Home Nasional Kopitu Nilai Program PEN Kredit Modal Kerja Tidak Tepat Sasaran Bagi UKM...

Kopitu Nilai Program PEN Kredit Modal Kerja Tidak Tepat Sasaran Bagi UKM Terdampak Covid 19

TELENEWS.id, JAKARTA– Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) telah menyelenggarakan sebuah workshop berskala nasional dengan topik utama prosedur bagi pelaku UKM untuk memperoleh akses modal kerja, Selasa 14/07/2020.

Acara ini didukung oleh narasumber yang secara khusus dan relevan merupakan pihak yang ditunjuk langsung oleh pemerintah sebagai pelaksana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam acara ini, peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung maupun via chat terkait materi yang diberikan maupun contoh masalah yang ada, yang berkaitan dengan pengajuan modal kerja.

Dalam sesi tanya jawab, muncul berbagai pertanyaan dan pernyataan dari peserta UKM yang mengkritik system kredit modal tersebut. Kredit modal kerja melalui Program PEN ini justru dinilai relative diskriminan terhadap beberapa subjek.

Ketua Umum Kopitu Yoyok Pitoyo menuturkan bahwa sebenarnya respon para peserta dengan latar belakang UKM ini cukup kritis.

“Cukup banyak poin yang perlu kita garis bawahi sebagai kekurangan dalam program PEN ini, yang tentunya kita semua sangat sayangkan.Diantaranya, Bunga Kredit yang lebih besar dibanding KUR, sampai sebesar 9%. Tidak cuma itu, bahkan untuk mekanisme pemilihan saja sudah jelas menggugurkan beberapa UKM,” ujar Pitoyo

Dia menilai bahwa persyaratan sebagai pihak Terjamin dalam program PEN justru hanya menguntungkan pengusaha yang pada dasarnya bukan sasaran program ini.

Contohnya, kriteria calon debitur harus merupakan nasabah bank. Disamping itu, ada kriteria yang menyaratkan UKM dalam kondisi stabil, diantaranya minimal sudah berjalan selama 6 bulan, tergolong Kolek 1 atau 2 sebagai debitur, dan tetap adanya agunan.

“Lalu bagaimana nasibnya pengusaha yang bangkrut? Justru mereka lah yang harusnya menjadi target utama, UKM yang sedang dalam kondisi kesulitan. Kalau seperti yang disyaratkan itu, artinya kan dalam kondisi (keuangan) relative sehat (dibanding yang lain). Lalu untuk apa diberi kredit lagi jika mereka bisa stabil? Perlu dikaji kembali mengenai target program ini, tidak hanya sebatas terdampak COVID19 saja, tapi perlu ditinjau kondisi finansial & UKM yang beralih ke usaha baru yang belum feasible”, kritik Yoyok Pitoyo.

Baca juga :  Promosi UMKM, Indonesia Gelar Pekan Promosi Perdagangan Indonesia 2021 di Filipina

“Kita punya saran agar program PEN di Kredit Modal Kerja diserahkan ke Kemenkop & UKM melalui LPDB agar bisa terarah, tepat sasaran dan pihak perbankan sekedar alat bayar aja. Dengan ketentuan LPDB harus transparan, capable dan professional sebagai pendampingan”, pungkas Yoyok Pitoyo.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pelaku UKM, perwakilan PT Askrindo dan perwakilan PT Jamkrindo.

Workshop dimulai dengan materi yang dibawakan oleh Sepyan Uhyandi selaku Wakil Presiden Eksekutif Divisi Kebijakan Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah. Sepyan membawakan materi dengan bahasan utama perspektif perbankan terhadap program PEN hingga prosedur yang perlu dilakukan pelaku UKM dalam hal pengajuan ke bank.

Baca juga :  Permudah distribusi Logistik Covid-19,KemenPUPR Lakukan Preservasi Jalan Nasional Jawa Timur Bagian Selatan

Materi kedua kemudian dibawakan oleh Ratih Hatniyanti selaku Kepala Bagian Divisi Penunjang Bisnis Jamkrindo. Topik yang dibawakan adalah mengenai skema umum dan gambaran teknis mengenai kinerja antara debitur, bank dan Jamkrindo dalam skema kerja program PEN.

Dan materi ketiga dibawakan oleh Toni Agustiawan selaku Kepala Bagian Klaim KUR Askrindo. Topik terakhir yang disampaikan secara umum merupakan penegasan dari dua materi yang telah dibawakan sebelumnya.

Selama berjalanya workshop, Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU berperan sebagai moderator.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...