Home Gaya hidup Mengenal Fengsui, Ilmu Peruntungan Universal dari Zaman Tiongkok Kuno

Mengenal Fengsui, Ilmu Peruntungan Universal dari Zaman Tiongkok Kuno

TELENEWS.ID – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa dimana salah satunya adalah Etnis Tionghoa. Etnis Tionghoa merupakan salah satu pendatang yang menghuni Nusantara sejak abad ke-15. Kedatangan paling besar tercatat pada abad ke-18 dan ke-19.

Mayoritas orang Tionghoa ini tinggal di suatu wilayah yang biasa disebut pecinan di beberapa provinsi di Indonesia.

Orang Tionghoa dalam kesehariannya juga masih melestarikan tradisinya, Termasuk fengsui. Rudi, salah satu penjaga klenteng Hok Sian Kiong di Mojokerto mengaku cukup sering menggunakan jasa ahli fengsui, meski tidak setiap tahun.

Ketika ditemui, dirinya mengaku jika menggunakan fengsui untuk bisnis dan kesehatan. terlepas dari itu dirinya percaya jika kesejahteraan maupun keselamatan seseorang tergantung dari amal dan perbuatannya.

Ia mengatakan, mayoritas orang yang menggunakan jasa ahli fengsui berasal dari kalangan berduit. Hal ini, yang menurutnya membuat sebagian besar orang tidak bisa memenuhi saran ahli fengsui. Misalnya, masalah merancang bangun rumah yang jelas memerlukan biaya.

Berawal dari Lokasi Makam

Dihubungi secara terpisah, Yulius Fang selaku pakar fengsui menuturkan jika ilmu fengsui ini lahir dari pemahaman masyarakat Tiongkok Kuno dalam menentukan lokasi makam untuk anggota keluarga di lingkungan kaisar sekitar 6.000 tahun silam.

Dirinya menyebut jika saat itu struktur kekaisaran di Tiongkok memiliki departemen khusus dan anggota yang bertugas dalam memantau lokasi alam yang layak menjadi tempat penguburan jenazah.

Fungsi dari penentuan letak makam itu, sambung Yulius, dipercaya sebagai sumber penentu bagi kesejahteraan hidup anggota keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya fengsui ini mirip dengan arsitek yang merancang bangunan namun dalam tingkat yang berbeda.

“Kelebihan fengsui ialah mempelajari pengaruh energi alam dan kondisi pola lingkungan tertentu terhadap bangunan dan kehidupan manusia. Bagaimana kita mengoptimalkan energi alam bagi penghuninya,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (14/7).

Dalam keterangannya ia menerangkan jika fengsui adalah metode penataan, manajemen, serta manipulasi aliran angina dan air. Selain itu di fengsui, juga menyertakan tolak ukur yin sebagai kebaikan dan yang sebagai keburukan serta lima elemen dalam kehidupan meliputi logam, api, kayu, tanah dan air.

Pada 1990-an, kata dia, ilmu fengsui populer di seluruh dunia. Ketika itu, seorang tokoh pengembang ilmu fengsui asal Malaysia bernama Lillian Too, menjadi terkenal setelah menerbitkan buku tentang penerapan fengsui dalam beragam bidang, seperti dunia pekerjaan dan usaha.

Seiring waktu, fengsui berbaur dengan astrologi Tiongkok yang memuat perhitungan peruntungan menurut shio. Menurut Yulius, perhitungan nasib berdasarkan shio tidak termasuk ke dalam ilmu fengsui. Namun, pelaku yang melabelkan dirinya sebagai ahli fengsui, menyertakan analisa nasib menurut shio tahun kelahiran seseorang. Akibatnya orang susah membedakan astrologi shio dengan fengsui lantas mencampur keduanya yang pembacaan shio dikaitkan dengan fengsui.

Maraknya fengsui ini membuat Yulius merasa resah dengan pertumbuhan praktik konsultasi mengatasnamakan fengsui belakangan ini. Banyak yang mulai mengembangkan jasa konsultasi menurut ilmu fengsui, tapi abal-abal,sambung lelaki yang mengembangkan ilmu fengsui sejak 2004 ini.

Mengembangkan Fengsui

Diakui oleh Yulius dirinya menekuni ilmu fengsui dengan belajar dari banyak guru yang memiliki keahlian dari keturunan kekaisaran Tiongkok kuno. Dirinya mengenal fengsui kala ingin memulihkan sakit vertigo yang dideritanya pada akhir 2001.

Ia pergi ke ahli fengsui setelah segala upaya tak berhasil menyembuhkan penyakitnya. Dari penuturan ahli fengsui tersebut penyakitnya disebabkan oleh kondisi ruang tempat tinggalnya yang berupa ruko atau rumah toko, membawa energi negatif terhadap tubuhnya. Semenjak itu dia mengetahui ilmu fengsui mempelajari dampak energy bangunan terhadap energi dalam tubuh seseorang.

Yulius lantas menggunakan pengetahuan metode fengsui untuk membentuk kerabat serta kenalan secara terbatas setelah mendalami ilmu fengsui untuk membantu pemulihan kesehatannya tersebut.

Baca juga :  Benarkah Pola Makan Vegan Paling Sehat?

Setelah itu dia menjadikan keahliannya itu sebagai pekerjaan utama, meninggalkan bisnis warisan orang tuanya sebagai broker saham.

Kini, Yulius mengembangkan jasa konsultasi bernama Feng Shui Consulting Indonesia. Ia tak membantah, memasukkan perkiraan peruntungan seseorang dari shio dalam layanannya. Alasannya, pembacaan nasib menurut shio, paling populer di masyarakat.

Akan tetapi dia paling banyak melayani konsultasi mengenai rencana pembangunan properti, desain rumah dan lokasi usaha termasuk konsultasi peruntungan seseorang misalnya keluarga, kesehatan, karier serta kecocokan pasangan.

Yulius juga melayani hal lain seperti pemilihan hari baik untuk memulai usaha, hari pernikahan, pindah rumah serta renovasi rumah.

Dia menuturkan jika pemilihan hari baik ini penting sebab menentukan pijakan awal demi kesuksesan orang di masa selanjutnya, namun fengsui hanya memberikan saran-saran, tetap bergantung pada usaha dan kerja keras manusianya.

Pihaknya mematok tarif yang bervariasi, tergantung jenis konsultasi yang diminta klien. Untuk sekali konsultasi pendirian rumah, misalnya, dipatok puluhan juta rupiah. Menurut Yulius, fengsui dapat dimanfaatkan sebagai saran untuk mendukung aktivitas hidup seseorang dari beragam latar belakang kepercayaan.

Baca juga :  Tanda-Tanda Insecure dan Bagaimana Mencintai Diri Sendiri

Fengsui Berlaku Universal

Melihat fengsui yang menjadi tradisi ini menurut Aji Chen Bromokusumi, Sekretaris Umum Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) sekaligus pengamat budaya Tionghoa ini fengsui disebut sebagai metode perhitungan nasib yang memiliki acuan yang bersifat universal serta bersumber dari berbagai macam unsur kosmos.

Dirinya juga menekankan bahwa fengsui bukan sebuah praktik ilmu bermuatan klenik atau takhayul sebab fengsui kata Aji berlandaskan dengan metode perhitungan yang ada di kalender Tiongkok yang disebut dengan tong shu.

“Dalam setiap kelompok budaya kuno, memiliki perhitungan serupa fengsui. Misalnya, Suku Inka, Maya, dan Arab,” ujar Aji saat dihubungi, Rabu (14/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan, dalam perhitungan menurut fengsui kuno, berlaku tolak ukur berdasarkan 12 shio yang dilambangkan dengan 12 hewan. Lima elemen, yakni logam, kayu, api, air, dan tanah, kata Aji menyimbolkan susunan alam semesta. Kemudian, fengsui lantas populer karena perhitungannya berdasarkan keseimbangan alam, tak mengandung kaitan dengan etnis atau keyakinan tertentu.

Diterimanya konsep dan pola perhitungan fengsui di Indonesia ini menurut Aji terjadi karena karakter dari masyarakatnya yang bersifat terbuka serta permisif. Hal ini bisa dilihat sebagaimana tradisi perayaan dalam bermacam keyakinan, fengsui lantas dengan mudah diterima.

“Buktinya, Halloween dan Valentine dirayakan. Hari Iduladha, Idulfitri, Natal juga dirayakan. Bahkan budaya Korea itu sangat diterima di sini,” ujar salah seorang penulis buku Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara yang terbit pada tahun 2013 itu.

Dia melanjutkan jika sikap terbuka dan permisif itu tidak bisa dilepaskan dari karakter bangsa Indonesia sendiri yang terbentuk dari beragam budaya dan ras. Akan tetapi dalam pandangan Aji, bisa saja ada penolakan dari masyarakat terhadap fengsui. Dan ini tidak bisa ditampik.

Menanggapi hal ini, Yulius maklum. Menurut Yulius, ada pemahaman yang belum merata di masyarakat mengenai ilmu fengsui. Dia mengakui hanya sekitar 30-50 persen saja orang yang menuruti masukan atau saran dari konsultasi dengan jasanya.

Ia beralasan, hal itu umumnya karena terbentur syarat teknis masing-masing klien. Misalnya, saran tertentu terkait renovasi rumah bagian tertentu, tak bisa dengan mudah dipenuhi klien karena harus bersinggungan dengan pihak pengembang. Yulius pun sampai saat ini masih berusaha terus mengedukasi masyarakat tentang ilmu fengsui yang benar, dalam beragam acara.

“Antara lain dilakukan melalui bermacam seminar ataupun program talkshow yang bekerja sama dengan perusahaan lain,” pungkasnya. (Uswatun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Dispatch Bongkar Rahasia Kencan Idol Korea

TELENEWS.ID - Bagi kamu pecinta industri hiburan Korea tentu sudah tidak asing dengan media yang cukup fenomenal yakni Dispatch. Layaknya Lambe Turah...

Maeda Tadashi, Samurai Jepang yang Membantu Kemerdekaan Indonesia

TELENEWS.ID - Kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari peran penting beberapa tokoh tanah air yang ingin bebas dari belenggu penjajah. Namun, jangan...

Pemprov DKI Menghentikan Pembiayaan Ajang Formula E

TELENEWS.ID - Penyelenggaraan Formula E yang sedianya dilaksanakan tahun ini harus tertunda akibat adanya pandemi Covid-19. Tidak kunjung mendapatkan kejelasan, pihak DKI...

Pengadaan Rapid Test, Pemprov DKI Melakukan Pemborosan 1,19 Miliar

TELENEWS.ID - BPK merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengenai laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya, dalam laporan tersebut Pemprov DKI Jakarta...