Home Pilihan Kementerian PUPR Sebut APBN Hanya Sanggup Biayai Program Infrastruktur 30 Persen

Kementerian PUPR Sebut APBN Hanya Sanggup Biayai Program Infrastruktur 30 Persen

 

TELENEWS.id, JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur di Anggaran Pendapatan  dan Belanja Negara (APBN) dalam lima tahun terakhir terus meningkat. Namun peningkatan ini tetap tidam bisa menutupi pendanaan seluruh program infrastruktur.

“Realisasi APBN selama lima tahun secara konstan terus mengalami peningkatan yang dikuti dengan peningkatan PDB (Produk Domestik Bruto). Kendati demikian secara  proposal alokasi APBN hanya mampu memenuhu sekitar 30 persen ,” kata Direkrur Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahaan Kementerian PUPR Eko Heripoerwanto di Jakarta  Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian  PUPR beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan, untuk menutup kekurangan dana 70 persennya, dibutuhkan pembiayaan alternatif dengan tidak membebani APBN.

“Untuk menutupi gap tereebut dibutuhkan pembiayaan altetnatif. Upaya yang sudah dilakukan adalah dengan skema kerja sama dengan badan usaha, serta skema kerja sama dengan badan usaha, serta skema menarik lainnya bagi investor,”  ujarnya.

Menurut dia, infrastruktur merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi karena menyediakan layanan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Selain itu, infrastruktur juga menopang peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi dan produktivitas tenaga kerja, serta akses kepada lapangan kerja.

Sebagai informasi, stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB masih jauh di bawah standar global. Berdasarkan data Bappenas tahun 2019, stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB meningkat dari 35 persen pada 2015 menjadi 43 persen di awal 2019. Meski naik, stok infrastruktur itu masih jauh dari target negara-negara di dunia yakni sebesar 70 persen. 

“Laporan World Economic Forum pada 2019, posisi daya saing infrastruktur Indonesia terhadap negara-negara di Asia berada pada peringkat 72 dari 140 negara dalam penilaian indeks daya saing infrastruktur. Dalam wilayah ASEAN dan China posisi indeks daya saing Indonesia berada di peringkat kelima setelah Singapura, Malaysia, China, dan Thailand,” katanya.

Baca juga :  Dinas Bina Marga DKI Akan Hentikan Proyek Sementara Bagi Pekerja Terindefikasi Covid-19
Baca juga :  Sekjen PAN Sebut Penanganan Pandemik Covid-19 dan Jaminan Sosial Harus Tepat Sasaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Waspada! Ada Aplikasi dan Web Ilegal MyPertamina, Jangan Asal Akses

TELENEWS.ID - Masyarakat perlu berhati-hati terhadap akses situs dan aplikasi MyPertamina yang dianggap ilegal. Sudah beredar situs dan aplikasi...

Hasil Kunjungan Jokowi ke Ukraina, Pembahasan Soal Perdamaian dan Kondisi Ukraina Saat Ini

TELENEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Negara Ukraina, Maryinsky, Kyiv pada Rabu (29/06/2022)...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 29 Juni 2022

TELENEWS.ID – Hari kedua babak 32 besar dalam turnamen Petronas Malaysia Open 2022 pada Rabu (29/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menghasilkan...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 28 Juni 2022

TELENEWS.ID – Turnamen tertinggi versi BWF, Petronas Malaysia Open 2022 telah digelar pada Selasa (28/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sayangnya,...