Home Nasional Kalau Benar Bangkit, Artinya Angkatan 1966 dan ABRI Gagal Berantas PKI?

Kalau Benar Bangkit, Artinya Angkatan 1966 dan ABRI Gagal Berantas PKI?

TELENEWS.ID – Pada 30 Maret 2022 lalu dalam rapat tim seleksi penerimaan calon prajurit TNI untuk tahun anggaran 2022 di Mabes TNI Cilangkap, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa terkesan mengizinkan keturunan PKI (Partai Komunis Indonesia) boleh daftar untuk calon prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia) untuk tahun anggaran 2022.

Dasar yang dijadikan pegangan kuat Panglima TNI adalah kepatuhan dan ketaatan dirinya terhadap undang-undang. Pasal 1 ayat (3) UUD 45 jelas mengamanatkan Negara Indonesia adalah negara hukum. Namun kemudian muncul beberapa spanduk yang menggambarkan Jenderal TNI Andika Perkasa pakai kaos merah yang ada gambar palu aritnya, dengan bunyi spanduk “Waspada Bangkitnya PKI Gaya Baru”. Sungguh bagi pemasangnya membuka front dengan institusi atau lembaga negara TNI, dimana Jenderal TNI Andika Perkasa sendiri adalah Panglima TNI.

Dari markas Yayasan Karya Enam-enam (Yake) di Jl. Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Balimester, Jatinegara, Jakarta Timur 13310, Komunitas Keluarga Besar Angkatan 1966 (KKB ’66) yang berkantor di Markas Yake kemudian Ketua Umumnya Binsar Effendi Hutabarat yang bersama Sekjen KKB ’66 Raden Mas Mustadjab Latif dan Wasekjen Teddy Syamsuri, menyampaikan keterangannya kepada pers, Rabu, 6/4/2022, terkait adanya spanduk provokatif yang memfitnah secara keji mantu mantan Kepala BIN (Badan Intelejen Negara) Letjend TNI Purn Hendro Priyono, yaitu Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

Hal ihwal KKB ’66 yang salah satu pelaku sejarah dan bersama ABRI (sekarang TNI) yang bermitra juang, karena pada 10 Januari 1966 saat apel besar di halaman FE UI Salemba dengan kehadiran Danjen RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Hasil seminar dua hari sebelumnya yang diadakan di FE UI yang berisi: 1). Bubarkan PKI; 2). Retool Kabinet Dwikora atau Kabinet 100 Menteri; dan 3). Turunkan Harga. Didapat saran dari Sarwo Edhie supaya judul tuntutan ada kata rakyat, agar ABRI yang lahir dari rakyat dapat berjuang bersama Angkatan 1966. Maka disepakatilah tiga tuntutan itu dengan judul Tiga Tuntutan Rakyat atau disebut “Tritura”.

Dalam perkembangannya dan fokus untuk memberantas PKI di berbagai daerah yang menjadi basis PKI, Angkatan 1966 terus bersama-sama berjuang dengan TNI bahkan berjuang digaris terdepan dengan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU terutama di daerah Jawa Tengah. Itu yang bisa dikatakan sebagai pelaku perjuangan, dan KKB ’66 sebagai Angkatan 1966. Dengan tegas Ketua Umum KKB ’66 Binsar Effendi Hutabarat, menyatakan bahwa PKI itu sudah tidak ada lagi.

Sebagai pelaku sejarah, KKB ’66 mencatat jika tuntutan pertama Tritura yaitu bubarkan PKI. Kata Binsar Effendi Hutabarat yang juga Ketua Dewan Penasehat dan Pengawas Mabes LMP (Laskar Merah Putih), secara de facto setelah adanya Supersemar. Pada 13 Maret 1966, PKI dibubarkan. Menyusul kemudian dikeluarkan Ketetapan (TAP) MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi PKI dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Paham atau Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Memasuki era reformasi dalam pemerintahan Presiden BJ Habibie terjadi perubahan KUHP yang dijadikan UU No. 27 Tahun 1999. Pasal 107a. dinyatakan barangsiapa yang melawan hukum dimuka umum dengan lisan, tulisan, dan atau melalui media apapun dan menyebarkan dan mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk, dipidana paling lama 12 tahun.

Dilanjutkan di Pasal 107e. disebutkan pidana paling lama 15 tahun dijatuhkan untuk mereka yang mendirikan organisasi yang diketahui atau diduga menganut ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudannya mereka yang mengadakan hubungan dengan atau memberikan bantuan kepada organisasi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang berasaskan Komunisme/Marxisme-Leninisme atau dalam segala bentuknya dengan maksud mengubah dasar negara atau menghilangkan pemerintah yang sah.

Baca juga :  PT Pan Brothers Optimis Raih Pertumbuhan Penjualan Sebesar 15 Persen tahun 2020

Namun dalam Amandemen UUD 45 (1999-2002) selain Pasal 1 ayat (3) menyatakan Indonesia adalah negara hukum. Pasal 27 UUD 45 mengamanatkan jika segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan.

Menyusul Pasal 28I ayat (2) aquo yang menegaskan bahwa setiap orang bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif. Secara hierarki konstitusi negara berada diatas undang-undang, sehingga menjadi benar dan adil jika langkah Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengizinkan keturunan PKI boleh daftar untuk calon prajurit TNI yang tentunya harus melalui tahap demi tahap yang selektif sesuai dengan SOP-nya.

Menurut Ketua Umum KKB ’66 Binsar Effendi Hutabarat jika dikemudian muncul beberapa spanduk provokatif dan fitnah oleh oknum pemasangnya yang arahnya sudah jelas ketarget Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. Sebagai mitra juang dengan TNI yang terdahulu masih disebut ABRI, menjadi geram dengan munculnya kelakuan oknum yang menyuarakan kembali kebangkitan PKI, yang mereka sebut sebagai PKI gaya baru.

Baca juga :  Hilang Di Perairan Bali, Berikut Sejumlah Fakta KRI Nanggala-402

Binsar Effendi Hutabarat sampaikan kebenaran sejarah, jika mertua Jenderal TNI Andika Perkasa yaitu Hendro Priyono itu adalah sesama Angkatan 1966 yang sama-sama berjuang menumpas PKI. Apakah mereka adalah pelaku sejarah yang begitu mudah menyatakan bahwa kebangkitan PKI dengan bentuk PKI gaya baru benar adanya?

Jangan jangan, menurut hemat Ketua Umum KKB ’66 Binsar Effendi Hutabarat, mereka terkesan seperti punya desain politik yang niatnya ingin membenturkan TNI dengan rakyat. Sehingga perlu diusut tuntas oleh aparat kepolisian yang berwenang untuk mengusutnya, sebab kemunculan beberapa spanduk itu sangatlah mengancam kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang beradab.

Sebaliknya jika benar ada kebangkitan PKI dengan bentuk PKI gaya baru, ujar Ketua Umum KKB ’66 Binsar Effendi Hutabarat, berarti Angkatan 1966, TNI bahkan Banser NU bisa dikatakan gagal dalam menumpas PKI? “Dan kita di KKB ’66 minta untuk mereka buktikan, biar kita KKB ’66 yang paling depan menghadapi PKI gaya baru itu”, katanya tandas.

Kita di KKB ’66 memandang perlu memberitahukan, bahwa Markas Yake yang punya sekolah tingkat SMU itu tahun 1966 adalah hasil rampasan eksponen KAPPI Radja (Rajon Djatinegara) dari Gedung Baperki yang onderbowednya PKI.

Sampai saat ini anak didik tetap jalan, bahkan akreditasi B untuk SMU Yake bisa dicapai. Menurut Ketua Umum KKB ’66 Binsar Effendi Hutabarat, diandaikan PKI bangkit dengan bentuk PKI gaya baru sekalipun, tak pernah ada orang atau sekelompok orang yang menyantroni ke Markas Yake untuk mengambil alih gedung eks Baperki itu.

“Untuk itu, sebaiknya yang bukan pelaku sejarah janganlah menghembuskan aroma provokatif. PKI sudah tidak ada, secara yuridis formil sudah dibubarkan dan tidak bisa hidup lagi di Indonesia. Biarkan generasi penerus kita, jangan ada lagi dihantui oleh isu-isu PKI yang absurd. Dan berikan kepada generasi penerus keleluasaan adaptasinya sesuai kehendak jaman, dengan kreativitas dan inovasi yang visionernya untuk Indonesia Maju dan tetap berideologi Pancasila”, tutur Ketua Umum KKB ’66 Binsar Effendi Hutabarat dalam menyudahi keterangannya kepada pers. (Bevin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Thomas Cup 2022 Usai, Ternyata Ada Skor Tertukar Sampai Pamitnya Mohammad Ahsan

TELENEWS.ID – Thomas Cup 2022 telah usai, secara mengejutkan Tim Thomas Cup India dan Tim Uber Cup Korea Selatan berhasil keluar sebagai...

Tips Makeup Simpel untuk Datang ke Kondangan Pernikahan

TELENEWS.ID - Datang ke kondangan pernikahan menjadi hal yang cukup tricky untuk kaum Hawa. Selain harus memilih busana apa yang tepat untuk...

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...