Home Metropolitan Menelisik Proyek Kilat Pembangunan Sirkuit Formula E

Menelisik Proyek Kilat Pembangunan Sirkuit Formula E

TELENEWS.ID – Di lahan seluas 40 Hektar mulai dibangun Sirkuit Formula E yang ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan. Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD DKI Jakarta, optimis sirkuit dapat digunakan sebelum tanggal 4 Juni 2022.

Lokasi sirkuit Formula E ini tepat berada di bekas pembangunan sirkuit Ancol yang dulu pernah dibangun pada tahun 1970-an. Untuk itu, sejumlah pihak meyakini kontur tanah yang digunakan adalah kontur tanah yang baik untuk balapan nanti.

Pada bagian timur sirkuit terdapat tempat pembuangan lumpur hasil pengerukan sungai dan waduk Jakarta. Ini merupakan pekerjaan rumah yang akan diselesaikan dalam pembangunan.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Pandapotan Sinaga, menyatakan dirinya tidak yakin pembangunan sirkuit selesai dalam waktu tiga bulan. Menurutnya, disisi timur, lokasi pembuangan lumpur pengerukan sungai tersebut perlu waktu yang cukup panjang untuk proses pengerasan.

Sedangkan Vice Managing Director Formula E, Gunung Kartiko membenarkan bahwa ada beberapa lokasi bekas area rawa yang kontur tanahnya lembek serta tidak rata. Namun beliau tetap meyakini bahwa pembangunan akan diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

Gunung juga meyakini bahwa sirkuit akan memenuhi standar kualifikasi sirkuit Formula E Internasional dari Federeasi Otomotif Internasional (FIA). TIM FIA sendiri akan memonitor pembangunan sirkuit secara langsung di Ancol. Setelah selesai akan diadakan homologasi atau pengesahan yang bersifat persetujuan untuk sirkuit tersebut.

Sementara itu, kegaduhan soal Formula E juga muncul dari commitment fee yang sudah dibayarkan Pemprov DKI Jakarta sebesar 560 miliar yang tengah diselidiki KPK. Menurut pimpinan KPK, Alexander Marwata, poin utama yang masih jadi pertanyaan KPK soal commitment fee ini seprti alasan pembayaran oleh Pemprov DKI, kemana biaya ditransfer, dan pihak mana saja yang memiliki wewenang kepengurusan hal ini.

Baca juga :  Transjakarta Bagikan APD dan Kebutuhan Pokok

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, besaran commitment fee setiap negara berbeda-beda tergantung siapa yang menyelenggarakan. Pembalap Senior yang juga Ketua Dewan Pengarah (Steering Committee) Formla E, Tinto Soeprapto menjelaskan bahwa commitment fee ini dibayarkan untuk jaminan kepada mereka untuk setiap race, serta kalender pertandingan. Tinton juga meyakini bahwa uang tidak akan hilang melainkan digunakan untuk kebutuhan setiap balapan. (Angela Limawan)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...

Wajarkah Merasa Cemas Setelah Jokowi Perbolehkan Lepas Masker di Area Terbuka? Ini Penjelasannya!

TELENEWS.ID - Presiden Jokowi mulai melonggarkan aturan penggunaan masker di ruangan terbuka. Presiden menyampaikan hal ini melalui video pernyataan pers yang disiarkan...

Panas! Isu Sponsor Ghaib Formula E!

TELENEWS.ID - Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra meragukan validitas dari sponsorship untuk ajang Formula E. menurutnya, belum adanya pengumuman...