Home Internasional Asia Kelompok Anti-Junta Semakin Kuat Setelah Puluhan Anggota AU Myanmar Membelot

Kelompok Anti-Junta Semakin Kuat Setelah Puluhan Anggota AU Myanmar Membelot

TELENEWS.ID – Pemerintah tandingan atau Kelompok Anti-Junta militer kini semakin kuat, bukan hanya beranggotakan kelompok oposisi yang tidak setuju dengan pemerintahan militer, kini sejumlah anggota Angkatan Udara Myanmar memiliki untuk membelot.

Dilansir dari Myanmar Now, dilaporkan ada 80 anggota korps Angkatan Udara Myanmar memiliki untuk kabur dari kesatuan atau melakukan desersi. Bahkan langkah ini terbilang terstruktur, karena sudah diterbitkan sejumlah nama anggota korps yang melakukan desersi.

Hal ini bahkan berani dikatakan secara langsung oleh mantan anggota Angkatan Udara Myanmar, Aung Zay Ya, yang berani mengatakan dengan jelas banyak yang membelot dari Junta Militer.

“Mereka mencetak nama dan foto seluruh anggota yang membelot dan dipajang di markas” ujar Aung.

Aung sendiri merupakan sersan yang bertugas di Komando Wilayah Wangon, saat ini dinya dan beberapa pembelot lain yang melakukan desersi dan namanya telah dicetak di markas memilih untuk bersembunyi, pasalnya kini mereka tengah diburu.

Aung mengatakan, banyak orang militer yang tidak suka keterlibatan sikap militer dalam politik. Ini sudah menyalahi aturan.

Aung secara terang-terangan mengatakan jika dirinya sudah tidak suka dengan ide (kudeta junta militer). Ia lebih suka mengerjakan tugasnya, dirinya merasa tentara harus bekerja sesuai tugas tentara. Saat ini, tentara tidak bekerja sesuai tugasnya, dimana turut campur dalam pemerintahan dan politik, ini bukan jalan yang tepat untuk memperbaiki kondisi negara.

Pembelotan ini sudah berlangsung sejak Maret lalu, dimana bagi Anggota Angkatan Udara yang membelot tidak akan diberikan tugas yang sesuai. Inilah yang membuat Aung dan puluhan anggota Angkatan Udara lainnya memilih untuk desersi, Ia mengaku jengkel mendapatkan tugas menyapu hingga membuang sampah, padahal mereka merupakan lulusan Institut Teknik Pemerintahan dan masuk ke Angkatan Udara bukan untuk menjadi bagian itu.

Baca juga :  3 Sosok Wanita Pemberani dalam Kudeta Myanmar

Lain halnya dengan anggota Angkatan Udara Myanmar lain yang memiliki pangkat lebih rendah, bukan hanya mengeluhkan tugas tentara yang tidak sesuai, mereka juga mengalami penindasan. Ini dilakukan oleh atasannya sendiri yang memberikan perintah seenaknya hingga kondisi rumah barak yang tidak layak, pasalnya semua atap bolong dan tidak ada solusi dari atasan.

Kondisi ini akan membuat Junta Militer semakin rentan, pasalnya dari pihak internal sudah terjadi perpecahan. Sedangkan pemerintahan tandingan semakin kuat, pasalnya pihak oposisi bersatu dan memberikan upaya keselamatan pada tentara yang akan membelot.

Kudeta di Myanmar tidak kunjung membaik dari hari ke hari, bahkan kedatangan jenderal Myanmar ke KTT Asean di Jakarta tidak memberikan efek apapun. Sedangkan setiap harinya terus terjadi pemberontakan yang membuat pihak sipil menjadi korbannya, tercatat hingga kini telah lebih dari 774 warga sipil meninggal dunia dan lebih dari 3.778 orang ditahan oleh Junta Militer dengan dalih melakukan pemberontakan pada negara. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...