Home Ekonomi Menelisik Pengaruh Konflik Ukraina-Rusia Terhadap Ekonomi Indonesia

Menelisik Pengaruh Konflik Ukraina-Rusia Terhadap Ekonomi Indonesia

TELENEWS.ID – Sudah sebulan lebih invasi Rusia terhadap Ukraina berlangsung dan masih belum menghasilkan titik terang dari berakhirnya konflik. Terakhir, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sudah memberikan pernyataan bahwa akan memenuhi beberapa persyaratan yang diberikan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik.

Namun, Zelensky juga mengajukan syarat untuk menjamin keamanan di negaranya kepada beberapa negara. Hingga saat ini belum ada pernyataan dari pihak Rusia terhadap hal ini dan invasi Rusia di Ukraina masih terus berlanjut.

Dampak yang ditimbulkan dari konflik ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh Rusia dan Ukraina saja, namun hampir di negara-negara besar lain. Rusia membalas memberikan kesulitan kepada negara-negara Eropa yang memberikan hukuman kepadanya.

Singapura, salah satu negara Asia Tenggara yang juga ikut memberikan hukuman kepada Rusia, juga tidak luput dari ancaman Rusia untuk mempersulit negara tersebut yang mungkin akan berdampak kepada ekonomi negaranya.

Menurut Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, efek konflik Rusia-Ukraina ini menimbulkan efek domino bagi perekonomian beberapa negara, termasuk di Indonesia. Kesulitan ekonomi yang dihadapi akibat saling tutupnya akses ekonomi antarnegara mengakibatkan inflasi di sejumlah negara besar di Eropa dan Amerika. Inflasi negara besar inilah yang akhirnya berdampak kepada APBN Indonesia.

Ekonom Universitas Gajah Mada (UGM), Eddy Junarsin memaparkan beberapa poin dampak yang juga dirasakan Indonesia akibat konflik Rusia-Ukraina ini. Pertama adalah turunnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS. Hal ini dikarenakan orang akan cenderung memilih untuk berinvestasi pada emas dan Dollar AS untuk keamanan, dan harga emas akan cenderung naik akibat hal ini.

Poin kedua adalah penurunan pasar modal karena pasar modal cenderung mengikuti nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS. Eddy menjelaskan bahwa ke depan selama konflik masih berlangsung, pasar modal Indonesia akan mengalami sedikit penurunan, namun dana investor asing di pasar modal Indonesia sejauh ini masih dalam keadaan stabil.

Baca juga :  Rusia Bersiap Syuting Film di Luar Angkasa

Poin ketiga adalah Indonesia terancam kehilangan pasar ekspor, hal ini dikarenakan nilai ekspor Indonesia ke Rusia salah satu yang terbesar yaitu 170 juta Dollar AS pada Januari 2022. Sedangkan nilai ekspor Indonesia ke Ukraina sebesar 5 juta Dollar AS.

Maka dari itu, Indonesia harus tetap menjaga hubungan baik dengan Rusia walaupun terjadi perang, salah satunya dengan bersifat netral agar tidak kehilangan nilai ekspor tersebut.

Poin keempat adalah tingginya kenaikan harga minyak dunia berdampak pada APBN. Dengan diembargonya Rusia oleh beberapa negara besar, mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia. Eddy memprediksi saat ini harga minyak dunia sudah bisa menyentuh angka lebih dari 100 Dollar AS per barel. Sedangkan rata-rata konsumsi Indonesia terhadap minyak dunia adalah 60-65 Dollar AS.

Setiap kenaikan 1 Dollar AS per barel, APBN Indonesia dibebankan dengan subsidi sebesar 2,5 triliun rupiah lebih. Lalu untuk minyak tanah, APBN dibebankan hingga 50 miliar rupiah untuk setiap kenaikan 1 Dollar AS per barel. Serta Elpigi sebesar 1,5 triliun rupiah beban subsidi APBN.

Baca juga :  Dianggap Jadi Sumber Covid-19, Inilah Alasan Lab Wuhan Perlu Diteliti

Poin terakhir adalah kenaikan harga komoditas gandum karena Indonesia diketahui mengimpor gandum dari Ukraina yang digunakan untuk bahan utama roti dan mie instan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) total impor Indonesia untuk gandum pada 2020 mencapai 10,299 juta ton ke Ukraina. Ukraina berkontribusi sebesar 20% pasokan gandum ke Indonesia.

Direktur Eksekutif Center of Law and Economic Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan Indonesia perlu mengantisipasi pasokan pangan yang sangat membutuhkan gandum. Para pengusaha juga sudah harus waspada untuk pengendalian harga komoditas dalam negeri yang menggunakan gandum, agar harga komoditas tersebut tidak mengalami kenaikan yang akan memberatkan masyarakat. (Angela Limawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Tips Makeup Simpel untuk Datang ke Kondangan Pernikahan

TELENEWS.ID - Datang ke kondangan pernikahan menjadi hal yang cukup tricky untuk kaum Hawa. Selain harus memilih busana apa yang tepat untuk...

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...

Wajarkah Merasa Cemas Setelah Jokowi Perbolehkan Lepas Masker di Area Terbuka? Ini Penjelasannya!

TELENEWS.ID - Presiden Jokowi mulai melonggarkan aturan penggunaan masker di ruangan terbuka. Presiden menyampaikan hal ini melalui video pernyataan pers yang disiarkan...