Home Gaya hidup Kesehatan Kalau Kamu Mengalami 7 Hal Ini, Tandanya Kamu Tak Boleh Minum Kopi...

Kalau Kamu Mengalami 7 Hal Ini, Tandanya Kamu Tak Boleh Minum Kopi Lagi!

TELENEWS.ID – Jika diminum dalam jumlah moderat dan tidak menambahkan banyak pemanis, maka kopi akan memberikan banyak manfaat bagi mereka yang mengkonsumsinya. Namun kopi sendiri juga memiliki efek buruk, bagi mereka yang mengkonsumsinya secara berlebihan.

Jadi berapa banyak kopi yang terlalu banyak? “Toleransi kafein setiap orang berbeda, jadi saya akan merekomendasikan untuk memantau gejala individu yang terkait dengan asupan kopi,” kata Annamaria Louloudis, MS, RDN, pendiri Louloudi Nutrition.

Berdasarkan fakta bahwa mungkin ada beberapa bahaya minum kopi terlalu banyak, apa tanda utama seseorang harus berhenti minum kopi?

  1. Kamu menderita darah tinggi
    Sandy Younan Brikho, MDA, RDN, memperingatkan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, untuk berhenti minum kopi secepatnya, karena kafein dalam kopi menyebabkan peningkatan tekanan darah. “Penelitian lain menemukan bahwa asupan kopi yang tinggi di antara orang-orang yang memetabolisme kopi secara perlahan menyebabkan peningkatan tekanan darah,” ujarnya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui berapa banyak kopi yang bisa kamu konsumsi. Tetapi jika kamu memang menderita tekanan darah tinggi, mungkin sudah waktunya untuk menghentikan kebiasaan minum kopi untuk selamanya.
  2. Kamu mengalami kenaikan asam lambung
    Sudah sejak lama kafein dalam kopi dikaitkan dengan GERD atau asam lambung. Dokter Louloudis membenarkan bahwa kafein dalam kopi, bisa memicu naiknya asam lambung penderita GERD. “Kafein dapat memicu gejala refluks asam karena bekerja untuk mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, menyebabkan refluks asam lambung ke kerongkongan. Asupan kopi, teh, dan soda atau semua minuman berkafein, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gejala refluks gastroesofagus” ujar Louloudis.
  3. Kamu jadi sulit tidur
    Kafein memang dikaitkan dengan kondisi yang membuat orang terjaga lebih lama. Karena kandungan kafeinnya yang tinggi, konsumsi kopi enam jam, atau kurang sebelum tidur, dikaitkan dengan efek mengganggu waktu tidur dan peningkatan insomnia. Dokter menyarankan untuk tak lagi mengkonsumsi kopi, jika kamu sering mengalami insomnia dan sulit tidur hampir setiap malamnya.
  4. Kamu mengalami gangguan kecemasan
    Selain sulit tidur dan insomnia, efek buruk dari kafein yang membuatmu harus segera berhenti mengkonsumsi kopi adalah karena zat ini bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan. “Karena kandungan kafeinnya yang tinggi, minum terlalu banyak kopi dapat menyebabkan peningkatan gejala kecemasan termasuk diantaranya jantung berdebar, gemetar, sakit kepala, dan insomnia. Orang yang menderita gangguan kecemasan sangat sensitif terhadap efek negatif kafein ini,” kata Louloudis.
  5. Kamu gelisah saat tak minum kopi
    Efek kecanduan kopi, di mana kamu merasa gelisah, was-was dan emosional saat tak minum kopi juga menjadi tanda lain kamu harus berhenti mengkonsumsi minuman ini. Gejala lain kamu sudah kecanduan kopi termasuk sakit kepala, penurunan energi, penurunan kewaspadaan, suasana hati yang tertekan, atau bahkan gejala seperti flu. Gejala-gejala ini dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari, sehingga sulit berkonsentrasi di tempat kerja atau menjalani tugas sehari-hari.
  6. Kamu jadi gendut
    Mengapa ini bisa terjadi? Begini penjelasannya: “Minum kopi menyebabkan rasa kenyang. Seringkali perasaan kenyang ini membuat seseorang melewatkan makan,” jelas Younan Brikho. “Begitu perasaan kenyang ini hilang, perut akan terasa kosong dan membuat orang merasa kelaparan. Hal ini menyebabkan banyak orang makan berlebihan secara tak sadar karena mereka sangat lapar” tambahnya lagi.
  7. Kamu terlambat datang bulan
    Bagi wanita jika kamu sering mengalami terlambat bulan, inilah tandanya kamu sebaiknya tak mengkonsumsi kopi lagi. “Tanda kamu minum kopi terlalu banyak adalah ketidakteraturan menstruasi, khususnya tidak mengalami siklus bulanan secara normal,” kata Abby Vichill, MS, RDN, LD, ahli diet kinerja untuk FWDfuel Sports Nutrition. Ini karena banyak wanita yang menjadikan kopi sebagai pencahar untuk penurunan berat badan instan. Hal ini memicu kenaikan hormon stress atau kortisol dalam tubuh. “Ketika tubuh merasakan tingkat kortisol yang begitu tinggi, otak akan memberi sinyal bahwa tubuh dalam keadaan berbahaya dan akan mematikan reproduksi dalam upaya untuk tidak menempatkan janin yang sedang tumbuh di lingkungan yang stres,” katanya. (Yuyun Amalia)
Baca juga :  Dialami Jimin BTS, 6 Hal yang Harus Dilakukan Usai Menjalani Operasi Usus Buntu
Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...