Home Internasional Korsel Bela Korut, Bantah Kondisi Kim Jong-un Hingga Adanya Kudeta

Korsel Bela Korut, Bantah Kondisi Kim Jong-un Hingga Adanya Kudeta

TELENEWS.ID – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un kembali dilaporkan mengalami masalah kesehatan, dimana sempat menghilang selama lebih dari 30 hari dan terlihat lebih kurus saat muncul di media. Hal ini bersamaan yang munculnya isu jika adanya kudeta yang kabarnya dilakukan oleh pamannya, Kim Pyong-il.

Isu tersebut tampaknya ditampik oleh Badan Intelijen Korea Selatan (NIS), menurut pemantauan NIS, adanya isu tersebut tidak benar, ini berdasarkan laporan resmi yang diterima oleh NIS. Kim Jong-un masih memiliki kendali penuh atas pemerintah di Korea Utara. Sedangkan kondisi kesehatannya dalam kondisi bagus dan sehat, meskipun diperkirakan mengalami penurunan berat badan yang diperkirakan mencapai 20 kilogram.

“Kami menilai spekulasi tentang kondisi kesehatan Kim, ini tidak mendasar. Sepanjang kami ketahui, Kim Jong-un tetap mengikuti rapat Politbiro yang dilakukan pada 29 Juni lalu, pemerintahan juga tetap berjalan seperti biasa” tulis pernyataan resmi dari NIS yang dikutip dari berita lokal Yonhap pada Minggu (11/07/2021).

Kim memang tidak terlihat di area publik atau siaran langsung selama 20 hari tapi tetap melakukan pemerintahan seperti biasa. Dimana akhirnya terlihat dalam pembukaan pabrik pupuk dengan perawakan yang terlihat lebih kurus.

Terkait dengan adanya kudeta, NIS menyangkal adanya isu tersebut. Pasalnya Kim Jong-un tetap mengikuti langsung rapat Politbiro pada Partai Buruh yang berlangsung pada 29 Juni lalu, dimana Kim Jong-un menjadi pimpinan rapat dan melakukan pemecatan pada sejumlah pejabat yang dinilai tidak becus dalam penanganan pandemi covid-19.

Seperti dilansir oleh Reuters, Kim Jong-un memang melakukan pemecatan pada sejumlah pejabat, tidak terkecuali dari kalangan militer, dimana angkatan bersenjata mendapatkan porsi yang cukup banyak. Salah satunya Pi Pyong-chol yang menjabat sebagai Keanggotaan Presidium Politbiro dan penasehat utama dari Kim Jong-un.

Berita ini membuat spekulasi di dunia internasional, pasalnya Pi Pyong-chol memegang kekuasaan atas program senjata nuklir dan balistik Korut. Ini menjadi indikasi tersendiri, apakah Korut akan mengubah kebiasaan bermain dengan senjata nuklir dan balistik sehingga mendapatkan simpati dunia internasional untuk mendapatkan bantuan di tengah pandemi.

Bahkan ada juga isu yang mengatakan, perawakan Kim Jong-un yang terlihat kurus, akibat belum mendapatkan vaksin covid-19. Pasalnya dari laporan Reuters sebelumnya, Korut memang menolak bantuan dari China, ini termasuk vaksin dan obat-obatan untuk penanganan covid-19.

Baca juga :  China Sebut Penangguhan Dana WHO berdampak Terhadap Semua Negara Dalam Perangi Covid-19

Kebenaran Kim Jong-un belum mendapatkan vaksinasi datang dari Legislator Korsel, Ha Tae-keung, mengutip dari laporan NIS belum adanya tanda-tanda jika Kim Jong-un mendapatkan vaksinasi, ini juga berlaku untuk anggota parlemen Korsel.

Padahal PBB sudah memberikan inisiatif pemberian vaksin gratis dengan adanya program COVAX. Program PBB ini memang akan mengirimkan vaksin covid-19 ke seluruh dunia, dimana memberikan kuota 1,9 juta dosis untuk Korut. Tetapi pengiriman belum jelas akan diberikan kapan, hingga saat ini Korut belum punya kepastian untuk kegiatan vaksinasi bagi 26 juta warganya.

UNICEF sendiri yang mendapatkan mandat pengiriman vaksin ke seluruh dunia dengan program COVAX juga belum mendapatkan kepastian kapan bisa mengirimkan vaksin covid-19 ke Korut. Pasalnya belum ada penyelesaian dokumen dari pemasok vaksin untuk COVAX. Hal ini ditegaskan UNICEF dalam pernyataan resminya.

“WHO dan UNICEF telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Masyarakat Korea Utara, demi memastikan akses ke vaksin covid-19 dengan program COVAX. Namun Korea Utara belum bisa mendapatkan vaksin dari COVAX dan belum adanya kepastian kapan penerimaan vaksin akan segera diberikan” tulis pertanyaan resmi WBO yang dikutip dari AP pada Minggu (11/07/2021).

Baca juga :  Gara-Gara Pakai Ponsel China, 10 Warga Korut Dieksekusi

Namun NIS mendapatkan laporan, bahwa terdapat ahli non pemerintahan yang membuat spekulasi, Kim Jong-un tengah mendatangkan vaksin covid-19 melalui saluran tidak resmi. Hal ini bersifat mendesak dan tidak akan disebarkan ke area publik terlebih dahulu, pasalnya persediaan masih sangat terbatas dan saluran ini belum tentu bisa menyediakan vaksin covid-19 yang dibutuhkan.

NIS mencatat Korut merupakan negara yang paling rahasia di dunia, dimana laporan perkembangan negara amat sangat dirahasiakan dan pemberitaan publik sangat dikontrol oleh pemerintahan. Alih-alih melindungi warganya, Kim Jong-un malahan menerapkan kerja paksa untuk menyetorkan bahan makanan ke pemerintahan pusat, Pyongyang.

Dimana meminta warganya untuk bersatu dan tetap kuat membangun ekonomi mandiri, hal ini menyiratkan kemungkinan Korut tidak akan menerima vaksin dari luar. Sebelumnya Kim Jong-un juga berpendapatan obat dan vaksin paling aman adalah produksi dalam negeri, nampaknya saluran aman untuk mendatangkan vaksin ini akan jadi jalan, supaya bisa menciptakan vaksin secara nasional dengan produksi sendiri. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...