Home Nasional Hukum Jejak Kejahatan Indominco di Kaltim, Korporasi Gagal Merawat Lingkungan

Jejak Kejahatan Indominco di Kaltim, Korporasi Gagal Merawat Lingkungan

TELENEWS.ID – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur bersama Koalisi #BersihkanIndonesia Meluncurkan Laporan ke Publik, dengan judul “Membunuh Sungai: Bagaimana Pertambangan Batubara Indominco Mandiri Meninggalkan Warisan Maut dan Meracuni Air Sungai Palakan-Santan di Kalimantan Timur”.

Dalam laporan tersebut, JATAM mengungkap dugaan pencemaran air berkali-kali lipat di atas standar, merangkum jumlah lubang bekas tambang yang ditinggalkan hingga institusi dan otoritas mana saja yang perlu dituntut tanggung jawabnya.

Diketahui bahwa PT Indominco Mandiri sejak 11 November 1998 merupakan Pemegang Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara atau PKP2B dengan luas wilayah konsesi seluas 24.121 ha. Dalam kontraknya, masa berlaku PT Indominco Mandiri berlaku sampai tahun 2028 di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Adapun saham sebesar 65,14 persen dikuasai oleh Banpu Mineral dan sisa saham sebanyak 3,53 persen dikuasai oleh perusahaan yang terafiliasi dengan Employees Provident Fund (EPF).

Diketahui EPF merupakan perusahaan dana pensiunan yang mengelola dana milik pekerja yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Sementara itu sisa saham sebanyak 1,16 persen saham dimiliki oleh Dewan Jaminan Sosial (DJS), Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT) yang terhubung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Indonesia.

Namun yang dikhawatirkan oleh aktivis lingkungan hidup, pada tahun 2028 dimana masa berlaku kontrak izin PKP2B PT IMM nantinya aka nada 53 lubang tambang seluas 2.823,73 ha yang setara dengan 32 kali lebih besar dari luas stadion dan gedung olahraga Palaran di Samarinda. Lahan rusak dan lubang tambang yang ditinggalkan ini bukan tidak mungkin akan mengancam ekosistem sekitar.

Berdasarkan dokumen lingkungan hidup dari korporasi tersebut, lubang tambang tersebut diduga tidak ditutup dan sengaja dibiarkan terbuka menganga begitu saja yang tersebar di blok barat dan blok timur milik perusahaan ini termasuk diantaranya ada lubang tambang yang berisi air beracun di Pit L11N1 seluas 53.05 ha. Lubang tersebut dalihnya tidak direklamasi maupun tidak dipulihkan karena hendak diwariskan sebagai sumber air baku bagi masyarakat Bontang.

Oleh karena itu, Tim Jatam (Jaringan Advokasi Tambang) Kaltim melakukan serangkaian pemeriksaan dengan pengambilan sampel dan uji kualitas air Sungai Palakan yang bermuara ke Sungai Santan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, Tim JATAM juga melakukan investigasi dokumen perusahaan dan dokumen lingkungan hidupnya. Total terdapat 15 settling pond atau kolam penampung limbah tambang batubara milik PT IMM. Total ada tiga settling pond tersebar di blok barat dan 12 settling pond di blok timur.

Baca juga :  Kabarhakam Polri Minta Semua Pihak Saling Mendukung Dalam Penanganan Covid-19

Ditemukan juga sebanyak 6 settling pond di blok timur yang mengalirkan air limbahnya ke Sungai Palakan lalu bermuara ke Sungai Santan. Tiga settling pond di blok barat mengalir ke Sungai Kare dan 2 settling pond yang mengalir ke Sungai Mayang. Seluruhnya juga mengalir ke Sungai Santan.

Temuan oleh Tim JATAM menunjukkan bahwa di beberapa titik pengambilan sampel, hasil uji menemukan rerata tingkat keasaman air atau pH yang sangat asam, air juga mengandung tingkat kandungan logam berat besi yang mencapai ambang baku mutu, begitu juga tingkat kandungan logam berat Mangan yang mencapai 4 kali lipat dari ambang batas normal.

Dari ketiga titik pengambilan sampel dan hasil uji kualitas air, merujuk pada parameter Peraturan Daerah Kalimantan Timur No. 02 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air dapat disimpulkan bahwa ada dugaan jika PT Indominco Mandiri (IMM) telah melanggar dua peraturan di atas.

Baca juga :  Usai diperiksa, Polri Pindahkan Terpidana Djoko Tjandra ke Rutan Salemba

“Kini PP ini direvisi oleh Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021, Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, tetapi tidak mengubah standar teknisnya, standar dalam PP No. 82 Tahun 2001 pun masih berlaku untuk dijadikan acuan. Oleh karena itu tim JATAM Kaltim menemukan bahwa PT IMM telah gagal dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan hidupnya.” Tulis JATAM dalam keterangan tertulis, Senin (7/6)

Tim JATAM Kaltim memaparkan bahwa jika mengacu pada dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan PT IMM terdapat beberapa instansi yang disebutkan dalam dokumen tersebut harus melakukan pertanggung jawaban atas pengawasan serta turut lalai dalam melakukan pengawasan terhadap tambang.

Oleh sebab itu, JATAM Kaltim mendesak agar beberapa pemegang saham publik diantaranya Employees Provident Fund (EPF) dan Dewan Jaminan Sosial (DJS) Ketenagakerjaan, Program Jaminan Hari Tua (JHT) yang terhubung dengan BPJS Indonesia untuk menyelamatkan reputasi mereka dengan melakukan evaluasi kebijakan keterlibatan sahamnya dengan PT IMM yang secara langsung berkontribusi terhadap hancurnya lingkungan hidup serta krisis iklim di Kalimantan Timur.

“JATAM Kaltim juga mendesak agar temuan hasil investigasi dalam laporan ini ditindaklanjuti oleh pemerintah sesuai kewenangannya, melakukan audit, evaluasi dan pemberian sanksi hingga penegakan hukum. Tak hanya itu, kami juga mendesak pemerintah pusat dan Provinsi Kalimantan Timur untuk tidak melanjutkan perpanjangan kontrak PT IMM pada tahun 2028,” pungkas JATAM. (Uswatun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ladies, Kenali 6 Tanda Cowok Parasit yang Perlu Diwaspadai

TELENEWS.ID - Hubungan mantan pasangan Laura Anna dan Gaga Muhammad kembali memanas. Laura yang merasa dirugikan baik secara fisik maupun finansial, akhirnya...

Mengenal Situationship yang Bisa Menjebakmu Dalam Hubungan Toxic Tanpa Status

TELENEWS.ID - Apakah kamu memiliki seorang teman yang memperlakukan kamu dengan mesra, dan memberikan perhatian lebih dari seorang teman? Akan tetapi sayangnya,...

Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

TELENEWS.ID - Praktis, stylish dan bisa dipadukan dengan jenis busana apa saja membuat celana jeans menjadi salah satu item fashion favorit kaum...

Manchester United Ditangan Ralf Rangnick, Apakah Mampu Bersaing?

TELENEWS.ID - Belakangan nama Ralf Rangnick mencuat di kancah dunia sepak bola untuk menjadi juru taktik klub Manchester United. Seperti diketahui bersama,...