Home Nasional Kirim Surat Terbuka PDUI Untuk Jokowi : Kami Minta APD bagi Dokter...

Kirim Surat Terbuka PDUI Untuk Jokowi : Kami Minta APD bagi Dokter dan Tenaga Kesehatan di Perhatikan

TELENEWS.id, JAKARTA – Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) mengirim surat terbuka ke Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengenai penyebaran virus Corona (covid-19).

Dalam surat berjudul Negaraku Jangan Kalah,  PDUI mengingatkan Jokowi untuk mengambil tindakan tegas dalam menanggulangi dampak Covid-19 ke masyarakat. 

“Lupakan perkataan Menterimu bahwa “corona penyakit yang sembuh sendiri”. Lupakan ucapan menterimu bahwa harga APD tinggi karena “salahmu kok beli”. Lupakan janji menterimu bahwa pada 31Maret 2020 ada 4,7 juta masker produksi BUMN siap disebar ke seluruh negeri, yang belakangan diakui “belum ada BUMN produksi APD,” kata Ketua Umum PDUI, Dr. Abraham Andi Padlan Patarai, dalam surat terbukanya pada 10 April 2020.

Berikut isi surat terbuka dari PDUI kepada Bapak Presiden Jokowi. 

Yang Mulia Bapak Presiden

Lihat setiap hari berapa banyak rakyat negeri ini mati, lihat berapa banyak rakyat negeri ini yang terbaring sesak di ruang isolasi tanpa bisa ditunggui sanak famili. Lihat berapa banyak setiap hari pertambahan 

kasus konfirmasi, hanya dari yang diseleksi untuk dilakukan tes konfirmasi. Sementara disana-sini masih 

Banyak yang menunggu dijadwalkan tes, masih belum ada dacron swab dan VTM, dengan kondisi yang 

Penuh iba, dengan kondisi yang sengsara, dengan kondisi yang terbaring sendiri tanpa didampingi anggota keluarganya, entah sampai berpisah atau semoga bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarganya.

Lihat disana-sini, di seluruh pelosok negeri ini, ratusan ribu dokter dan tenaga kesehatan resah, susah, gundah, gelisah dan marah karena APD makin langka, harganya makin menggila. 

Sementara nurani mereka terusik, tidak tega menyaksikan pasiennya penuh harap dalam derita tiada tara. Haruskah  mereka bertaruh nyawa dengan APD seadanya, mereka melawan musuh yang tidak kelihatan dengan balutan plastik yang sama dengan yang pernah Yang Mulia Bapak Presiden kenakan saat puluhan kamera mengabadikan bapak ditengah rinai hujan. Ya, dengan memakai plastik jas hujan saja. 

Lihatlah jumlah sejawat kami para dokter yang meninggal dunia sudah lebih dari 30 orang. Sampai berapa lagi yang harus dijumlahkan dalam daftar kematian yang mengenaskan ini. Satu saja dari para dokter mati, perlu waktu bertahun-tahun untuk menjadikan pengganti. Beda dengan Menteri-menteri yang Bapak miliki, satu saja mati, esok hari berbondong yang mengajukan diri.

Baca juga :  Jokowi Kucurkan Anggaran Rp 405,1 triliun Untuk Penanganan Covid-19

Yang Mulia Bapak Presiden

Lakukan … lakukan …. lakukanlah amanat dipundakmu sebagai Presiden di negeri ini. Jalankan …. 

jalankan- jalankanlah bunyi pasal-pasal Undang Undang Dasar negara ini. Itu amanah yang engkau minta ada dipundakmu, ini beban yang Engkau minta diletakan dipunggungmu. Jangan kau tumpahkan kepada rakyatmu, jangan kau biarkan membebani derita negerimu.

Gunakan kepalan tanganmu, gunakan ujung telunjukmu, gunakan suara kerasmu. Perintahkan para 

menterimu, aparatmu, jenderalmu, TNI dan Polisi yang ada dikendalimu. Kuasai seluruh negeri ini, atur 

hingga ke pelosok negeri ini, perintahkan seluruh rakyatmu. 

APD harganya melangit, mencekik dan menjerat, langka tapi faktanya ada. Ada, iya ada. Tapi ada nan tega menjual dengan harga yang fantastis, ada yang tega mengambil laba luar biasa dikala duka, ada yang tega mengiris saudaranya ditengah krisis. 

Negaraku hadirlah, kuasai seluruh cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak. Beli seluruh produksi dari pabrik yang yang ada di seluruh pelosok negeri ini. 

Baca juga :  Berkedok Paket Garmen, Pengiriman 23 Ribu Benih Lobster Berhasil Digagalkan

Datangkan sebanyak-banyaknya dari luar negeri. Kuasai semuanya, bagikan untuk sebesar-besar kemanfaatan bagi rakyatmu. Tegakan hukum, jeratlah dengan hukum pada siapa saja yang menjual APD dengan harga tinggi, gunakan banyak Undang-Undang untuk menghadang tindakan 

mereka. Wahai negaraku, lawanlah, perkasalah, …. Janganlah Negaraku KALAH.

Yang Mulia Bapak Presiden

Raihlah tangan-tangan rakyatmu yang memohon pertolongan, mereka yang menunggu uluran tali 

ditengah derasnya arus sebaran Covid-19 yang mematiakn. Lemparlah sebanyak-banyaknya tali, selamatkan dengan jaring-jaring dan angkatlah mereka dari kemalangan dan kedukaan ini.

Lakukanlah sebanyak-banyaknya tes antigen corona virus, temukan sebanyak-banyaknya rakyatmu yang terpapar virus corona, amankan, ambil dan lakukanlah layanan kesehatan yang sesuai standar. 

Siapkanlah sebanyak-banyaknya Rumah Sakit, sehingga tidak akan ada satu orang pun yang kesulitan mencari rumah sakit hingga terkapar tak terobati.

Jangan ada di kemudian hari di kedukaan abad ini akan mencatat namamu sebagai pemimpin yang terlena dan tak berdaya mengahadapi corona. Jangan ada cerita pada cucu cicitmu nanti, negara ini kalah di kala dipimpin kakek buyutnya yang tak siaga melawan corona (Arrahman).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Agar Tak Salah Pilih, Pertimbangkan 5 Faktor Ini Dulu Sebelum Membeli Tote Bag!

TELENEWS.ID - Praktis, simpel, dan memiliki banyak desain menjadikan tote bag sebagai pilihan banyak orang. Belakangan ini tas jinjing atau tote bag...

Belajar Dari Marshanda, Lakukan 5 Hal Ini untuk Membantu Teman yang Mengalami Masalah Kesehatan Mental

TELENEWS.ID - Artis Marshanda dikabarkan menghilang saat sedang berada di Los Angeles, Amerika Serikat. Hal ini diketahui saat salah satu teman Caca,...

Arumi Bachsin Dituding Menolak Bersalaman, Ternyata Ada Risiko Kesehatan Dibalik Kebiasaan Berjabat Tangan

TELENEWS.ID - Artis sekaligus istri wakil gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin menjadi sorotan warga net. Pasalnya beredar video yang menunjukkan bahwa istri...

Hati-hati, Inilah Minuman yang Meningkatkan Risiko Kanker Prostat pada Pria!

TELENEWS.ID - Salah satu gangguan kesehatan yang paling ditakuti oleh pria adalah kanker prostat. Dikenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam, kanker...