Home Internasional Amerika Serikat Joe Biden Atasi Upaya Trump Menghentikan Pemilu

Joe Biden Atasi Upaya Trump Menghentikan Pemilu

TELENEWS.ID – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan pidatonya pada Senin (14/12) yang mengatakan bahwa “supremasi hukum, konstitusi kita, dan keinginan rakyat (telah) menang” melawan upaya Donald Trump yang ingin membatalkan hasil pemilihan.

Mengutip dari CNN International, pernyataan Biden disampaikan beberapa jam setelah Electoral College menyatakan kemenangannya atas Presiden Donald Trump secara resmi.

Diketahui, Electoral College memberikan 306 suara untuk Biden dan 232 untuk Trump, yang mana langkah tersebut semakin memperkuat kemenangan Biden. Suara Electoral College pun akan dikirim ke kongres untuk dihitung secara resmi bulan depan.

“Api demokrasi telah menyala di negara ini sejak lama. Dan kita tahu, tidak ada yang mampu memadamkan api itu, bahkan pandemi atau penyalahgunaan kekuasaan sekalipun,” ujar Biden.

Baca Juga : Joe Biden Sang Presiden

Dalam pidatonya Senin malam di Delaware, AS, Biden meluncurkan pembelaan langsung dan terperinci atas kemenangannya melawan Trump. Pembelaannya juga berisikan kecaman paling keras atas upaya Trump yang gagal untuk menjegal Biden menjadi presiden AS.

Biden menyebutkan secara rinci daftar kegagalan kampanye Trump dan sekutunya di pengadilan negara bagian dan federasi, dan badan legislatif negara bagian. Ia juga menilai bahwa segala bentuk upaya Trump dan sekutunya untuk menggulingkan legitimasi pemilihan sudah termasuk sangat ekstrim dan belum pernah terjadi sebelumnya.

“Untungnya, Mahkamah Agung dengan tegas segera dan sepenuhnya menolak upaya ini,” ujar Biden.

Meskipun beberapa anggota Parlemen dari Partai Republik menyatakan keberatan atas hasil perolehan suara di negara-negara bagian utama, yang mereka hanya bisa lakukan adalah menunda proses sesi gabungan kongres pada 6 Januari 2021 mendatang. Kemudian, Biden secara resmi akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2021.

Lanjut dalam pidatonya, Biden mengatakan sudah waktunya untuk memulai halaman baru, bersatu dan bersama-sama pulih kembali.

“Kita, rakyat, telah memilih. Keyakinan pada institusi tetap ada. Integritas pemilu kita juga tetap utuh. Jadi, sekarang saatnya untuk membalik halaman. Untuk bersatu, untuk pulih kembali.” Joe Biden menambahkan dalam pidatonya.

Trump dan sekutu Partai Republiknya, termasuk 17 jaksa agung negara bagian dan 126 anggota kongres, mengeluarkan tuntutan hukum untuk mengacaukan hasil pemilihan. Namun, upayanya ditolak mentah-mentah di pengadilan negara bagian dan federal. Biden melihat upaya Trump ini sebagai klaim tak mendasar yang menyerang legitimasi hasil suara.

Biden mengatakan, manuver hukum Trump dan sekutunya merupakan upaya kolektif pejabat terpilih dan satu kelompok negara bagian untuk memaksa Mahkamah Agung menghapus lebih dari 20 juta suara rakyat Amerika di negara bagian lain, untuk kemudian menyerahkan kursi kepresidenan kepada calon yang kalah menurut Electoral College. Padahal, Trump sudah kehilangan popularitas di setiap negara bagian di mana suaranya justru sangat diharapkan untuk mendukungnya

Upaya Trump juga dinilai tidak menghormati keinginan rakyat, menolak menghormati aturan hukum dan menolak untuk menghormati konstitusi. Biden lalu mengutuk serangan yang dilakukan oleh Trump dan pendukungnya atas upaya mereka untuk mengacaukan suara yang sudah sah baik di negara bagian maupun lokal.

Jumlah suara yang terkumpul dan mendukung dirinya, menurut Biden, telah memecahkan rekor pemungutan suara. Sang calon presiden mencatat ada lebih dari 81 juta suara yang memilih pasangan Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris. Suara yang ia peroleh unggul tujuh juta suara dari yang diterima Trump dan Wakil Presiden Mike Pence. 81 juta suara ini tercatat sebagai yang terbanyak dalam sejarah.

Biden juga mengatakan bahwa dirinya menang melalui perhitungan suara elektoral yang sama dengan yang dilalui Trump pada tahun 2016, sehingga pemilihan dan kemenangannya memang melalui proses yang sah.

Pemerintahan Biden yang akan datang tentunya akan dimulai dengan segudang tantangan yang sangat kompleks. Sang presiden terpilih akan memulai pekerjaannya di tengah dominasi pertempuran melawan pandemi virus corona, memperlambat penyebarannya, distribusi vaksin, hingga akhirnya, membangun kembali ekonomi yang sempat terhantam oleh pandemi.

“Kita berhadapan dengan tugas yang genting,” ujar Biden. “Kita harus mengontrol pandemi dan memastikan negara ini telah tervaksinasi, memberikan bantuan ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh rakyat Amerika, dan membangun kembali perekonomian kita untuk lebih baik dari yang sebelumnya.” Biden menambahkan. (Ajeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Cerita Korban Penyekapan Diduga Oleh Rentenir di Tangerang Diminta Layani Seks

TELENEWS.ID - Polres Metro Tangerang telah meminta keterangan terhadap Sulistyawati (45), korban dugaan penyekapan dan pengancaman gegara persoalan utang di kawasan Ciledug...

Viral Video Belatung di Alat Vital, Ternyata Hewan Kecil Ini Juga Bisa Hidup di Kelamin Manusia

TELENEWS.ID - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan tagar #belatung. Usut punya usut, tagar yang trending di Twitter dan TikTok ini membicarakan...

10 Jajanan Khas Jawa Timur Identik Dengan Rasa Gurih

TELENEWS.ID - Banyak konsep hidangan berupa jajanan khas memberi cita rasa menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Ketika Anda berlibur ke Jawa Timur terdapat...

10 Cara Mudah Pilih Camilan Sehat Untuk Travelling dan Sehari-hari

TELENEWS.ID - Berbicara tentang pemilihan camilan sehat untuk aktivitas travelling dan sehari-hari tentu saja membuka banyak daftar terbaik. Namun, tidak hanya fokus...