Home Hiburan Kasus Cultivisme yang Menghebohkan di Dunia (Part 2)

Kasus Cultivisme yang Menghebohkan di Dunia (Part 2)

TELENEWS.ID – Aum Shinrikyo merupakan sebuah cultivisme yang menghebohkan dunia berasal dari Jepang soal kiamat dan sangat mengerikan. Cultivisme ini berasal dari Shoko Asahara yang lahir pada 2 Maret 1995 di Jepang yang memiliki kekurangan dalam penglihatan yaitu infantile glaucoma yang membuat kekurangan cairan pada mata. Pada tahun 1977 Shoko lulus kuliah dan mulai mencari uang dengan menjual obat herbal namun melanggar undang-undang obat di Jepang.

Shoko akhirnya pergi ke India untuk belajar meditasi dan mulai mengumpulkan seluruh pengajaran yang bertentangan dengan pengajaran agama pada umumnya. Lalu dia mendirikan sekolah yoga yang dia namakan Aum Shinrikyo yang artinya kebenaran tertinggi dan disahkan oleh pemerintah Jepang yang tidak perlu membayar pajak serta memberikan imunitas terhadap seluruh hal negatife yang dilakukan di dalam Aum Shinrikyo.

Setelah menerima legalitas pemerintah, sekolah yoga ini akhirnya mendapat pengikut sangat banyak dan mengalami peningkatan aset yang sangat drastis hingga 1 miliar UD Dollar. Hasil ini didapat dari uang pendaftaran, penjualan buku, hingga investasi dari berbagai pihak yang juga mengagumi sekolah yoga ini. Pemimpin yang mengaku bisa terbang ini mengajarkan beberapa hal seperti kemurnian tertinggi manusia hanya Shoko yang bisa mencapainya. Kemurnian tertinggi juga hanya bisa dicapai melalui peperangan. Dia juga meramalkan peperangan dunia melalui beberapa sumber yang kontradiktif yang sebenarnya berubah-ubah. Keselamatan hanyalah dengan menjadi pengikut dia.

Aum Shinrikyo ini akan membunuh seluruh pengikutnya yang akan keluar bahkan tidak segan membunuh keluarganya. Hal ini akan dilakukan untuk menutupi aib yang selama ini diperbuat. Untuk membenarkan ajarannya soal perang, Shoko akhirnya membuat isu bahwa Amerika sudah memulai persiapan untuk menyerang dan menghancurkan Jepang, dengan rencana menggunakan nuklir serta gas beracun yang akhirnya meresahkan masyarakat Jepang. Namun hal ini malah membuat masyarakat melakukan protes terhadap ajaran Shoko.

Shoko akhirnya menyebarkan virus antraks dan menginfeksi masyarakat Jepang namun akhirnya bisa diatasi dengan baik. Selain itu Shoko juga melancarkan serangan terhadap beberapa orang yang diduga akan menyebarkan rencana besar Shoko yang akan mempercepat rencananya peperangan di dunia. Shoko dan timnya melakukan penyemprotan gas beracun yang menyebabkan 7 orang meninggal dan berakibat jangka panjang kepada beberapa orang. Adanya pembuatan serin gas atau gas beracun yang juga didirikan untuk mempercepat peperangan dunia dan kehancuran Jepang yang nantinya akan dituduhkan kepada Amerika. Puncaknya adalah aksi kejahatan mereka dengan melakukan penyebaran gas beracun di kereta bawah tanah yang menyebabkan beberapa orang meninggal, sisanya mengalami dampak jangka panjang.

Baca juga :  Demi Lovato Hampir Meregang Nyawa Karena Overdosis

Cultivisme yang berikutnya adalah Church of Googlelism pada tahun 2009. Googlelism ini tidak jelas siapa yang menginisiasinya dan memiliki sembilan hal yang menjadi landasan pengajaran bagi pengikutnya. Namun googlelism ini tidak memiliki tempat ibadah walaupun namanya church of googlelism. Kata “church” digunakan untuk menaungi para pengikutnya saja karena google identik dengan online maka para pengikutnya akan berkumpul secara online. Google dianggap sebagai Tuhan yang mengetahui segalanya yang ada di dunia.

Sembilan bukti tersebut antara lain google all knowing atau serba tahu. Google ada dimana-mana, karena google bisa ditemukan di mana pun selama mendapatkan akses internet. Poin ketiga adalah google adalah penjawab doa yang di mana manusia dapat menemukan apapun yang menjadi pertanyaan mereka, akan dijawab dan diberikan oleh Google secara cepat. Google adalah immortal atau tidak bisa mati, jika akses internet satu mati, maka dengan akses internet lain, google tetap bisa ditemukan. Google tidak ada batas dan selalu berkembang tanpa henti dengan cepat. Poin keenam adalah google mengingat segalanya karena seluruh informasi yang dimiliki seseorang atau jejak digital lama bisa diketahui kembali.

Baca juga :  Nicolas Cage Kawin Lagi, Beda Usia 31 Tahun

Poin ketujuh adalah google itu omnibenevolent yaitu sesuatu di dunia yang mencari keuntungan tanpa harus melakukan suatu keburukan. Bukti lainnya adalah merupakan pencarian tertinggi dibanding hal lain di seluruh dunia bahkan jika seluruh hal tersebut digabungkan tetap tidak bisa mengalahkan pencarian google. Hal terakhir adalah google adalah melimpah karena tidak memerlukan adanya kepercayaan untuk sebuah googlelism. Jika manusia dianggap tidak mengetahui adanya Tuhan dimana, namun google dianggap sebagai “Tuhan” yang dapat ditemui.

Seperti sebuah agama pada umumnya, Googlelism ini juga memiliki beberapa aturan dan larangan salah satunya adalah tidak boleh menggunakan media pencari selain google serta memiliki hari raya, yaitu hari apresiasi pada 14 September sesuai dengan dirilisnya Google pertama kali. Google juga mengharuskan pengikutnya berdoa sebelum menggunakan google. (Angela Limawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Waspada! Ada Aplikasi dan Web Ilegal MyPertamina, Jangan Asal Akses

TELENEWS.ID - Masyarakat perlu berhati-hati terhadap akses situs dan aplikasi MyPertamina yang dianggap ilegal. Sudah beredar situs dan aplikasi...

Hasil Kunjungan Jokowi ke Ukraina, Pembahasan Soal Perdamaian dan Kondisi Ukraina Saat Ini

TELENEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Negara Ukraina, Maryinsky, Kyiv pada Rabu (29/06/2022)...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 29 Juni 2022

TELENEWS.ID – Hari kedua babak 32 besar dalam turnamen Petronas Malaysia Open 2022 pada Rabu (29/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menghasilkan...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 28 Juni 2022

TELENEWS.ID – Turnamen tertinggi versi BWF, Petronas Malaysia Open 2022 telah digelar pada Selasa (28/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sayangnya,...