Home Gaya hidup Manfaat dan Fakta Sains dari Essential Oil

Manfaat dan Fakta Sains dari Essential Oil

TELENEWS.id – Pasar Indonesia pasti sudah tidak asing dengan essential oil. Dengan banyak sekali jenis dan variasi yang ditawarkan, essential oil memang dipercaya sebagai obat alternatif yang konon lebih aman dibanding obat medis karena alasan sifat naturalnya. Contohnya, lavender dan sandalwood oil memiliki aroma yang dipercaya memperbaiki suasana hati, kualitas tidur hingga meredakan gejala flu.

Tidak hanya di Indonesia, namun penduduk global pun tidak sedikit yang mempercayakan kesembuhannya pada jenis minyak yang banyak variasi aromanya ini. Tentu saja, alasan kegunaannya mengundang pro dan kontra dari banyak pihak, khususnya dari bidang kesehatan. Namun, sejauh mana keefektifan essential oil untuk penyembuhan?

Sebagaimana dilansir dari laman DiscoverMagazine, efektif atau tidaknya essential oil dalam menyembuhkan gejala penyakit secara medis sebetulnya masih abu-abu. Hal ini karena belum ada cukup penelitian berskala besar yang ditinjau pada manusia untuk membuktikan apakah essential oil benar-benar dapat berpengaruh besar pada kesehatan atau suasana hati.

Faktor lain yang menyebabkan biasnya penelitian terhadap essential oil adalah sifat dari masing-masing jenis minyak itu sendiri. Tiap essential oil mengandung konsentrat yang tinggi. Namun, 1 jenis minyak belum pasti memiliki kualitas yg sama dengan 1 jenis minyak yg sejenis lainnya. Hal ini karena kualitas minyak tersebut bisa saja berasal dari tanaman sejenis, namun memiliki karakteristik yang berbeda tergantung pada tempat asal tumbuhnya. Jadi, komponen utama akan selalu ada, tetapi konsentrasi relatifnya akan bervariasi.

Hal penting lainnya yang perlu diingat adalah essential oil belum melalui pengujian dan persetujuan FDA yang ketat seperti halnya obat yang sudah dijual bebas.

Meskipun demikian, essential oil memiliki daya tarik yang luas, terutama di antara orang-orang yang merasa tidak puas dengan pengobatan modern. Terbukti dari popularitas essential oil yang belum menunjukkan tren penurunan, terlebih semenjak pandemi mulai berlangsung.

Penjelasan yang cukup mewakili adalah ketika kita menghirup essential oil, senyawa akan diserap melalui reseptor di hidung kita, yang mengirim pesan ke sistem penciuman kita, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab atas indera penciuman kita. Akhirnya, rangsangan ini mencapai area lain di otak, seperti sistem limbik, yang berperan dalam emosi kita.

Baca juga :  Tren Thrifting: Fashionable, Hemat Budget dan Peduli Lingkungan

Lalu, ketika essential oil dioleskan untuk alasan kosmetik atau untuk pengobatan topikal untuk sakit dan nyeri, senyawa tersebut diserap melalui pori-pori kulit dan akhirnya masuk ke aliran darah sebelum dimetabolisme oleh hati.

Namun di luar itu, bahkan para ilmuwan masih kesulitan mencari tahu apa sebenarnya kegunaan berbagai essential oill. Karena tidak adanya standar yang mengatur essential oil, para ilmuwan seringkali merasa kesulitan untuk mereplikasi eksperimen ilmuwan lain, jelas Hideki Kashiwadani, peneliti fisiologi di Kagoshima University, Jepang.

Selain itu, hasil dari studi ilmiah terkadang dapat disalah artikan atau dibesar-besarkan. Saat para ilmuwan mempelajari perawatan, pencarian yang dimaksud adalah yang signifikan secara statistik. Jadi, dampak essential oil untuk pengobatan mungkin memang membawa perubahan, namun tidak begitu berarti dan signifikan.

Baca juga :  Mengapa Body Positivity Sangat Penting Dewasa Ini?

Mengingat kekurangan studi essential oil, banyak informasi mengenai manfaatnya cenderung bersifat anekdot atau berakar pada cerita rakyat. Dan keamanan mereka belum sepenuhnya diperiksa. Jadi, penting untuk kita ketahui bahwa alami atau organik tidak selalu berarti “aman” atau “bermanfaat”. Senyawa tanaman, terutama dalam dosis tinggi, dapat menjadi racun, mengiritasi atau dapat menyebabkan reaksi alergi atau interaksi obat.

Meskipun begitu, essential oil mungkin memang memiliki manfaat. Mark Moss, psikolog di Northumbria University, Inggris mengatakan minyak rosemary, sage dan peppermint dapat meningkatkan memori dan kognisi sampai taraf tertentu. Moss juga mengatakan lavender dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur. Hanya saja, jangan berharap essential oil menjadi ramuan ajaib. Essential oil jauh dari obat, dan tidak boleh menggantikan perawatan medis standar.

Kesimpulannya, essential oil memang banyak sekali variasinya. Aromanya pun tidak dipungkiri membawa ketenangan jika kita menghirupnya. Namun tetap, penggunaannya tidak boleh berlebihan dan tidak boleh dijadikan sebagai pengganti obat medis karena essential oil sejatinya bukanlah obat.

Penulis: Ajeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Dispatch Bongkar Rahasia Kencan Idol Korea

TELENEWS.ID - Bagi kamu pecinta industri hiburan Korea tentu sudah tidak asing dengan media yang cukup fenomenal yakni Dispatch. Layaknya Lambe Turah...

Maeda Tadashi, Samurai Jepang yang Membantu Kemerdekaan Indonesia

TELENEWS.ID - Kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari peran penting beberapa tokoh tanah air yang ingin bebas dari belenggu penjajah. Namun, jangan...

Pemprov DKI Menghentikan Pembiayaan Ajang Formula E

TELENEWS.ID - Penyelenggaraan Formula E yang sedianya dilaksanakan tahun ini harus tertunda akibat adanya pandemi Covid-19. Tidak kunjung mendapatkan kejelasan, pihak DKI...

Pengadaan Rapid Test, Pemprov DKI Melakukan Pemborosan 1,19 Miliar

TELENEWS.ID - BPK merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengenai laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya, dalam laporan tersebut Pemprov DKI Jakarta...