Home Metropolitan Meneropong Kinerja Gubernur dalam Mengatasi Kemacetan di DKI Jakarta

Meneropong Kinerja Gubernur dalam Mengatasi Kemacetan di DKI Jakarta

TELENEWS.ID – Empat tahun sudah berlalu sejak Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Berbagai program dan juga janji kampanye digunakan untuk mendulang suara dengan hasil 58 persen suara. Akan tetapi, menjelang masa berakhirnya jabatan Gubernur DKI tersebut, masyarakat menilai masih belum ada perubahan yang signifikan dari permasalahan yang mendera DKI Jakarta, terutama dalam bidang transportasi dan kemacetan.

Anies mengklaim selama periode jabatannya sebagai Gubernur DKI ini sudah merealisasikan beberapa janjinya yang dianggap sebagai sebuah prestasi. Dalam sebuah laporan pada tahun 2019 yang lalu, dirinya telah mencapai sebuah kemajuan dalam bidang transportasi.

Seperti yang diketahui, Pemprov DKI sedang gencar untuk melakukan proses integrasi antarmoda dengan menambah jumlah rute Transjakarta yang mencapai 220 rute per tahun 2019. Kemudian juga dengan adanya program Jak Linggo yang mengintegrasikan MRT dan juga LRT yang tercatat sudah melayani kurang lebih hampir 800 ribu penumpang di tahun 2019.

Anies mengklaim, di masa kepemimpinannya sejak awal menjabat pada tahun 2017 yang lalu, jumlah penumpang Transjakarta meningkat hingga 640 ribu penumpang sehari. Bila dibandingkan dengan kondisi 2004 hingga 2017, penumpang Transjakarta saja berkisar di angka 300 ribuan dalam kurun waktu sehari.

Tentu saja, apa yang diklaim Anies tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kemacetan yang sudah menjadi penyakit di ibukota. Padahal, untuk mengatasi kemacetan yang ada di DKI Jakarta ini tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh Gubernur yang menjabat saat ini. Ada campur tangan juga dari Gubernur yang sebelumnya menjabat.

Karena, masalah kemacetan ini tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang pendek dan memerlukan masa transisi yang juga tidak sebentar. Masalah kemacetan di DKI Jakarta ini sebenarnya sudah dipikirkan oleh Mantan Gubernur Ali Sadikin yang saat itu memiliki ide untuk mengintegrasikan angkutan umum.

Baca juga :  Kadis Bina Marga DKI Optimis Pekerjaan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta Selesai Sesuai Target

Kemudian, sosok Sutiyoso juga berperan penting dalam mengatasi masalah kemacetan ini dengan merancang jalur Transjakarta yang menghubungkan berbagai wilayah di DKI Jakarta dengan satu moda transportasi. Pembangunan ini kemudian dilanjutkan di masa kepemimpinan Fauzi Bowo yang mulai membuka beberapa rute baru untuk Transjakarta ini.

Di masa kepemimpinan Jokowi dan Ahok, proyek pembenahan transportasi di DKI Jakarta ini dilanjutkan dengan membangun Moda Raya Terpadu dan membenahi fungsi trotoar yang ada di Jakarta. Dari runutan waktu tersebut, bisa dikatakan proyek mengatasi kemacetan di DKI Jakarta hanyalah sebagai proyek lanjutan dari Gubernur terdahulu yang belum sempat selesai karena masa jabatan habis. (Latief)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Undang-Undang (UU) Nomor...

Anies Tunjuk Sekjen IMI Sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Ada Apa?

TELENEWS.ID - Ajang Formula E yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022 nanti tinggal menunggu waktu. Namun, hingga saat ini...