Home Travel Destinasi Mata Air Angker Peninggalan Belanda di Majalengka, Berani Berenang?

Mata Air Angker Peninggalan Belanda di Majalengka, Berani Berenang?

TELENEWS.ID – Destinasi wisata di Majalengka memang kerap menarik para wisatawan untuk datang berkunjung. Seperti diketahui, Majalengka memang terkenal akan keindahan alamnya yang menyejukkan mata dan tentunya menjadi pilihan terbaik bagi yang ingin melepas penat dari bisingnya hiruk-pikuk di Kota besar.

Meskipun terkenal akan pesona serta keindahan alamnya, ternyata Majalengka juga memiliki tempat wisata bersejarah namun terkenal angker dan cukup membuat siapapun bergidik ketika pertama kali melihatnya. Tempat Wisata ini bernama Waterleiding Pantan Cigowong, yang juga merupakan mata air peninggalan Belanda yang terkenal sangat indah namun sarat akan nuansa mistis. Berikut ini 4 fakta menarik dibalik mata air peninggalan Belanda ini.

  1. Asal Usul Waterleiding Pantan Cigowong

Waterleiding Cigowong atau yang juga dikenal dengan sebutan Pantan Cigowong ini dulunya sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan air di sejumlah desa di kawasan Talaga, antara lain Argasari, Cigowong, Sunia, Ganeas dan Talaga. Selain untuk kebutuhan para warga desa, mata air tersebut juga digunakan untuk mengairi sawah pada saat itu.

Upaya penyaluran air dari tanah tersebut dilakukan dengan membangun saluran irigasi ke arah utara dengan lebar sekitar 1 meter menyusuri lereng bukit, lalu masuk melalui terowongan buatan sepanjang 150 meter, sampai akhirnya disalurkan dan masuk ke pedesaan.

  1. Sejarah Mata Air

Berdasarkan dari manuskrip Belanda, saluran air Cigowong ini dibangun pada tanggal 2 November 1936 silam, yakni pada masa pemerintahan R.M.A. Suriatanubrata 1922 berkaitan dengan peresmian jalan Maja-Talaga.

Masyarakat sekitar menyebutnya Pantan Cigowong, dan ada juga yang menyebut sebagai Waterleiding Cigowong. Adapun Waterleiding yaitu sebutan untuk saluran pipa air yang mulai digunakan pada masa Belanda saat menyalurkan air bersih dari Ciburial Bogor ke Kotapraja Batavia pada 23 Desember 1922.

  1. Air Selalu Jernih

Meskipun sudah dibangun berpuluh-puluh tahun lamanya dan jauh dari kesan terawat, namun air yang mengalir di tempat ini tetaplah jernih dan dingin. Para wisatawan bahkan kerap kali berenang ketika berkunjung ke tempat ini.

Baca juga :  Mengenal Mandalika dan Potensi Wisatanya

Penampakan mata air yang terlihat penuh akan nuansa angker ini ternyata tidak membuat para wisatawan mengurungkan niatnya untuk bertandang ke Pantan Cigowong. Beberapa penduduk setempat bahkan menyatakan bahwa lokasi ini tidaklah angker seperti rumor yang beredar. Namun justru sebaliknya, yakni sangatlah menyenangkan karena selain airnya yang dingin menyegarkan tubuh, juga pemandangan alamnya yang sangat asri dan menyejukkan mata.

  1. Menjadi Saksi Bisu Pernikahan Ratu Juliana

Ratu Juliana merupakan putri dari Pangeran Hendrik dan Ratu Wilhelmina dari Mecklenburg-Schwerin. Saat itu Ratu Juliana menikah dengan Pangeran Bernhard pada Januari 1937.

Sedangkan Pangeran Bernhard sendiri adalah bangsawan Jerman dari Lippe Biesterfeld. Pernikahan bangsawan yang sakral tersebut dilakukan di Waterleiding Pantan Cigowong, yang hingga kini menjadi saksi bisu acara sakral kedua orang tersohor kala itu.

Baca juga :  Mengenal Mandalika dan Potensi Wisatanya

Itulah 4 fakta mata air Pantan Cigowong di Majalengka yang terkenal indah namun bernuansa angker.

Lokasi Waterleiding Pantan Cigowong ini terbilang cukup jauh dari akses jalan raya. Namun demikian, tempat ini tetap menjadi pilihan yang tepat untuk berlibur atau sekedar melepas penat, karena sumber airnya hingga saat ini melimpah, serta sangat jernih dan menyegarkan.

Selain itu, melakukan perjalanan menuju Pantan Cigowong cukup sulit dan hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki lantaran tak ada akses jalan meskipun kendaraan roda dua sekalipun sampai tepat di titik lokasi wisata ini. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan hanyalah dengan menyusuri jalan setapak di sepanjang jalur saluran irigasi. Meskipun demikian, sulitnya perjalanan yang ditempuh akan terbayarkan dengan keindahan alam dan kesegaran air jernih di mata air peninggalan Belanda ini. (Hifziyah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Dispatch Bongkar Rahasia Kencan Idol Korea

TELENEWS.ID - Bagi kamu pecinta industri hiburan Korea tentu sudah tidak asing dengan media yang cukup fenomenal yakni Dispatch. Layaknya Lambe Turah...

Maeda Tadashi, Samurai Jepang yang Membantu Kemerdekaan Indonesia

TELENEWS.ID - Kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari peran penting beberapa tokoh tanah air yang ingin bebas dari belenggu penjajah. Namun, jangan...

Pemprov DKI Menghentikan Pembiayaan Ajang Formula E

TELENEWS.ID - Penyelenggaraan Formula E yang sedianya dilaksanakan tahun ini harus tertunda akibat adanya pandemi Covid-19. Tidak kunjung mendapatkan kejelasan, pihak DKI...

Pengadaan Rapid Test, Pemprov DKI Melakukan Pemborosan 1,19 Miliar

TELENEWS.ID - BPK merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengenai laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya, dalam laporan tersebut Pemprov DKI Jakarta...