Home Hiburan Mengenal Doxxing yang Membuat Mantan Pacar Kim Seonho Menerima Ancaman Pembunuhan

Mengenal Doxxing yang Membuat Mantan Pacar Kim Seonho Menerima Ancaman Pembunuhan

Telenews.id- Drama antara Kim Seonho dan mantan pacar yang dipaksanya melakukan aborsi terus bergulir. Selama ini dikenal sebagai Miss A, identitas mantan pacar pemain serial “Hometown Cha-Cha-Cha” ini kabarnya tersebar ke publik.

Adalah Choi Young Ah, seorang penyiar cuaca stasiun TV KBS yang diduga sebagai sosok A, mantan pacar Kim Seonho yang dipaksa melakukan aborsi oleh aktor ganteng ini. Tersebarnya identitas dan wajah Choi Young Ah ke publik, membuat wanita ini bahkan katanya sempat menerima online bullying hingga ancaman pembunuhan di media sosial.

Bahkan menurut pengacara Lee Dong Hoon dan Jung Da Eun, kliennya tersebut mengalami stress dan tekanan psikologis berat akibat tersebarnya identitas hingga data dirinya di media sosial. “Saat ini, klien kami mengalami tekanan mental hingga sulit baginya untuk menjalani kehidupan sehari-hari,” jelas tim kuasa hukum.

Selain itu akibat tersebarnya data pribadi Choi Young Ah, wanita cantik ini bahkan hingga menerima ancaman pembunuhan dari warga net. “Saat ini, informasi pribadi tentang ‘A’ sedang dirilis secara sembarangan melalui outlet media tertentu, media sosial, dan komunitas online” ujar tim pengacara. “Sekarang dia menghadapi serangan tanpa akhir dan bahkan ancaman kematian berdasarkan kebohongan tentang identitas dan kehidupan pribadinya” tambah mereka lagi.

Apa yang terjadi pada Choi Young Ah bisa disebut sebagai doxxing atau doxing, yang bisa berakibat sangat fatal bagi para korbannya. Doxxing sendiri bisa diartikan sebagai penyebarluasan data pribadi seseorang melalui media sosial, tanpa persetujuan dari orang tersebut. Data pribadi ini bisa berupa nama lengkap, alamat rumah, tempat tinggal, nomor telpon bahkan hingga tempat kerja seseorang juga.

Kegiatan Doxxing dimulai pada awal 1990-an, dan namanya berasal dari docs, singkatan dari dokumen. Peretas atau hacker menggunakannya sebagai taktik balas dendam, terhadap orang-orang yang berseberangan atau musuh mereka. Doxxing melibatkan pengungkapan informasi pribadi seseorang dalam file, yang dapat diakses publik secara online.

Baca juga :  Jane Callista Meraih Gelar Juara Dunia dalam Kompetisi Menyanyi Internasional di Italia

Tujuan doxxing sendiri beragam mulai dari mempermalukan seseorang secara online, untuk mengkritik, untuk menyeret seseorang ke ranah hukum, atau yang lebih mengerikan lagi untuk menjadikan orang tersebut target bullying baik secara online atau secara langsung di kehidupan nyata.

“Doxxing, tindakan menyiarkan informasi pribadi atau identitas tentang seseorang untuk tujuan pelecehan, dan khususnya pelecehan berbasis ras dan gender, telah mendapatkan perhatian serius saat ini” ujar Dr. Alex Ketchum, Dosen Fakultas Institut Studi Gender, Seksualitas, dan Feminis di Universitas McGill, Kanada. “Wanita, orang non-biner gender, LGBTQ, dan orang dari ras tertentu atau minoritas lebih cenderung tidak hanya diserang mengenai prinsip mereka, tetapi juga identitasnya disebar luaskan ke publik” tambahnya lagi.

Efek doxxing benar-benar mengerikan. Seperti yang dialami oleh Choi Young Ah, wanita ini bahkan hingga terpaksa melapor pada pihak berwajib karena mendapatkan ancaman pembunuhan dan perundungan melalui media sosialnya. Selain itu banyak kehidupan orang yang sudah hancur karena doxxing. Efeknya mereka bisa kehilangan pekerjaan, kehilangan keluarga bahkan ada yang sampai kehilangan kewarasan dan mencoba untuk melakukan bunuh diri.

Baca juga :  Bullying Sebabkan Enzy Storia Ingin Akhiri Hidup, Ini Tips Atasi Trauma Akibat Dibully saat Kecil

Orang yang mengalami doxxing, tak punya pilihan lain kecuali menghapus semua akun media sosial milik mereka. Banyak yang kemudian berganti nomor handphone, pindah rumah bahkan bersembunyi karena efek doxxing mereka rasakan hingga ke kehidupan nyata.

Semua orang bisa jadi korban doxxing. Karena itulah Alex Hamerstone, seorang Konsultan dan peneliti keamanan teknologi di TrustedSec mengingatkan agar berhati-hati membagikan data pribadi di media sosial. Dia juga menyarankan agar menggunakan username dan alamat email yang berbeda-beda, untuk setiap aplikasi media sosial yang dimiliki. (Yuyun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Startup Indonesia Lakukan PHK Besar, Ada Apa?

TELENEWS.ID – Beberapa hari lalu, perusahaan startup Indonesia seperti LinkAja, Zenius, SiCepat, dan JD.ID melakukan pemutusan hubungan kerja kepada sejumlah karyawannya. Hal...

Elon Musk Batal Bangun Pabrik Tesla di India, Peluang Indonesia Semakin Besar

TELENEWS.ID – Dikutip dari India Times dan ABP Live, Elon Musk memutuskan untuk tidak berinvestasi di India dalam membangun pabrik mobil Tesla...

Ibukota Akan Pindah, Bagaimana Pertahanan Udaranya?

TELENEWS.ID - Pemindahan Ibukota negara ke Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur harus dibarengi dengan pertahanan udara yang maksimal. Karena, posisi Ibukota tersebut...

Pemprov DKI Mengandalkan SPAM untuk Mengatasi Akses Air Bersih

TELENEWS.ID - Untuk mengatasi masalah banjir dan juga menanggulangi masalah air bersih di DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta mendapatkan kucuran dana dari...