Home Hiburan Seleb Keresahan Polhut Perihal Banyaknya Artis Yang Pelihara Satwa Liar

Keresahan Polhut Perihal Banyaknya Artis Yang Pelihara Satwa Liar

TELENEWS.ID – Tren yang sedang marak terjadi saat ini adalah pemeliharaan satwa liar yang menurut Polisi Kehutanan (Polhut) sebagai bentuk dari keegoisan manusia. Polhut menuturkan bahwa satwa liar tersebut sudah ditakdirkan untuk hidup di alam bebas bukan dipelihara oleh manusia seperti hewan peliharaan pada umumnya.

Saat ini juga sudah banyak artis dan selebritis di negeri ini yang seringkali memperlihatkan koleksi satwa liar yang mereka pelihara. Sebut saja monyet, ular, hingga harimau dipelihara seperti halnya memelihara hewan peliharaan pada umumnya.

Namun selaku penjaga hutan, Polhut merasa fonemena tersebut dirasa tidak benar. Apalagi berbicara tentang satwa liar dilindungi yang kini keberadaannya menuju kepunahan karena ulah pemburu.

“Kami menghimbau untuk para penduduk Indonesia untuk berhenti memelihara satwa liar. Satwa liar kodratnya di alam terbuka, biarkan mereka berkembangbiak hingga dicabut status dilindunginya,” ujar Polhut Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Mereka mengungkapkan bahwa satwa liar akan lebih baik jika dibiarkan hidup di alam dan kelestariannya tetap dijaga. Meskipun ingin mengembangbiakkan satwa liar tersebut, tentu saja ada aturan yang harus ditaati.

Contohnya adalah konservasi ikan Arwana. Ikan Arwana adalah salah satu jenis satwa liar yang dilindungi namun karena disiplin mengikuti aturan jumlanya pun bertambah karena berhasil dikembangbiakkan.

Jumlah ikan Arwana memang sangat terbatas di alam meskipun hidup di wilayah tertentu. Jika ingin memelihara ikan tersebut, bisa mengajukan penangkaran Arwana agar berikutnya bisa dikomersilkan. Para pemegang izin pun tidak memiliki kewajiban untuk melepas ikan Arwana tersebut dalam waktu tertentu.

Polhut pun menghimbau kepada para warga untuk tidak lagi membeli satwa liar baik yang tidak dilindungi maupun yang dilindungi. Satwa liar memang seharusnya hidup di alam terbuka karena satwa-satwa tersebut adalah bagian dari rantai makanan demi menstabilkan ekosistem. Jika satwa liar terus dibeli, maka akan merusak ekosistem yang ada. Selain itu, ekosistem akan terbengkalai dan manusia akan tertimpa akibatnya.

Baca juga :  Rafathar Cemburu pada Adik Barunya, Ikuti 4 Tips Ini Agar Anak Pertama Tak Cemburu pada Adik Mereka

“Jika ingin satwa liar tetap hidup di alam dan melestarikan satwa yang dilindungi, maka kita harus menghentikan perdangangan satwa liar yang dilindungi. Biarlah satwa-satwa tersebut tetap hidup di tempat tinggal yang semestinya. Tujuannya adalah agar anak dan cucu kita nanti bisa melihat secara langsung bukan hanya dari YouTube atau media sosial lainnya,” tutupnya.(Neidi)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Undang-Undang (UU) Nomor...