Home Gaya hidup Memilih Tak Punya Anak, Ini Gaya Hidup Childfree Yang Sedang Berkembang Saat...

Memilih Tak Punya Anak, Ini Gaya Hidup Childfree Yang Sedang Berkembang Saat Ini

TELENEWS.ID – Mungkin istilah Childfree masih asing terdengar di kalangan masyarakat Indonesia dewasa ini. Childfree adalah istilah yang digunakan untuk sebuah gaya hidup yang memilih untuk tidak memiliki anak meskipun sudah berada di dalam tali pernikahan. Tren tersebut dikabarkan sedang berkembang baik di dalam maupun luar negeri. 

Tri Rezeki Andayani selaku Psikolog Sosial di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengungkapkan bahwa keluarga besar adalah salah satu pihak yang harus dilibatkan dalam mengambil keputusan gaya hidup ini. Dirinya menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekedar menyatukan dua manusia saja, namun juga dua keluarga besar. Oleh karena itu sangat bijaksana apabila pengambilan keputusan terlebih dulu disampaikan kepada orang tua kedua belah pihak.

“Tentu saja orang tua dari kedua pasangan berharap bisa mendapatkan keturunan berupa cucu dari anak-anak mereka,” ujar Tri

Jika keputusan tidak diterima oleh orang tua, maka pasangan tersebut bisa saja mendapatkan tekanan sosial. Namun sebaliknya, pasangan tersebut tentu saja bisa dengan mudah menghadapi tekanan sosial.

Mungkin pertanyaan yang terbersit di benak banyak orang ketika mendengar fenomena Chilfree adalah ‘Mengapa harus menikah jika memutuskan untuk tidak memiliki anak?’

Menurut Tri, fenomena ini tidak dapat dipisahkan dari pola pikir budaya kolektif. Budaya masyarakat yang mengharapkan pasangan yang telah menikah tentu saja akan mendapatkan pertanyaan tentang memiliki keturunan.

Sejumlah latar belakang dibalik keputusan tersebut antara lain adalah masalah lingkungan, khawatir akan perkembangan dan pertumbuhan anak, latar belakang keluarga, masalah finansial, hingga masalah emosional atau maternal ‘instinct’.

Memang keputusan ini sangat pribadi. Namun tentu saja akan menimbulkan sejumlah imbas seperti adanya perlakuan atau pemikiran negatif dari lingkungan atau bahkan dari keluarga sendiri. Bagi pasangan yang memutuskan untuk menempuh jalur Childfree pun tentu saja akan menerima tekanan sosial.

Baca juga :  Trauma Masa Kecil, Bagaimana Cara Mengatasi dan Berdamai Dengannya?

Isu atau permasalahan lingkungan menjadi salah satu alasan yang sangat menarik. Banyak pasangan yang memilih Childfree karena alasan meningkatnya populasi penduduk bumi, namun tidak seiring dengan ketersediaan pangan.

Tri menambahkan para pasangan tersebut tidak memiliki rasa percaya diri untuk mengasuh dan merawat anak yang menjadi bahan pertimbangan mereka. Tak ayal, Parenting Self Efficacy adalah hal yang paling bekal yang penting dikala masa persiapan nikah.

“Orang tua harus memiliki kepercayaan diri untuk bisa mengasuh dan merawat anak-anak mereka di jalur yang positif. Perilaku mengasuh anak hingga tumbuh kembangnya akan berpengaruh karena hal tersebut,” tutup Tri.(Neidi)

Most Popular

Bisa Memicu Jerawat, Ini 5 Efek Buruk Makanan Pedas Bagi Kesehatan

TELENEWS.ID-Orang Indonesia dikenal sebagai pencinta makanan pedas. Rasanya makan tak lengkap tanpa menambahkan satu sendok sambal,atau menambahkan banyak cabai dalam masakan. Bahkan...

Lesty-Billar Sembunyikan Pernikahan Siri, Ternyata Ada Manfaat Dari Menikah Diam-diam

TELENEWS.ID-Berita mengejutkan datang dari pasangan muda Rizky Billar dan Lesty Kejora. Setelah isu Lesty berbadan dua sebelum resmi menikah, pasangan ini pun...

Ingin Punya Kulit Glowing Seperti Tasya Farasya? Coba Santap Buah-buahan Segar ini

TELENEWS.ID-Tasya Farasya belum lama ini merilis brand kosmetiknya sendiri, yang langsung laris manis bak kacang goreng. Wanita cantik berdarah Timur Tengah ini...

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah...