Home Nasional Masih Gaduh TWK KPK, Penanda Serius Kemunduran Demokrasi

Masih Gaduh TWK KPK, Penanda Serius Kemunduran Demokrasi

TELENEWS.ID – Penolakan publik terhadap pemecatan 75 pegawai KPK dinilai oleh Peneliti dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Herlambang P Wiratraman sebagai perjuangan akal sehat melawan tindakan pembodohan oleh aktor-aktor yang mengatasnamakan negara dan formalisme birokrasi melawan diskursus penegakan hukum.

“Segala kekisruhan itu adalah penanda paling serius dari terjadinya kemunduran demokrasi dan kemerosotan luar biasa dari kebebasan sipil, terjadinya pembodohan versus kecerdasan dan perjuangan akal sehat,” katanya dalam diskusi bertajuk “Integritas, Pelemahan KPK Dan Negara Hukum Indonesia”, Selasa (1/6).

Menurut Herlambang, persoalan kasus pemecatan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut bukan terletak pada soal lulus atau tidaknya mereka. Namun, terletak pada pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) itu sendiri yang sedari awal sudah menjadi sorotan publik.

Persoalan sebenarnya adalah menyangkut desain politik hukum yang ada di Indonesia terhadap proses pelemahan lembaga antirasuah seperti KPK tersebut. Sebenarnya, fakta sesungguhnya desain politik hukum yang terjadi bukanlah desain penguatan lembaga KPK namun terjadi proses pelemahan KPK secara sistematis dan terstruktur.

Publik, sambung Herlambang, saat ini bertanya-tanya mengapa pimpinan KPK sampai begitu berani melawan perintah Presiden RI dan bertanya juga mengapa kepala negara terkesan mendiamkan. Ia juga mempertanyakan apakah persoalannya memang terletak pada integritas kepala negara padahal Presiden mempunyai wewenang konstitusional untuk tegaknya hukum dan keadilan. Sayangnya, hal itu tidak cukup dilakukan.

Salah satu pegawai KPK yang masuk dalam daftar tak lolos TWK KPK, Novariza, dalam forum yang sama juga menyatakan bahwa TWK merupakan keinginan dari Ketua KPK Firli Bahuri. Padahal, kata Novariza, tidak ada aturan di atasnya merujuk pada UU KPK 2019 yang bisa dijadikan acuan dalam pelaksanaan TWK.

Baca juga :  KPK Mulai Penyelidikan, 6 Tersangka Dugaan Suap Pajak Dicekal

Ia menyambung bahwa tes TWK tersebut tanpa melibatkan pegawai KPK serta tidak adanya penjelasan tentang maksud tes wawasan kebangsaan.

“Tes tersebut rupanya mengikuti model Indeks Moderasi Bernegara (IMB) milik institusi militer yang setelah di-search di google pun tidak ditemukan. Ketika pegawai lebih serius mempertanyakan kepada pimpinan KPK, dijawab dengan seolah-olah TWK adalah tes formalitas belaka, dan pegawai tidak perlu khawatir karena tidak ada konsekuensi lulus atau tidak lulus,” ungkapnya.

Novariza menyampaikan juga bahwa pertanyaan dalam TWK tidak ada relevansi dengan tugas-tugas pemberantasan korupsi dan wawasan kebangsaan, juga terasa janggal karena muncul pertanyaan seputar LGBT, DI/TII, pertanyaan ranah privasi, dan lain-lain.

Sebenarnya, dalam tes TWK tersebut memang terjadi pelanggaran HAM, pelecehan keyakinan beragama pegawai, terjadi pelecehan wanita maupun lelaki dalam tes-tes tulis itu, terlebih saat tes wawancara kepada setiap peserta tes.

Dijelaskan oleh Novariza jika 75 pegawai yang disebut tidak lolos seleksi TWK adalah pegawai yang tengah bertugas memeriksa kasus-kasus korupsi besar di Indonesia missal kasus Harun Masiku, kasus bancakan Bansos, kasus Tanjungbalai, dan lain-lain.

Baca juga :  Maksimalkan Budidaya Ikan Bilih, Wabup Tanah Datar "Ngadu" ke KKP RI

“Kasus Bansos saja diketahui baru memasuki pemeriksaan penyidikan untuk 300 ribu paket bansos. Padahal paket Bansos yang diperiksa mencapai jumlah lebih dari 1 juta paket yang jika dikembangkan kasusnya akan mengalir kemana-mana. Pemecatan terhadap pegawai KPK yang tengah memeriksa kasus korupsi besar pasti akan menghambat penanganan kasus berikutnya,” pungkasnya.

Diketahui, dalam TWK ini ada 75 pegawai dinyatakan tidak lolos. Dari jumlah tersebut, 51 dipecat dan 24 lainnya bakal menjalani pembinaan. Sementara 1.271 pegawai telah dilantik menjadi ASN hari ini. (Uswatun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

New York Rasa Lokal Ada di Broadway Alam Sutera

TELENEWS.ID- Bicara rencana liburan untuk akhir pekan, sepertinya seru untuk dibahas. Bukan tanpa sebab, saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah...

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...