Home Hiburan Seleb Lucinta Luna Oplas Sampai 18 Kali, Ternyata Operasi Plastik Bisa Memicu Gangguan...

Lucinta Luna Oplas Sampai 18 Kali, Ternyata Operasi Plastik Bisa Memicu Gangguan Mental Ini!

TELENEWS.ID – Lagi-lagi Lucinta Luna memilih melakukan oplas atau operasi plastik, demi bertranformasi menjadi sosok wanita seutuhnya. Belum lama ini sosok yang memiliki nama asli Muhammad Fattah itu melakukan oplas pemotongan leher untuk menghilangkan jakun dan suara pria dari dirinya.

Ini bukan kali pertama Lucinta Luna melakukan tindak bedah plastik. Sebelumnya selebritis kontroversial ini mengaku sudah sekitar 18 kali menjalani operasi plastik untuk mengubah penampilannya.

“18 Kali (iya). Ya pertama yang aku rasain sih sakitnya luar biasa ya. Ya trauma sih,” kata Lucinta Luna saat diwawancarai oleh Atta Halilintar. Meski begitu, ia mengaku tak bisa lepas dari ketergantungan melakukan prosedur bedah plastik ini.

Lucinta Luna merasa bahwa setelah operasi dia akan menjadi lebih cantik dan lebih muda seperti apa yang ia harapkan. “Aku puas banget karena aku merasa 10 tahun lebih muda,” ungkap Lucinta. “Tapi aku ngerasa lagi kalau aku udah lihat meja operasi, aku langsung berpikir ini adalah meja masa depan aku. Keluar dari sini aku akan cantik,” ujarnya lagi.

Bagi sebagian orang, operasi plastik memang seperti candu yang sulit mereka lepaskan. Padahal menurut sejumlah penelitian, operasi plastik bisa memunculkan sejumlah komplikasi kesehatan tak hanya fisik, namun juga mental pasiennya.

Salah satunya peneliti menemukan bahwa pasien operasi plastik banyak yang mengalami depresi atau yang lazim disebut sebagai postoperative depression. Depresi bisa menjadi efek samping dari operasi. Bagi siapa pun yang menjalani operasi, akan bermanfaat bagi mereka dan keluarga mereka untuk mengetahui bahwa depresi adalah suatu kemungkinan dan mengenali tanda-tandanya jika itu terjadi. Dengan cara ini, mereka bisa tahu kapan harus mencari bantuan medis sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan dini.

Insiden depresi pasca-bedah jauh lebih tinggi daripada yang disadari kebanyakan orang, dan sering diabaikan. Diketahui selama beberapa waktu bahwa hingga 75% orang mengalami depresi pasca operasi. Sayangnya banyak ahli bedah kosmetik jarang mendiskusikannya dengan pasien mereka sebelumnya. Berita baiknya adalah kondisi ini bersifat sementara, hampir selalu sembuh dalam waktu 6 bulan.

Baca juga :  Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Tilmann von Soest dan rekan-rekannya di Norwegian Social Research menemukan bahwa gadis-gadis atau perempuan yang melakukan operasi plastik juga lebih berpotensi untuk mengalami depresi dan melukai diri mereka sendiri.

“Sepertinya mereka yang menjalani operasi kosmetik memiliki lebih banyak masalah daripada yang lain,” kata Associate Professor Ingela Lundin Kvalem. “Dan setelah operasi gejala depresi, kecemasan, gangguan makan dan konsumsi alkohol yang berlebihan justru meningkat.”

Selain itu proses menghilangkan nyeri pasca operasi biasanya membutuhkan setidaknya periode singkat, di mana pasien harus menggunakan obat penghilang rasa sakit narkotika. Sebagian besar obat penghilang rasa sakit ini berbahan narkotika termasuk dalam kelas obat yang dianggap sebagai depresan.

Baca juga :  Hukuman Bagi Pelaku Pelanggaran Karantina Covid-19

Kvalem menjelaskan bahwa para wanita ini sebenarnya tidak memiliki citra diri yang lebih rendah daripada yang lain. Keputusan mereka untuk menjalani operasi kosmetik mungkin merupakan upaya untuk mengatasi masalah lain yang mereka miliki dalam hidup mereka.

Melakukan operasi plastik untuk memperbaiki penampilan seseorang mungkin tampak seperti obat yang cepat dan efisien. Tetapi ketika hidup mereka gagal membaik, masalah kesehatan mental mereka mungkin memburuk yang mungkin karena kekecewaan dan ekspektasi yang tinggi sebelum oplas.

“Operasi plastik tidak menyelesaikan semua masalah. Prosedur ini adalah perbaikan cepat bagian tubuh yang membuat mereka tidak puas, tetapi efeknya tidak sejauh yang diperkirakan beberapa orang” kata profesor Ingela Lundin Kvalem. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...

Pertamina Jadi Perusahaan RI Satu-satunya Masuk ke Fortune Global 500, yuk Simak Faktanya

TELENEWS.ID - Sejumlah prestasi dan kontribusi Pertamina untuk menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia masih terus ditingkatkan. Bentuk prestasi Pertamina...

Mentan Sarankan Masyarakat Konsumsi Singkong untuk Gantikan Gandum yang Semakin Mahal

TELENEWS.ID - Kondisi harga gandum secara global mengalami perubahan dan meningkat lebih mahal karena kondisi perang Rusia-Ukraina. Alhasil dari...