Home Nasional Sosial Budaya Mengenal 4 Kebudayaan Khas Betawi yang Patut Dilestarikan

Mengenal 4 Kebudayaan Khas Betawi yang Patut Dilestarikan

TELENEWS.ID – Sebagai Ibu Kota negara Indonesia, kota Jakarta dipenuhi penduduk yang semakin melonjak karena adanya para perantau dari luar Jakarta, yakni berasal dari seluruh daerah di Indonesia yang terus berdatangan. 

Meski demikian, penduduk asli Jakarta, yaitu suku Betawi masih banyak ditemui di kota metropolitan tersebut. Secara umum, suku Betawi telah berasimilasi dengan beragam budayanya bahkan menjadi ikon penting di Ibu Kota Jakarta.

Penduduk Betawi asli juga terus berupaya melestarikan bahasa, musik, tari, hingga kuliner khas-nya, sekaligus berusaha berbaur ke dalam kehidupan Indonesia yang semakin modern.

Dilansir dari data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, pada Jumat (05/06/2021),  bahwa tercatat ada empat kesenian khas Betawi yang dinilai paling populer dan kerap dijadikan tradisi guna menyambut tamu negara. Inilah keempat Kebudayaan khas Betawi yang Patut untuk terus dilestarikan.

1. Ondel-ondel

Ondel-ondel seolah terikat erat dan tak dapat dipisahkan dari budaya Betawi serta Ikon Jakarta. Manekin raksasa ini biasanya tampil berpasangan, Ondel-ondel pria biasanya mengenakan topeng berwarna merah, lengkap dengan kumis dan cambang serta pakaian berwarna gelap. Sementara si Ondel-ondel wanita bertopeng putih dengan gincu merah serta mengenakan pakaian berwarna terang. Keduanya pun dilengkapi hiasan kepala khas Melayu bernama Kembang Kelapa.

Ondel-ondel dibuat dari rangka bambu yang memungkinkan tubuh orang masuk dan membawanya dari dalam kemudian menggerakannya sesuai alunan musik agar tampak hidup.

Selain itu, ondel-ondel juga biasanya menghiasi acara pernikahan atau sunatan dengan tampil di barisan terdepan dari sebuah arak-arakan yang diikuti oleh pengantin, keluarga, dan juga para kerabat.

Arak-arakan tersebut dilakukan dengan mengelilingi kampung. Nuansa Betawi pun akan terasa semakin kental dengan diiringi irama musik khas betawi, yaitu tanjidor atau gambang kromong.

2. Tanjidor

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu musik Tanjidor. Musik khas Betawi ini ternyata dilahirkan pertama kali dari perkebunan Belanda yang terletak di pinggiran Batavia seperti Depok, Cibinong, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

Adapun orang yang memainkannya adalah budak-budak yang berniat mempersembahkan pertunjukan untuk menghibur menir-menir Belanda. Ketika perbudakan dihapus pada abad ke-19, kelompok Tanjidor tetap bermusik dengan cara mengamen demi mendapatkan penghasilan.

Baca juga :  Perang Pandan; Tradisi 'Duel Jantan' Untuk Hormati Dewa Indra

Pengaruh Eropa pun tampak jelas dari penggunaan alat musik ini, seperti terompet, bas, klarinet, dan simbal. Saat ini Tanjidor sudah melebur dengan musik tradisional Melayu, yaitu gambang kromong yang menggunakan rebana, bedug, gendang, kempul, dan masih banyak lagi.

3. Tari Lenggang Nyai

Tari Lenggang Nyai biasanya melibatkan 4 hingga 6 anak perempuan. Tarian ini merupakan kreasi zaman sekarang. Lenggang Nyai sendiri menggambarkan perempuan Betawi yang lemah gemulai namun juga cekatan.

Tarian ini kerap menghiasi pertunjukan pada acara-acara seni dan pariwisata luar negeri. Perpaduan antara tari cokek dan tari topeng serta pengaruh tarian-tarian dari Cina membuat tarian ini terlihat sangat unik dan menarik.

Para penari melenggang cantik dengan mengenakan pakaian merah dan hijau terang ditambah aksesoris ikatan kepala khas Cina. Versi lainnya dari kesenian ini adalah tari sembah nyai yang diciptakan oleh Dadi Djaja yang dimainkan untuk penyambutan para tamu.

4. Tari Belenggo

Tarian ini sangat populer di Batavia ketika masa penjajahan Belanda. Pengaruh Cina yang mengalir pada Betawi turut memengaruhi gerak tarian ini sehingga terlihat mirip dengan tari ronggeng.

Baca juga :  Lestarikan Budaya Nasional Hingga Mancanegara Lewat Digitalisasi Aksara Nusantara

Belenggo biasanya dimainkan dengan iringan tiga buah rebana yang memiliki ukuran berbeda. Ditambah lagi suara dari satu atau dua rebana yang biasanya dimainkan dengan gamelan Sunda dan terkadang diganti dengan biola atau kecapi.

Gerakan tariannya pun sebenarnya sangat sederhana, menyerupai tari zapin. Semua penari yang memainkan tarian ini merupakan laki-laki yang mengenakan kostum hitam mirip dengan pakaian pencak silat. Bahkan koreografinya pun mengikuti gerakan ala pencak silat. Tak jarang pertunjukan tarian ini pun mengundang gelak tawa dari para penontonnya. Sangat menghibur bukan?

Itulah 4 budaya khas Betawi yang Patut dilestarikan, terutama di zaman kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Sebenarnya tak hanya dari suku Betawi, Indonesia tentunya harus melestarikan kekayaan budaya dari berbagai sukunya. Karena faktanya, di luar negeri saja banyak yang berdecak kagum bahkan mempelajari kesenian budaya Indonesia. (Hifziyah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

New York Rasa Lokal Ada di Broadway Alam Sutera

TELENEWS.ID- Bicara rencana liburan untuk akhir pekan, sepertinya seru untuk dibahas. Bukan tanpa sebab, saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah...

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...