Home Daerah Kurang Maksimalnya Keamanan Server, Data Kependudukan Kota Bogor Bocor

Kurang Maksimalnya Keamanan Server, Data Kependudukan Kota Bogor Bocor

TELENEWS.ID – Bocornya data kependudukan merupakan kasus yang kini marak terjadi. Sebelumnya data BPJS dibobol dengan jumlah ratusan juta. Kali ini empat daerah yaitu Kota Bogor, Subang, Bekasi dan Malang juga mengalami nasib serupa dimana sekitar 8 jutaan data kependudukan diduga bocor.

Zudan Arif Fakrulloh selaku Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengakui hal tersebut. Menurutnya, kurang maksimalnya pengamanan server lokal di 4 wilayah tersebut menjadi penyebabnya. Pihaknya pun akan segera melakukan evaluasi di empat layanan online dukcapil karena kurangnya sistem pengamanan data.

Namun demikian, Zudan menuturkan bahwa bocornya data di empat wilayah tersebut telah berhasil dimitigasi. Jaringan yang langsung terhubung dengan internet publik telah berhasil dimatikan. Pihaknya pun telah memperkuat sistem pengamanan dengan menggunakan Firewall dan sistem keamanan lainnya. 

Zudan pun telah melakukan antisipasi dengan menghimbau seluruh wilayah untuk mengamankan dan menjaga server lokal dengan maksimal. Zudan pun menekankan agar setiap wilayah bisa mengupayakan penguatan pengamanan.

Pratama Persadha selaku Chairman Lembaga Riset Siber CISSRec mengakui sangat menyayangkan hal ini terjadi. Dirinya menilai bahwa tidak perlu terjadi mengingat data yang sangat lengkap bila ditelusuri dari sampelnya. Di dalam data tersebut bahkan terdapat nomor telepon seluler dan juga NIK. Dirinya pun menekankan akan sangat berpotensi di empat daerah tersebut adanya kasus penyalahgunaan data pribadi para warga.

Pratama mengungkapkan bahwa lengkapnya komponen data bisa dipergunakan untuk meminjam uang secara ilegal, melakukan penipuan hingga membuka rekening atas nama orang yang tidak bersangkutan. Tak ayal para kriminil bisa menggabungkan informasi dengan kebocoran data tersebut dengan profil yang lebih mendalam dan rinci seperti kebocoran data dari Bukalapak, Bhinneka, Tokopedia, BPJS dan lain-lain.

Baca juga :  Perpustakaan dengan Konsep Modern Siap Beroperasi Akhir Tahun

Pratama menuturkan bahwa untuk menangkal serangan siber, saat ini tidak ada sistem yang benar-benar aman. Oleh karena itu disarankan untuk pemerintah pusat ataupun daerah untuk melakukan pengujian sistem atau Penetration Test secara rutin pada semua sistem. Pratama pun mengatakan bahwa langkah tersebut adalah langkah yang preventif demi keamanan siber sehingga bisa menemukan titik-titik kelemahan yang bisa segera diperbaiki.

Semua instansi pun harus bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendapatkan Audit Digital Forensic. Dengan dilakukannya audit secara keseluruhan, hal ini diharapkan bisa mengetahui titik-titik keamanan yang terdapat dalam sistem. Pratama pun menegaskan bahwa hal ini sangat krusial untuk dilakukan agar dapat tidak terjadi lagi pencurian data kedepannya. 

Baca juga :  Sudah Ada Pemenang Tender, Masjid Agung Bogor Segera Dieksekusi

Faktor krusial lainnya adalah harus ditingkatkannya SDM dan penguatan sistem. Mengingat kesadaran keamanan siber masih tergolong rendah, Indonesia masih sangat rawan untuk diretas. Pratama pun berharap UU Perlindungan Data Pribadi akan segera rampung agar regulasi bisa langsung diaplikasikan. Dirinya pun berharap bahwa isi dari UU tersebut harus ketat dan tegas seperti di Eropa. (Neidi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...