendiri. Amerika bersama CIA dan Uni Soviet dengan KGBnya berusaha untuk mempengaruhi negara-negara lain melalui kekuatan intelijen mereka.

Semasa Perang Dingin, CIA tampil sebagai organisasi intelijen yang baru lahir, namun mereka memiliki banyak hal yang bisa membuat banyak orang terkejut. Operasi rahasia untuk menjatuhkan rezim atau pemerintahan kepada Negara yang berkiblat kepada Blok Timur pun sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.

Rizal Darma Putra, pengamat intelijen Indonesia seperti yang dikutip oleh medcom.id pernah memberikan fakta mengenai CIA ketika menjalankan operasinya semasa perang dingin tersebut.

“Bila ada suatu negara yang condong ke barat, maka Uni Soviet akan mencoba untuk mensubversi, menyokong gerakan-gerakan kiri yang melakukan pemberontakan. Sebaliknya, suatu negara berafiliasi dengan Blok Timur, AS melalui CIA dengan sekutunya akan mensubversi, biasanya menggunakan militer. Itu terjadi selama perang dingin, tak bisa dihindari. Ini suatu konsekuensi, terutama di negara-negara dunia ketiga di Asia, Afrika, kawasan Maghribi, Amerika Selatan, itu silih berganti,”

Apakah CIA Melengserkan Presiden Soekarno?

Presiden Soekarno adalah salah satu tokoh yang ditakuti oleh CIA, di mana dirinya merupakan sosok pemimpin yang berusaha meyakinkan Negara-negara di Asia dan Afrika untuk tidak memihak kepada salah satu blok. Puncaknya, Presiden Soekarno menggelar Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang membuat Amerika Serikat gusar.

Amerika Serikat berusaha untuk menyembunyikan kegusarannya tersebut dengan mengatakan bahwa Politiknya bersifat global. Dengan kata lain, mereka hanya memberi 2 pilihan yakni bersekutu dengan Amerika Serikat atau menjadi musuh Amerika Serikat. Namun, kegusaran Amerika Serikat terhadap Presiden Soekarno tersebut sebenarnya dipengaruhi oleh haluan politik Soekarno yang saat itu lebih condong ke arah timur.

Amerika Serikat tidak mau tinggal diam dengan kondisi tersebut, sehingga beberapa operasi dilakuakn untuk mencegah Soekarno untuk condong ke Timur. Bahkan mereka menargetkan Soekarno lengser dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia saat itu. CIA pun mulai menyusun rencana untuk bisa menggulingkan Presiden Soekarno.

Ada alasan mengapa saat itu Amerika Serikat menginginkan Indonesia untuk berada di bawah pengaruhnya. Dalam buku The Incubus of Intervention: Conlicting Indonesian Strategies of John. F. Kennedy and Allen Dulles, sang penulis Greg Poulgrain memberikan pendapatnya mengenai sepak terjang CIA dalam menjatuhkan Presiden Soekarno.

Dia mengatakan bahwa Allen Dulles, Direktur CIA saat itu ingin menguasai Sumber Daya Alam yang ada di Irian Jaya (Papua) saat itu. Terlebih, saat itu Soekarno berhasil mengusir salah satu sekutu mereka yakni Belanda dalam Operasi Pembebasan Irian Barat. Soekarno nampaknya sudah tahu bahwa di Papua sana ada potensi Sumber Daya Alam yang tidak ingin jatuh kepada Pihak Barat.

Akan tetapi, pendapat tersebut dibantahkan oleh berbagai pihak karena Allen Dulles sudah tidak menjabat sebagai Direktur CIA ketika John F. Kennedy tewas dan Soekarno lengser. Sehingga keterlibatan CIA dalam menggulingkan Soekarno sebenarnya masih menjadi misteri hingga saat ini. Akan tetapi, upaya untuk menggulingkan Soekarno pada masa itu memanglah ada.

Baca juga :  AS hentikan sementara layanan Visa seluruh Dunia

Diwarnai Berbagai Skandal yang Memalukan

Sebagai salah satu institusi yang disegani di dunia, ternyata CIA juga tidak luput dari yang namanya skandal. Tidak sedikti operasi mereka yang berakhir dengan kegagalan, padahal sudah direncanakan dengan matang. Yang lebih memalukannya lagi, operasi mereka diketahui oleh publik yang seolah menampar muka CIA lewat operasi mereka.

Invasi Teluk Babi, Direncanakan 2 Tahun Digagalkan 3 Hari

Invasi Teluk Babi pada 17 April 1961, misalnya salah satu operasi CIA untuk menggulingkan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Saat itu CIA merekrut sekitar 1400 pasukan yang mereka beri nama Brigade 2506 untuk menyusup ke Teluk Babi, Kuba. Tugas mereka adalah melakukan propaganda terhadap rakyat di sana untuk melakukan pemberontakan untuk menggulingkan Fidel Castro.

Awalnya, rencana tersebut dibuat dengan matang, namun harus berakhir dengan kegagalan hanya karena masalah sepele. Korsleting lampu menjadi penyebabnya, sehingga infiltrasi Brigade 2506 ke Teluk Babi tersebut bisa dilihat oleh musuh. Selain itu juga berupa kapal yang karam dan jam mundurnya waktu pendaratan menjadi penyebab operasi ini berantakan.

Baca juga :  AS hentikan sementara layanan Visa seluruh Dunia

Para penyusup yang terlihat itu akhirnya terlibat baku tembak di Teluk Babi dengan militer Kuba. Fidel Castro kemudian mengerahkan 20.000 pasukannya ke Teluk Babi untuk melawan Brigade 2506. Pertempuran itu berlangsung selama 3 hari dengan hasil kemenangan dari pihak Kuba. Sebanyak 1200 pasukan Brigade 2506 menyerahkan diri.

Operasi ini sudah direncanakan 2 tahun sebelumnya di mana Presiden Dwight Eissenhower sangat yakin akan keberhasilan misi ini. Sebelumnya, CIA berhasil menggulingkan pemerintahan di Guatemala dan juga Iran. Atas rekam jejak tersebut, Eissenhower kemudian menyetujui rencana tersebut. Namun, baru terlaksana setelah Presiden John. F. Kennedy menjabat.

Banyak yang menyalahkan Kennedy dalam kegagalan ini karena tidak mengirimkan bantuan saat Brigade 2506 terdesak. Kennedy melakukan cuci tangan dan ingin membuat opini seolah-olah Amerika Serikat tidak terlibat dalam invasi tersebut. Setelah kejadian itu, CIA menjadi bulan-bulanan banyak pihak dan membuat Uni Soviet tertawa.

Operasi Merlin Kegagalan yang Memicu Invasi Irak

Pada masa pemerintahan Bill Clinton, Amerika serikat memiliki sebuah rencana terhadap Iran yang saat itu ingin mengembangkan nuklir. Oleh karenanya, CIA menggelar sebuah operasi yang dinamakan Operasi Merlin yang dilakukan pada tahun 2000. Skenario dalam operasi ini sangatlah menarik, seperti halnya film-film Hollywood mengenai spionase.

CIA berencana mengirim seorang ahli senjata nuklir ke Iran yang membawa blueprint yang palsu yang nantinya akan diserahkan ke pihak Iran. Mereka tidak ingin mengorbankan rakyatnya sendiri, sehingga direkrutlah salah satu ahli nuklir asal Rusia yang membelot ke Amerika Serikat sebagai orang terdepan dalam operasi ini. Dalam skenarionya, si Agen tersebut meyakinkan pihak Iran untuk bisa mulai mengembangkan bom nuklir.

Namun, namanya juga manusia, pasti ada masanya mengalami kecerobohan. Si Orang Rusia tersebut diberi arahan oleh pejabat Senior CIA mengenai detail operasi yang akan dia jalankan. Akan tetapi, si Rusia ini adalah ilmuwan yang memiliki pengetahuan dalam bidang nuklir yang melihat ada kesalahan dalam blueprint palsu yang diberikan oleh CIA.

Pejabat CIA yang diberikan informasi oleh ilmuwan Rusia ini dengan bodohnya menjawab bahwa itu bukanlah sebuah hal yang penting. Ilmuwan Rusia ini kemudian diberi amplop berisi blueprint palsu dan diminta untuk tidak dibuka. Tugasnya adalah memberikan amplop tersebut kepada pihak Iran di Austria dan keluar hidup-hidup.

Akan tetapi, sesampainya di Austria, ilmuwan ini membuka amplop tersebut dan menuliskan pesan di dalamnya untuk berhati-hati karena dari blueprint ini ada kekurangan dalam rancangannya. Dia juga menulis bahwa siap membantu pihak Iran untuk menemukan kesalahan dalam blueprint palsu tersebut.

Pihak Iran yang menerima informasi tersebut akhirnya bisa melakukan program nuklir mereka dengan cepat karena mendapatkan bantuan dari beberapa pihak dalam menemukan cacatnya dalam blueprint tersebut. Operasi Merlin yang gagal tersebut harus dibayar mahal dengan invasi Amerika Serikat ke Irak yang menuduh di sana ada senjata pemusnah massal. Ada yang mengatakan bahwa invasi Irak itu adalah kompensasi atas kegagalan Operasi Merlin tahun 2000.

Divisi Aktivitas Khusus

CIA memiliki beberapa unit khusus untuk menjalankan misi mereka dalam sebuah operasi yang mereka beri nama “kegiatan khusus”. Mereka menamakan divisi ini dengan Special Activities Division atau disingkat SAD. Dalam SAD ini terdapat 2 tim yaitu SOG atau Special Operations Group yang bertugas menjalankan operasi taktis dan juga PAG atau Political Action Group yang bertugas menjalankan tindakan politik terselubung.

Orang-orang yang mengisi posisi sebagai SAD ini adalah mereka yang memiliki latar belakang militer yang kebanyakan berasal dari Delta Force dan SEAL Team 6. Ke dua tim elit tersebut merupakan time lit yang menjalankan operasi intelijen di Angkatan Darat dan Angkatan Laut Amerika Serikat. Sudah pasti, kemampuan militer dan juga intelijen mereka berada di atas rata-rata agen CIA lapangan lainnya.

Selain dituntut untuk mengumpulkan informasi, mereka juga harus memiliki kemampuan tempur terbuka. Oleh karenanya, personil dari SAD ini direkrut dari tim elit Dekta Force dari Angkatan Darat dan juga SEAL Team 6 dari Angkatan Laut. Mereka juga tidak diberi seragam khusus seperti pasukan khusus angkatan bersenjata lainnya.

Unit ke dua yang berada di bawah SAD ini adalah PAG atau Political Action Group. Untuk tim ini lebih cenderung ke operasi bersifat nontaktis seperti misalnya untuk propaganda, perekonomian, dan juga lebih banyak terlibat dalam kegiatan politik. Tim ini memiliki tanggung jawab untuk menstabilkaan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Semua personil dari unit SAD ini serba rahasia, bahkan jumlah mereka pun tidak diinformasikan secara pasti oleh CIA itu sendiri. Selain itu juga teknis perekrutan dalam SAD ini sangat tertutup sehingga bisa dikatakan unit ini adalah unit siluman dari CIA itu sendiri, yang bahkan sesama agen tidak mengetahui identitasnya satu sama lain kecuali jika terlibat dalam sebuah operasi. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Dihadiri Penggemar, Final Liga Champions UEFA Resmi Pindah ke Portugal

TELENEWS.ID - Final Liga Champions UEFA untuk musim 2020-21 antara Manchester City dan Chelsea, yang dijadwalkan pada 29 Mei di Istanbul (Turki),...

Pantai Perasi, Pesisir Timur Bali dengan ‘Pasir Perawan’ Nan Eksotis

TELENEWS.ID - Jika anda menginginkan destinasi pantai di Bali yang masih relatif baru dan jarang tersentuh, Pantai Perasi bisa jadi alternatif yang...

Van Dijk Pastikan Diri Absen Di EURO 2020

TELENEWS.ID - Punggawa andalan Liverpool, Virgil Van Dijk, akhirnya resmi memutuskan untuk absen membela Belanda di ajang EURO 2020 mendatang. Bek sentral...

Terungkap! Jeff Bezos Sempat Iri Pada Elon Musk

TELENEWS.ID - Kendati telah memegang predikat sebagai orang terkaya di dunia saat ini, Jeff Bezos rupanya pernah kuatir dengan perkembangan perusahaan SpaceX...