Home Nasional Mana Swasembada Kedelai yang Dijanjikan Jokowi?

Mana Swasembada Kedelai yang Dijanjikan Jokowi?

TELENEWS.ID – Belum usai polemik mengenai minyak goreng yang langka, kini Indonesia mengalami kenaikan harga kedelai yang notabene merupakan bahan baku dalam pembuatan tahu dan tempe yang menjadi bahan makanan pokok. Hal ini sudah berlangsung beberapa hari yang menyebabkan banyak produsen tahu dan tempe terpaksa harus mengurangi ukuran produksi mereka akibat mahalnya kedelai.

Kementerian Perdagangan merilis data harga kedelai pada Februari 2022 ini dengan harga USD 15,77 atau berkisar di harga Rp. 11.230 per kilogram. Dengan tingginya harga kedelai ini, prediksi Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu sudah terbukti, dengan adanya kenaikan harga kedelai di tingkat masyarakat.

Indonesia sendiri setiap tahunnya mengimpor kedelai dari benua Amerika sebanyak 2,5 juta ton per tahun. Yang terbesar adalah impor dari Amerika Serikat dengan jumlah 1,92 ton sementara sisanya berasal dari Amerika Selatan dan juga Perancis. Fenomena ini sangatlah ironis karena Presiden Joko Widodo dalam janji politiknya di periode pertama menjanjikan swasembada kedelai.

Dalam berita yang dikutip Kompas pada 9 Desember 2014 silam, Presiden Jokowi bahkan mengatakan tidak akan segan-segan untuk memecat Menteri Pertanian pada periode 2014-2019 yang saat itu dijabat oleh Amran Sulaiman. Namun, hingga selesai masa jabatan di periode pertama, Indonesia tetap melakukan impor dan Menteri Pertanian tersebut masih menjabat hingga tahun 2019.

Dikutip dari halaman Kementerian Pertanian, pada era Jokowi dan Jusuf Kalla tertuang wacana mengenai swasembada pangan yang bertujuan untuk mencapai ketahanan pangan. Dalam wacana tersebut, bahan pangan utama yang dijadikan komoditi pokok yakni padi, jagung, dan juga kedelai. Tujuan akhirnya yaitu akan mensejahterakan petani lokal di tanah air.

Namun, seolah seperti angin lalu saja, impor kedelai masih terus dilakukan bahkan sejak tahun 2018 impor kedelai terus meningkat. Di tahun 2018 saja, impor kedelai mencapai 2,58 juta ton. Jumlah tersebut kembali meningkat di tahun 2019 yang mencapai angka 2,67 juta ton. Negara Amerika Serikat yang paling diuntungkan dari impor kedelai ini karena menyediakan kebutuhan kedelai untuk di tanah air melalui impor. (Latief)

Baca juga :  Indonesia Sudah Impor Daging Sapi Brasil, Harga Kok Masih Mahal?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Thomas Cup 2022 Usai, Ternyata Ada Skor Tertukar Sampai Pamitnya Mohammad Ahsan

TELENEWS.ID – Thomas Cup 2022 telah usai, secara mengejutkan Tim Thomas Cup India dan Tim Uber Cup Korea Selatan berhasil keluar sebagai...

Tips Makeup Simpel untuk Datang ke Kondangan Pernikahan

TELENEWS.ID - Datang ke kondangan pernikahan menjadi hal yang cukup tricky untuk kaum Hawa. Selain harus memilih busana apa yang tepat untuk...

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...