Home Ekonomi Bisnis Keuangan Lesu, Matahari Segera Tutup 13 Gerai

Keuangan Lesu, Matahari Segera Tutup 13 Gerai

TELENEWS.ID – PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) disebut berencana menutup 13 gerainya secara permanen tahun ini. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena semakin lesunya kondisi keuangan perusahaan tersebut sejak penyebaran pandemi COVID-19.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Corporate Secretary and Legal Director Matahari, Miranti Hadisusilo. Dalam sebuah wawancara hari Minggu (2 Mei) silam, Miranti menyebut bahwa 13 gerai itu masih beroperasi, namun memang sudah direncanakan untuk ditutup secara permanen pada tahun 2021 ini.

Keputusan itu terpaksa dibuat melihat keadaan keuangan Matahari yang kian merugi. Sepanjang kuartal pertama 2021, perusahaan tersebut mencatat rugi bersih sebesar Rp95 Miliar; naik 2 Miliar dari rugi bersih tahun sebelumnya yang berada di angka Rp93 Miliar. Sementara untuk penjualan bersihnya, Matahari ‘hanya’ mencatatkan sebesar Rp 1,16 triliun atau 25,0% lebih rendah dari tahun 2020 dan 39,7% di bawah realisasi 2019.

Adapun Chief Financial Officer Matahari, Niraj Jain, mengungkap bahwa lesunya bisnis perusahaan selama kuartal pertama tahun ini merupakan dampak oleh PSBB ketat yang sempat diberlakukan di sejumlah daerah sepanjang bulan Februari, yang dilanjutkan dengan PPKM berskala mikro hingga saat ini.

Mengacu pada laporan kuartalan hingga kuartal pertama (Q1) 2021, Matahari mengoperasikan total 147 gerai—jumlah yang sama dengan posisi pada 31 Desember 2020. Jumlah itu terbagi di Sumatera 28, Jawa 86, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku 28 dan wilayah lainnya 5 gerai.

Dari 147 gerai tersebut terdapat 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan. Sementara itu selama Q1, Matahari dijadwalkan menutup 13 gerai tahun ini, dan masih ada 10 gerai yang dalam pengawasan untuk kemungkinan ditutup.
Kendati dipastikan menutup 13 gerai, namun Matahari juga berusaha melakukan ekspansi dengan membuka 1 gerai baru di Balikpapan Ocean Square bulan April mendatang. “Kami terus beroperasi dalam situasi makro yang menantang. Kami memastikan pengendalian yang ketat atas beban operasional dan belanja modal,” tutur Niraj.

Baca juga :  Bitcoin Terus Merangkak Naik, Ini Kata Pakar Investasi

Lebih lanjut, ia pun mengaku masih mendapat dukungan dari pemilik mal dan juga pemasok. Kami telah memperpanjang fasilitas pinjaman bank senilai RP 1 triliun dan mengakhiri triwulan 1 dengan saldo pinjaman bank sebesar Rp 480 miliar. Perseroan terus mengambil posisi konservatif dalam situasi dengan ketidakpastian yang tinggi,” tukasnya. (Billy Bagus)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Undang-Undang (UU) Nomor...

Anies Tunjuk Sekjen IMI Sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Ada Apa?

TELENEWS.ID - Ajang Formula E yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022 nanti tinggal menunggu waktu. Namun, hingga saat ini...