Home Gaya hidup Mengenal Fenomena Single Shaming, Saat Para Jomblo Dipandang Rendah dan Dibully

Mengenal Fenomena Single Shaming, Saat Para Jomblo Dipandang Rendah dan Dibully

TELENEWS.ID – Sebagian orang mungkin menganggap hidup melajang sebagai jomblo itu bebas, menyenangkan dan tanpa ada yang melarang untuk bergaul dengan siapa saja. Namun faktanya, tak sedikit pula seorang jomblo yang mengalami hal-hal kurang mengenakkan dari lingkungan dan pergaulan sekitar mereka.

Salah satunya mendapatkan bullying terkait status jomblo mereka. Mulai dari ejekan mengenai penampilan hingga omongan yang kurang mengenakkan seperti perawan atau perjaka tua yang tak laku-laku. Belum lagi tuntutan bahwa wanita harus menikah di usia sekian dan menjomblo dianggap sebagai sesuatu yang memalukan, membuat banyak para lajang yang akhirnya mengalami yang namanya single shaming.

Menurut pakar kencan dan hubungan, Hayley Quinn; single shaming merupakan anggapan bahwa mereka yang melajang atau menjomblo dianggap sebagai orang-orang yang kurang lengkap dalam hidupnya, perlu dikasihani, dianggap menyedihkan dan pandangan buruk lainnya mengenai kesendirian mereka dari lingkungan sekitarnya.

“Single shaming dapat dinyatakan sebagai ucapan yang menurut orang lain itu bermaksud baik, walaupun sebenarnya komentar yang mereka lontarkan benar-benar kasar dan mengusik privasi mereka yang melajang” ujar Quinn. “Komentar ini bisa berasal dari siapa saja, entah itu dari kerabat yang usil atau teman yang sombong, komentar ini dapat menyiratkan bahwa ada sesuatu yang aneh secara tentang menjadi seorang yang lajang” tambahnya lagi.

Orang-orang yang melakukan single shaming tidak mengerti bahwa ada banyak alasan bagi seseorang untuk melajang, dan sebenarnya kita harus menghormati alasan tersebut. Salah satunya, mungkin mereka baru saja keluar dari hubungan yang sangat toxic seperti pacaran atau perceraian.

Mereka hanya belum siap untuk berkomitmen pada orang lain karena trauma atau luka dalam yang mereka alami, pasca hubungan sebelumnya yang kandas. Jadi memaksa dan mencoba membuat mereka berkencan dengan seseorang yang baru atau berkomentar mengenai status single mereka, sebenarnya bisa berbahaya bagi kesehatan mental para lajang ini.

Baca juga :  Harus Tahu, 6 Tanda Persahabatanmu Tidak Akan Bertahan Lama

Menjadi lajang hampir selalu diperlakukan sebagai keadaan atau cacat karakter dan hampir tidak pernah merupakan pilihan positif.

Layanan kencan online, Match menemukan bahwa 52% orang pernah mengalami single-shaming dari lingkungan sekitarnya. Menurut para ahli, hal ini lantaran nilai budaya dan sejarah dimana nilai seseorang terutama wanita ditentukan oleh status perkawinan.

Lalu bagaimana jika dirimu mengalami single shaming? Apa yang harus dilakukan saat orang lain membully dan bahkan berkomentar nyinyir mengenai status lajangmu?

• Ingat menjadi lajang tidak selalu buruk. Kamu hanya sedang melindungi dirimu dari hubungan toxic yang bisa merusak mentalmu
• Ketika orang lain mengomentari kehidupanmu yang melajang, tak perlu kamu pikirkan terlalu dalam. Anggap saja mereka sedang mendoakanmu untuk menemukan pasangan yang tepat.
• Kalau ingin merespons, hindari ucapan yang terkesan merendahkan dirimu sendiri. Katakan saja pada mereka kamu sedang fokus pada kariermu atau belum menemukan pasangan yang tepat.
• Ingat kamu tidak punya kewajiban untuk menceritakan atau mengungkapkan kehidupan percintaanmu pada orang lain. Jadi tak masalah kalau kamu tak mau menanggapi atau menjawab pertanyaan mereka
• Jangan takut untuk mengubah topik ke hal lain yang kamu sukai jika obrolan dengan orang lain menuju ke arah percintaan dan pasangan, ada lebih banyak hal dalam hidup daripada sekadar hubungan percintaan bukan.
• Nikmati kesendirianmu dan fokus pada kebahagianmu sendiri. Kamu bisa traveling atau melakukan hal yang kamu sukai tanpa perlu merasa terikat pada suatu hubungan.

Baca juga :  Hati-Hati Jangan Mudah Tertipu Ciri-Ciri Loker Bodong yang Wajib Anda Waspadai

Jika kamu adalah seorang jomblo, ingatlah bahwa kamu adalah manusia seutuhnya yang mandiri dan tidak membutuhkan orang lain untuk merasakan kebahagiaan.

Sebaliknya jika kamu memiliki pasangan dan sedang dalam suatu hubungan, ingatlah bahwa para jomblo tidak semuanya malang, menyedihkan, sengsara, kesepian dan putus asa mencari jodoh. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Deretan Destinasi Incaran Wisatawan Berkonsep Alam dan Budaya di Papua, Simak Daftarnya

TELENEWS.ID - Berbicara seputar deretan tempat wisata unggulan sekaligus menjadi incaran semua wisatawan lokal sampai mancanegara pastinya memberi penawaran menarik.

Dianggap Berjasa, Layakkah Brigadir Yoshua Diangkat Sebagai Pahlawan?

TELENEWS.ID - Pengacara Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Brigadir Josua sebagai pahlawan pada peringatan HUT...

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...