Home Nasional KPK Harus Awasi dan Selidiki Alokasi Dana Rp2,7 Triliun untuk 21.000 Pesantren

KPK Harus Awasi dan Selidiki Alokasi Dana Rp2,7 Triliun untuk 21.000 Pesantren

Ilustrasi sisiwa saat aktivitas di Pesantren / ist

TELENEWS. id, JAKARTA– Wakil Presiden Ma’ruf Amin selalu bangga ketika  pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,7 triliun untuk 21.000 pesantren. Dimana alokasi dana tersebut dilakukan dalam rangka “menghadapi” Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

Adri Zulpianto Koordinator, Alaska (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) menyayangkan  Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak pernah menjelaskan untuk satu pondok pesantren dapat berapa rupiah dari alokasi anggaran Rp.2.7 triliun ini. Semua  seperti gelap kalau sudah bagi – bagi alokasi anggaran.

Kemudian, Adri mengungkapkan, kalau Alaska boleh hitung menghitung  alokasi sebesar Rp.2.7 Triliun yang dibagi untuk 21.000 pondok pesantren, maka setiap pondok pesantren diperkirakan akan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.128.571.429.


Alokasi anggaran sebesar Rp.128.5 juta hanya hitung hitungan kasar. Dan tidak mungkin juga, pemerintah secara iklas langsung memberikan anggaran sebesar Rp.128.5 juta ke pondok pesantren. Artinya, tidak mungkin setiap pondok pesantren mendapat sebesar Rp.128.5 juta.


Menurut dia, bahwa alokasi anggaran sebesar Rp.128.5 juta untuk setiap pondok pesantren terlalu kecil dan minim. Ini memperlihatkan pemerintah atau Wakil Presiden Ma’ruf Amin terlalu pelit hanya memberikan bantuan ratusan juta. Betul betul pemerintah tidak perduli kepada kaum santri.


“Padahal Bantuan pemerintah buat BUMN sangat bermurah hati. Puluhan sampai ratusan triliunan diberikan cuma cuma buat BUMN. Bantuan dalam bentuk Dana talangan yang tidak jelas payung hukumnya, pemerintah berani menyuntikan dana sebesar Rp 19,65 triliun bagi lima BUMN,” kata Adri dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2020).

 Lebih jauh, Adri menyebutkan,pemerintah lebih mengutamakan BUMN daripada pondok pesantren dan santri. Padahal yang namanya santri itu, jumlah sekitar 18 santri yang hanya dapat sebesar Rp.2.7 Triliun. Sedangkan PT. Garuda Indonesia  mendapat dana talangan sampai Rp 8,5 triliun. 

Baca juga :  MAKI Sebut KTP Djoko S Tjandra Tidak Sah Karena Telah Menjadi Warga Negara Papua Nugini


“Tapi yang penting, kami dari Alaska, tidak percaya setiap pondok pesantren mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.128.5 juta. Kalau pondok pesantren tidak mendapat alokasi sebesar Rp.128.5 juta, maka aparat hukum seperti KPK harus melakukan penyilidikan atas alokasi anggaran tersebut,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...