Home Daerah Keuangan Menipis, Kebun Binatang Bandung Dapat Bantuan dari Komunitas

Keuangan Menipis, Kebun Binatang Bandung Dapat Bantuan dari Komunitas

TELENEWS.ID – Sejak diberlakukannya PPKM tahap pertama, darurat dan hingga kini level 4, tempat wisata Bandung Zoological Garden (Bazoga) tidak beroperasi.

Sulhan Syafii selaku Marketing Communication Bazoga menuturkan bahwa selama PPKM tersebut, sekitar 850-an ekor satwa kekurangan jatah makanan mereka. Dana yang harus dikeluarkan setiap bulannya kurang lebih Rp300 juta.

Selama tidak beroperasi, kebun binatang yang terletak di Taman Sari ini tidak menutup kemungkinan bagi siapa pun yang ingin menyumbangkan donasi bagi hewan-hewan yang ada di kebun binatang tersebut.

Sulhan menuturkan bala bantuan mulai lancar dalam satu pekan terakhir. Bantuan tersebut hadir dari kelompok masyarakat peduli akan satwa yang ada di Kota Bandung. Kelompok masyarakat tersebut diantaranya adalah kelompok pecinta raptor atau burung pemangsa yang menyalurkan bantuan berupa pakan.

“Mereka memberikan bantuan berupa makanan seperti 1 ekor anak rusa totol, 5 ekor kelinci, dan 30 ekor marmot,” ujar Sulhan.

Sulhan kembali menuturkan bahwa pertama kali komunitas tersebut datang adalah 3 pekan lalu. Mereka datang untuk melakukan survey ketersediaan makanan khususnya untuk raptor atau burung pemangsa.

Opik selaku perwakilan dari komunitas burung raptor Bandung mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang bisa memberikan bantuan untuk Bazoga agar burung raptor bisa terus dilestarikan.

Sebelumnya akhir pekan lalu, Inpira TV juga datang memberikan bantuan mereka dalam rangka penyaluran donasi tahap kedua. Sulhan menceritakan bahwa adanya bantuan donasi ini sangat melegakan pihak pengelola kebun binatang Bandung.

Para donatur tersebut adalah hanya segelintir orang yang masih peduli dengan kelestarian hidup satwa-satwa yang ada di Bazoga.

Sulhan mengungkapkan dengan keuangan pengelola kebun binatang Bandung ini yang memang sudah sangat menipis, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari para donatur.

Baca juga :  Sebanyak 500 Ribu Warga Medan Belum Terdaftar di BPJS Kesehatan

Sulhan kembali mengatakan bahwa langkah ini memang harus dilakukan oleh pihak pengelola jika tidak ingin seluruh satwa kekurangan gizi.

850-an ekor satwa yang ada di Bazoga membutuhkan anggaran sekitar Rp15 hingga Rp18 juta per harinya untuk makanan mereka.

Sejak 17 Juni lalu, Bazoga sudah tidak beroperasi sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pihaknya pun kini hanya bisa menunggu kebijakan pemerintah Kota Bandung untuk bisa kembali membuka kebun binatang ini. (Neidi)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...

Kementerian PUPR Antisipasi Banjir di Mandalika

TELENEWS.ID - Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu...

Tetap Cantik Saat Touring, Ini 6 Tips Menjaga Kulit dan Rambut untuk Para Lady Biker

TELENEWS.ID - Kesan garang dan tangguh dari seorang lady biker memang tak bisa untuk dipungkiri. Ini karena touring dengan motor umumnya dilakukan...