Home Ekonomi Melirik Prospek Cuan Saham GoTo di Tengah Menjamurnya Investor Milenial

Melirik Prospek Cuan Saham GoTo di Tengah Menjamurnya Investor Milenial

TELENEWS.ID – Dua raksasa startup Indonesia, Gojek dan Tokopedia akhirnya resmi meleburkan usaha menjadi Grup GoTo. Selepas merger, mereka pun dikabarkan telah melakukan penawaran saham ke publik (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Seperti apakah prospeknya?

Keberadaan saham GoTo di bursa efek tentu akan sangat dilirik oleh pangsa pasar investor yang dewasa ini kebanyakan diisi kaum milenial. Menurut Kepala Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda, IPO GoTo akan sangat dinantikan pelaku pasar milenial. Hal itu lantaran populernya perusahan-perusahaan yang bergerak dalam ekonomi digital bagi generasi tersebut.

“Bagi investor di pasar modal, adanya emiten GoTo pasti akan menambah alternatif investasi di bidang teknologi. Jadi primadona baru pasti di awal IPO karena ‘hype’ teknologi,” Tutur Huda. Lebih lanjut, ia juga menyoroti maraknya investor milenial yang secara umum memiliki gaya hidup dan ketertarikan kuat di bidang teknologi, khususnya teknologi digital.

Merujuk data yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per April 2021, jumlah investor pasar modal tercatat sebesar 5,09 juta. Angka ini didominasi oleh investor di bawah usia 30 tahun sebesar 57,40 persen. Disusul dengan investor usia 31-40 sebesar 21 persen.

Kendati demikian, Huda juga menghimbau agar para investor tetap mempertimbangkan masak-masak prospek industri sebelum mengambil keputusan investasi di emiten dengan brand besar seperti GoTo.

“GoTo dalam periode IPO awal akan menjadi unggulan namun nampaknya bisa hanya sementara mengingat hanya terjadi hype teknologi. Kemudian akan turun dalam beberapa pekan seperti yang terjadi pada saham Lyft, Uber, ataupun Bank Jago,” tuturnya memberikan prediksi.

Mergernya Gojek serta Tokopedia masih menjadi perbincangan hangat di dunia ekonomi. Pasalnya, kolaborasi tersebut diklaim menjadi yang terbesar antara dua perusahaan dan layanan digital di Asia. Terlebih setelah GoTo dikabarkan akan segera merilis saham IPO di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga :  Ini Alasan Pengamat Sarankan RI Tolak Aset Kripto

Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi menilai, jika IPO itu benar-benar dieksekusi, GoTo berpeluang menjadi saham blue chip di BEI. Valuasi Grup GoTo, hasil merger Gojek dan Tokopedia, disebut-sebut mencapai USD 17 miliar atau sekitar Rp 243,25 triliun. Heru pun menyarankan agar GoTo juga membuka IPO di bursa efek luar negeri seperti New York dan Hong Kong karena prospeknya sangat cerah.

GoTo berpeluang jadi saham blue chip. Bahkan saya sarankan tidak hanya melantai di bursa Indonesia tapi juga bisa ke New York atau Hong Kong, karena perkawinan Gojek dan Tokopedia bukan hanya menjadi perhatian domestik Indonesia, tapi juga dunia,” tutur Heru.

Baca juga :  Go To Siap Go Public, IPO Perusahaan Digital Paling Dinanti di BEI

Namun Heru juga menyarankan bahwa manajemen GoTo tidak buru-buru dalam melakukan IPO. Masih ada sejumlah pertimbangan yang harus dilakukan mengingat adanya isu ekonomi makro di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Situationship yang Bisa Menjebakmu Dalam Hubungan Toxic Tanpa Status

TELENEWS.ID - Apakah kamu memiliki seorang teman yang memperlakukan kamu dengan mesra, dan memberikan perhatian lebih dari seorang teman? Akan tetapi sayangnya,...

Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

TELENEWS.ID - Praktis, stylish dan bisa dipadukan dengan jenis busana apa saja membuat celana jeans menjadi salah satu item fashion favorit kaum...

Manchester United Ditangan Ralf Rangnick, Apakah Mampu Bersaing?

TELENEWS.ID - Belakangan nama Ralf Rangnick mencuat di kancah dunia sepak bola untuk menjadi juru taktik klub Manchester United. Seperti diketahui bersama,...

Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

TELENEWS.ID - 3 Desember diperingati sebagai Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Peringatan ini digagas untuk meningkatkan kepedulian kepada para penyandang disabilitas, yang sering...