Home Hiburan Seleb Memahami Ableism yang Dituduhkan pada Tri Suaka dan Zinidin Zidan

Memahami Ableism yang Dituduhkan pada Tri Suaka dan Zinidin Zidan

TELENEWS.ID – Tri Suaka dan Zinidin Zidan sepertinya belum lepas dari masalah. Pasca dituding menghina Andika Kangen Band dan sejumlah musisi lain di tanah air, keduanya kini mendapatkan somasi untuk membayar royalti pada sejumlah musisi yang mereka cover lagunya.

Selain itu hujatan pada Tri Suaka dan Zinidin Zidan semakin bertambah, saat kedua musisi yang mengawali karier sebagai pengamen ini dituduh melakukan parodi dan hinaan pada anak-anak berkebutuhan khusus.

Hal ini berawal dari tersebarnya sebuah video yang menunjukkan Tri Suaka dan Zinidin Zidan yang membuat gerakan dan mimik wajah, yang dinilai merendahkan dan menghina anak-anak berkebutuhan khusus. Kontan saja hujatan makin kencang diterima oleh kedua pemuda ini.

Merasa terus dipojokkan, Tri Suaka dan Zidan sendiri akhirnya menyampaikan klarifikasi mereka. “Demi Allah, saya dan Zidan tidak ada niat sama sekali untuk melecehkan atau menghina Anak Berkebutuhan Khusus,” ujar Tri Suaka. Mereka berdalih apa yang mereka lakukan itu adalah trend gerakan Kulbet yang sedang viral di TikTok.

“Apa yang kami peragakan dalam video yang viral belakangan, adalah gerakan dalam trend KULBET (kul banget) yang populer di Tiktok/IG. Dan lokasinya itu pun bukan di rumah sakit. Itu di lokasi tempat kami event di tempat rehabilitasi Jakarta,” jelasnya.

Tudingan merendahkan dan menghina anak-anak berkebutuhan khusus seperti yang dialami Tri Suaka dan Zinidin Zidan ini juga lazim disebut sebagai Ableism. Sejatinya selain Tri Suaka dan Zinidin Zidan, ada Christopher Nolan, Gal Gadot dan penyanyi Sia yang juga dituduh sebagai pelaku Ableism.

Lalu apakah sebenarnya Ableism itu? Ableism adalah diskriminasi dan prasangka sosial terhadap penyandang disabilitas berdasarkan keyakinan bahwa kemampuan mereka yang dianggap “normal” itu lebih unggul. Pada intinya kemampuan berakar pada asumsi bahwa penyandang disabilitas membutuhkan ‘perbaikan’ dan mendefinisikan orang berdasarkan disabilitas mereka.

Selain itu setiap pernyataan atau perilaku yang ditujukan kepada penyandang disabilitas yang merendahkan atau mengambil status yang lebih rendah bagi orang tersebut karena disabilitasnya, Satya juga dikategorikan sebagai Ableism. Tak heran jika mereka yang menjalankan praktek ini kemudian disebut sebagai Ableist.

Sayangnya seperti bentuk perundungan atau bentuk-bentuk penindasan lainnya, orang tidak selalu tahu bahwa mereka berpikir atau berperilaku Ableism. Ini karena orang belajar kemampuan dari orang lain, secara sadar atau tidak sadar. Bias yang tidak disadari seseorang dikenal sebagai bias implisit.

Baca juga :  Model Sassha Carissa Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Prostitusi Online

Dan ternyata bias implisit terhadap penyandang disabilitas sangat umum terjadi. Sebuah studi menemukan bahwa 76% responden memiliki bias implisit dalam mendukung orang-orang tanpa disabilitas.

Dalam studi tersebut, kemampuan adalah salah satu bentuk paling umum dan terkuat dari bias implisit dan eksplisit dari yang diuji oleh para peneliti, melampaui jenis kelamin, ras, berat badan, dan seksualitas.

Lalu apa saja sih perilaku yang bisa dikategorikan sebagai Ableism? Beberapa perilaku Ableism yang mungkin orang jarang sadari seperti:
• menanyakan seseorang apa yang “salah” dengan mereka
• mengatakan, “Kamu tidak terlihat cacat,” dan merasa ini seolah-olah ini adalah pujian
• memandang penyandang disabilitas sebagai inspirasi untuk melakukan hal-hal yang khas, seperti berkarir atau parodi
• berasumsi cacat fisik adalah produk dari kemalasan atau kurang olahraga
• menggunakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, seperti tempat parkir atau toilet
• mempertanyakan apakah kecacatan seseorang itu nyata
• bertingkah kikuk seperti menghindari menatap mata dan enggan bersalaman dengan penyandang disabilitas

Baca juga :  Berkaca pada Kondisi Edelenyi Laura, Ini 5 Tips Pulihkan Mental Pasca Kecelakaan

Efek Ableism tanpa disadari bisa mempengaruhi komunitas penyandang disabilitas secara keseluruhan. Pandangan ini membentuk cara orang berpikir tentang perbedaan fisik atau mental, yang dapat diperoleh siapa pun selama hidup mereka. Ini juga merusak masyarakat secara keseluruhan dengan:
• mengurangi akses transportasi, pendidikan, dan internet kepada penyandang disabilitas
• meningkatnya tingkat pengangguran
• meningkatkan kemiskinan
• memicu intimidasi, pelecehan, dan kekerasan terutama pada penyandang disabilitas.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk tidak bertindak dan berperilaku seperti seorang Ableist? Yang utama tentu memiliki sikap toleransi pada penyandang disabilitas, dengan menghormati privasi dan juga hak mereka sebagai manusia.

Selain itu kita bisa belajar mengenai disabilitas dan bagaimana hal itu mempengaruhi hidup seseorang. Kamu juga bisa mendengarkan mengenai kisah atau cerita mereka yang mengalami keterbatasan fisik ataupun mental. Selain itu kamu juga bisa menegur mereka yang melakukan tindakan Ableism, karena seperti yang disebutkan diatas terkadang ada yang tidak menyadari telah melakukan hal ini. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

6 Manfaat Batubara Selain Dikenal Barang Tambang Ekspor

TELENEWS.ID - Manfaat batubara tidak hanya sebagai barang ekspor dengan nilai investasi tinggi. Pada dasarnya batubara mampu dijadikan akses bahan bakar pembangkit...

Belajar dari Citra Kirana, Ini Tips Menerima Masa Lalu Pasangan dengan Lapang Dada

TELENEWS.ID - Keputusan Citra Kirana untuk secara terbuka menerima masa lalu sang suami, Rezky Aditya membuat banyak orang salut padanya. Bagaimana tidak...

Waspada, Kebiasaan Mengkonsumsi Zat Ini Bisa Merusak Ususmu

TELENEWS.ID - Makan bukan hanya memasukkan makanan ke dalam mulut dan sekedar membuat perut terasa kenyang saja. Namun kita juga perlu memperhatikan...

Ternyata Bukan Raffi Ahmad yang Akuisisi Saham US Lecce

TELENEWS.ID – Sejak 27 Mei kemarin pemberitaan di Indonesia heboh dengan kabar bahwa Raffi Ahmad membeli saham club sepak bola asal Italia,...