Home Nasional Kunjungi Wisata Seni di Galeri Prasada Suprobo Indonesia

Kunjungi Wisata Seni di Galeri Prasada Suprobo Indonesia

TELENEWS.ID – Galeri Prasada Suprobo Indonesia menjadi tempat yang tentu saja tidak asing lagi bagi kalangan seniman lukis. Wisata seni yang terletak di Sawangan, Depok ini saat ini menjadi destinasi bagi para penikmat lukisan-lukisan yang cukup unik dan modern.

Di galeri ini ada sembilan bangunan yang terletak di tanah seluas 5000 meter persegi ini. Wisata seni ini juga memiliki konsep pedesaan yang ada di tengah perkotaan. Galeri ini menjadi tempat untuk menyimpan dan mengabadikan hasil-hasil karya lukis sejak awal karirnya.

Suprobo memang bukanlah seorang sarjana seni lukis, namun dengan pengalamannya yang pernah bekerja sebagai design interior membuatnya menekuni seni lukis ini hingga saat ini.

Seniman Suprobo

Suprobo sendiri sebagai pemilik Galeri Prasada Suprobo Indonesia ini memulai karirnya di dunia seni rupa tersebut sejak tahun 1970an. Suprobo sendiri memiliki gaya melukis yang nyeleneh dan berbeda dengan para pelukis zaman dulu kala.

Menurutnya yang paling penting dari seni melukis adalah komposisi yang tidak nalar. Hal itulah yang membuat sebagian hasil karya lukisnya terlihat modern dan berbeda.

Karya Lukisan Suprobo

Lukisan pun, tuturnya, bisa menjadi sebuah rekam jejak cerita. Seperti sebuah lukisan yang menggambarkan seorang anak sedang duduk di bawah pohon bambu sembari meniup seruling dan menggembala kambing. Lukisan tersebut ternyata menceritakan tentang masa kecil seorang Suprobo kala masih tinggal di desa. Lukisan pun bisa menjadi sebuah wadah untuk menangkap sebuah cerita.

Suprobo pun mengibaratkan pelukis sama halnya dengan sutradara sebuah film. Jika seorang sutradara bertindak sebagai pengolah adegan, pelukis pun demikian. Seorang pelukis bisa menuangkan sebuah cerita ilustratif kedalam sebuah kanvas sehingga orang yang melihat lukisan tersebut bisa tertarik untuk menikmati lukisan tersebut.

Karya Lukisan Suprobo

Dari beberapa lukisan yang ada, Suprobo pun mengakui sebuah lukisan yang menjadi favoritnya. Ada sebuah lukisan yang menggambarkan seorang anak yang hanya terlihat kepala saja sedang menengok ke bawah di dalam sebidang kanvas. Banyak penafsiran yang bisa ditangkap dalam lukisan tersebut, namun Suprobo menuturkan bahwa anak tersebut sedang berada di dalam kamar mandi dan sedang mencari sebuah barang yang tertinggal.

Lukisan bisa menjadi sebuah seni untuk menceritakan sebuah cerita dari segi perspektif yang berbeda. Sebagai pelukis, Suprobo berpendapat bahwa tujuannya hanyalah semata ingin membuat orang lain bahagia ketika menikmati karya seninya. Ia pun membebaskan para penikmat lukisannya untuk bebas berpendapat atau menafsirkan sebuah karya lukis.

Baca juga :  Panjat Pinang Ada Saat Penjajahan Belanda

Suprobo menilai bahwa mahalnya nilai sebuah seni lukis terletak pada sisi artistik dari lukisan itu sendiri. Ia melanjutkan bahwa sebuah karya seni lukis yang memiliki sebuah cerita yang syarat makna tentu saja memiliki nilai artistik yang sangat tinggi.

Ada seorang pengamat seni yang mengatakan bahwa Suprobo adalah seorang pelukis revolusioner dengan teknik ‘kosong-kosong’, bahkan sebelum pelukis-pelukis China melakukannya. Menurut pelukis kontemporer ini, teknik ‘kosong-kosong’ adalah teknik lukis yang sangat mengandalkan komposisi yang nyeleneh. Lukisan ‘kosong-kosong’ bukan berarti tidak ada artinya. Justru mahalnya nilai seni hasil karya lukis seorang Suprobo terletak disitu.

Suprobo mengungkapkan bahwa yang paling utama dari seni lukis adalah sebuah gagasan atau cerita. Teknik menjadi tidak berarti jika tidak memiliki gagasan yang brilian. Tak ayal karya lukisannya banyak disukai oleh eksekutif muda karena memiliki gagasan yang modern.

Baca juga :  KNKT: Sriwijaya Air SJ-182 Tidak Meledak di Udara

Suprobo pun menghimbau bagi anak-anak muda yang ingin memulai karir sebagai pelukis harus memiliki tekad yang kuat. Bakat jika tidak disertai tekad dan kerja keras maka hasilnya pun akan sia-sia tuturnya. Dirinya pun menuturkan bahwa setiap orang bisa menjadi seorang pelukis dengan tekad yang kuat.

Suprobo menjelaskan bahwa seni lukis ini akan terus abadi dan panjang usianya dan tidak khawatir bisa bersaing meskipun design digital sedang mewabah dewasa ini. Kualitas pun menjadi sebuah hal pembeda antara seni lukis dan design digital yang masih belum teruji.

Pandemi COVID-19 jelas berpengaruh terhadap pemasukan para seniman lukis. Namun hal tersebut tidak mengurungkan niat Suprobo untuk terus berkarya. Bahkan dirinya sangat bersyukur karena masih ada lukisan-lukisannya yang telah dipesan oleh para pelanggan setianya.

Suprobo pun berharap bahwa agar para pelukis generasi muda untuk memiliki tekad yang besar untuk menjadi pelukis besar. Banyak beberapa murid dari Suprobo yang juga sudah mulai menunjukkan tajinya di dunia seni lukis ini.(Neidi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Menurut Penelitian, Pria dengan 7 Sifat Ini yang Bakal Jadi Pasangan Terbaik Untukmu

TELENEWS.ID - Bagi wanita memilih pasangan bukanlah hal yang main-main. Banyak hal yang harus mereka pertimbangkan sebelum memilih pasangan, baik untuk menjadi...

Membongkar 5 Mitos Seputar Operasi Caesar, Proses Melahirkan yang Dipilih Nagita Slavina

TELENEWS.ID - Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya menimang buah hati mereka yang kedua. Pada Jumat, 26 November 2021 kemarin, Gigi...

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...