Home Daerah Kampung Cinta, Lokasi Kawin Kontrak Pilihan Pejabat Murah dan Mudah

Kampung Cinta, Lokasi Kawin Kontrak Pilihan Pejabat Murah dan Mudah

TELENEWS.ID – Kawasan Puncak, dikenal sebagai salah satu kawasan yang menjadi destinasi wisata bagi mereka yang menginginkan suasana segar. Kawasan ini menjadi jalur De Grote Postweg atau Jalan Raya Pos yang dibangun pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels yang menghubungkan Bogor dengan Bandung. Sebelum dibangunnya tol Cipularang, kawasan Puncak menjadi jalur mudik lebaran yang sering menjadi biang kemacetan.

Dibalik keindahan dan juga panorama alamnya yang memikat ini, kawasan ini juga sudah identik dengan lokasi Kawin Kontrak. Berbicara mengenai Kawin Kontrak, sebenarnya bukan hanya di Puncak saja, namun masih banyak kawasan lain yang juga menjadi praktik prostitusi berkedok pernikahan sah ini.

Jika di kawasan Puncak, Bogor lokasi kawin kontrak diisi dengan para imigran dari Timur Tengah, maka di Subang, Jawa Barat lokasi kawin kontrak ini memiliki pemandangan yang berbeda. Bahkan, kawasan ini memiliki nama Kampung Cinta, yang menjadi lokasi tujuan para pria iseng yang penasaran dengan gadis-gadis Pasundan. Jarak yang jauh dari Jakarta, tidak membuat kampung ini sepi dari mereka yang datang. Tidak salah, jika kampung ini menjadi tempat pos kedua bagi para pejabat baik itu kelas atas atau kelas bawah. Para gadis ini sudah biasa ditinggalkan kapan saja ketika “suami” mereka sudah mulai bosan dan ingin mencari wanita lain.

Pemukiman Kampung Cinta ini berada di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Seperti halnya rumah di pedesaan, yang bentuknya sederhana, namun terlihat berderet. Kehidupannya pun terlihat seperti pedesaan pada umumnya di mana penduduknya berada di depan teras rumah sambil melakukan kegiatan sehari-hari. Jika menempuh perjalanan dari jalur Pantura, maka akan membutuhkan waktu selama 30 menit untuk bisa sampai ke lokasi ini.

Namun, jika menempuh perjalanan dari Jakarta, jarak 130 kilometer harus ditempuh hingga menuju ke SMAN 2 Subang. Perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan jasa ojek yang siap mengantarkan hingga ke sebuah Dusun bernama Dusun Cimacan. Menyusuri jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer, siapapun yang ke sana akan disuguhkan dengan pemandangan khas pedesaan berupa hamparan sawah yang luas.

Kampung ini bukanlah kampung prostitusi, namun namanya sudah terlanjur beken menjadi lokasi incaran para pejabat yang mencari wanita untuk dipersunting. Rata-rata, usianya berada di 17 hingga 25 tahun, bahkan tidak sedikit juga yang masih duduk di bangku sekolah atas. Praktik prostitusi ini dilakukan secara terang-terangan oleh para pelakunya, dengan menggunakan alasan ekonomi sebagai pembelaan.

Dusun Cimacan in tidak berbeda jauh dengan dusun yang lainnya. Pepohonan yang masih rindang, ditambah dengan suasananya yang masih asri akan membuat siapa saja betah. Apalagi, dengan ditemani oleh Teteh-teteh cantik yang siap melayani siapa saja yang akan menggunakan jasanya. Sangat mudah untuk menemukan rumah yang bisa memberikan pelayanan ekstra tersebut. Jika di depannya ada beberapa mobil atau sepeda motor yang terparkir, maka di sana bisa mampir sejenak untuk sekedar “beristirahat”
“Mampir atuh, Kang. Kadieu… Nyaneutkeun awak sakedap…” (Mampir dulu, mas ke sini menghangatkan badan sejenak). Kira-kira seperti itulah sapaan yang dilontarkan oleh wanita yang ada di Dusun tersebut. Menghangatkan badan sejenak, sambil ditemani oleh wanita cantik dan juga secangkir kopi atau teh hangat, siapa yang tidak akan tergoda? Apalagi dengan suasana pedesaan yang dingin, pasti akan membuat kaki terasa kaku.

Baca juga :  Lama Mangkrak, Bima Arya Desak Jalur R3 Kembali Dilanjutkan

Dusun ini memang dikenal sebagai lokasi yang bisa memberikan jasa prostitusi sejak tahun 1980an. Pada tahun tersebut, hampir setiap rumah yang ada di sini memberikan jasa prostitusi dengan wanita cantiknya untuk melayani tamu yang datang ke sana. Sehingga tidak heran, jika di kampung ini siapa saja bisa mencari istri muda dengan cara yang gampang dan juga dengan harga yang relatif murah.

Mengapa dikatakan gampang? Karena di sini, tamu yang hadir bisa meminta bantuan jawara Kampung yang juga sebagai mucikari untuk minta dicarikan wanita sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan tamu. Biasanya, tamu yang berprofesi sebagai bos besar perusahaan atau dari kalangan pejabat akan datang setidaknya sebulan sekali untuk menemui istri mereka di kampung ini.

Baca juga :  Pintu Perlintasan Kereta Api Jl. MA Salmun Ditutup, Warga Kompak Menolak

Kemudian, jika dikatakan murah, di Dusun ini jika ngebet ingin menikahi gadis, uang sebesar Rp. 10 juta harus dikeluarkan untuk meminang gadis di sini untuk beberapa waktu. Tentu saja, harga yang ditawarkan ini masih jauh lebih murah jika harus memakai layanan PSK di kota besar dengan tarif sekitar Rp. 1 hingga 3 juta untuk sekali berkencan dengan durasi 1 jam saja.

Angka Rp. 10 juta itu bukanlah angka mutlak, justru calon suami yang datang ke sini akan ditanyakan terlebih dahulu, berapa kira-kira sanggupnya. Jika memang hanya sanggup memberikan Rp. 2 juta pun, apabila pihak wanita dan keluarganya setuju, maka pernikahan pun akan terjadi.

Setiap tamu yang datang, tidak perlu repot-repot mencari penginapan atau hotel untuk berkencan. Karena, rumah yang ditinggali oleh sang wanita tersebut juga berfungsi sebagai bilik cinta untuk menikmati sisi hangat dari dinginnya lokasi Dusun Cimacan tersebut.

Seolah seperti sebuah organisasi profesional, setiap pasangan yang menikah kontrak di sini juga harus membuat surat bermaterai di atas kertas. Tingkah laku sang wanita pun akan dipantau oleh mucikarinya, jika dia bermain-main (selingkuh) ketika suami sirinya tidak ada di kampung, maka sang suami berhak untuk menuntut kembali uang nikah dan juga uang hidup yang diberikan kepada istrinya tersebut.

Seiring dengan kemajuan teknologi, kini para pelaku prostitusi berkedok pernikahan sah tersebut semakin mudah untuk mencari pelanggan. Menggunakan media sosial, mereka bisa dengan mudah mendapatkan calon pelanggan hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk menjual jasa cinta satu malam, namun tidak sedikit juga yang mengikuti proses pernikahan dengan durasi waktu tertentu. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Deretan Destinasi Incaran Wisatawan Berkonsep Alam dan Budaya di Papua, Simak Daftarnya

TELENEWS.ID - Berbicara seputar deretan tempat wisata unggulan sekaligus menjadi incaran semua wisatawan lokal sampai mancanegara pastinya memberi penawaran menarik.

Dianggap Berjasa, Layakkah Brigadir Yoshua Diangkat Sebagai Pahlawan?

TELENEWS.ID - Pengacara Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Brigadir Josua sebagai pahlawan pada peringatan HUT...

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...