Home Teknologi Gadget Lakukan Pelecehan Seksual, CEO Riot Games Dituntut!

Lakukan Pelecehan Seksual, CEO Riot Games Dituntut!

TELENEWS.ID CEO dari developer Riot Games, Nicolo Laurent, belum lama menghadapi tuntutan hukum dari seorang mantan karyawatinya. Wanita tersebut menuduh Laurent kerap melakukan tindak kekerasan seksual selama bertahun-tahun.

Wanita bernama Sharon O’Donnell yang sebelumnya menjabat sebagai asisten eksekutif dari Laurent tersebut menuduh sang CEO “memulai sebuah pola pelecehan yang didasarkan pada jenis kelamin / gender” yang berlangsung selama ia berkarir di Riot Games hingga dipecat di tahun 2020 silam.

Riot Games sendiri mengklaim bahwa pemecatan terhadap Sharon dilakukan atas dasar “sejumlah keluhan yang terdokumentasi dengan baik dari beberapa pihak”

Dilaporkan oleh media VICE, Laurent pernah meminta Sharon untuk menanggulangi stres pandemi COVID dengan hamil / memiliki anak. Sang korban pelecehan mengaku kehilangan pekerjaannya ketika ia menolak saran Laurent tersebut.
Sharon O’Donnell kemudian mengaku bahwa Laurent juga memerintahkan dirinya untuk ‘berejakulasi’ di rumahnya ketika sang istri sedang pergi.

Riot Games, yang melahirkan sejumlah game online populer seperti Valorant dan League of Legends memang kerap bermasalah dengan budaya kerja ‘toxic’ yang merendahkan wanita.

Di tahun 2019, perusahaan tersebut bahkan harus membayar sebanyak 10 juta dollar U$ sebagai kompensasi pelecehan yang mereka lakukan pada para 1000 karyawan wanita; baik yang masih aktif bekerja maupun yang telah keluar dari perusahaan tersebut sejak tahun 2014.

Riot, yang dimiliki perusahaan game raksasa asal China, Tencent, telah tumbuh menjadi salah satu developer game elit dunia lewat kreasi mereka, League of Legends. Dirilis pada tahun 2009, game player versus player (pvp) online itu meraup keuntungan sebanyak 1,8 milyar U$ pada tahun 2020. Riot juga rutin menghelat kompetisi League of Legend profesional yang menjaring puluhan juta fans dari seluruh dunia—termasuk Indonesia dan bahkan membuat para pemain top game tersebut memperoleh predikat sebagai selebriti e-sport.

Baca juga :  Game Mobile Berkembang Pesat, Nasib Konsol Game Genggam di Ujung Tanduk?

Sayangnya, menurut investigasi internal yang dilakukan media Kotaku, budaya kerja ‘maskulin’ Riot yang buruk membuat para karyawan wanita terdiskriminasi sehingga kerap dilecehkan dan diperlakukan seperti masyarakat kelas dua.

Departemen Keadilan Kerja Dan Perumahan negara bagian California, yang telah menyelidiki Riot sejak tahun 2018 silam menyebut bahwa mereka akan maju ke pengadilan sebagai upaya untuk mencari “keadilan secara luas” bagi para wanita yang bekerja di perusahaan tersebut. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...