Home Nasional Hukum KPK Tahan Dirut PT Waskita Beton Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif...

KPK Tahan Dirut PT Waskita Beton Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif di Waskita Karya

Direktur Utama (Dirut)  PT Waskita Beton Prescast, Jarot Subana

TELENEWS. id, JAKARTA– Ketua KPK , Firli Bahri mengatakan, KPK telah menetapkan Direktur Utama (Dirut)  PT Waskita Beton Prescast, Jarot Subana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek fiktif di PT Waskita Karya( Persero). Jarot adalah mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III /Sipil/II PT Waskita Karya. Firli menyebutkan,  selain Jarot,  KPK juga menetapkan dua tersangka lain,  yakni,  mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil /II PT Waskita Karya,  Fakih Usman dan Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga Periode 2016-2020. Desi terlibat kasus ini pada saat menjabat Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. 

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidan korupsi,  KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan pada 13 Juli 2020  dengan tiga orang sebagai tersangka, ” kata Firli di Gedung KPK, jakarta,  Kamis (23/7/2020).

Namun,  hari ini Dirut PT Waskita Beton itu dijemput paksa tim KPK, pasalnya yang bersangkutan dijemput paksa karena tidak kooperatif dalam penyidikan kasus ini. 

Firli menjelaskan,  dengan penetapan tiga orang ini,  maka total sudah lima orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek fiktif pada perusahaan plat merah tersebut. 

Diketahui,  KPK menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero)  Tbk. 

Dua orang tersangka itu adalah Fathor Rachman selaku Kepala Divisi II PT Waskita Karya pada periode 2011-2013 dan Yuly Ariandi Siregar selaku Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2012-2014.

Atas perbuatannya ,para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang -Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No-20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 ayat (1) KUHP. 

Baca juga :  KPK Tindak Tegas Pihak Penimbun Alkes dan Penyelewengan Dana Anggaran Covid-19.

Kerugian Negara Rp 186 miliar. 

KPK menaksir kerugian negara dari ulah dua pejabat Waskita Karya ini paling sedikit Rp 186 miliar. Terdapat 14 proyek infrastruktur yang diduga korupsi oleh pejabat Waskita Karya tersebut. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara,  Banten,  Jakarta,  Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur,  hingga papua. 

Baca juga :  Terdakwa Kasus Korupsi Bansos Ungkap Penyerahan Uang Rp14,7 Miliar ke Juliari Batubara

Bahkan,  angka  itu berasal dari perhitungan kerugian keuangam menurut BPK atas pembayaran Waskita kepada sejumlajperusahaan subkotraktor.  (RIO).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Undang-Undang (UU) Nomor...

Anies Tunjuk Sekjen IMI Sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Ada Apa?

TELENEWS.ID - Ajang Formula E yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022 nanti tinggal menunggu waktu. Namun, hingga saat ini...