Home Nasional Hukum Menyoal Kembali Hukuman Mati Bagi Koruptor di Indonesia

Menyoal Kembali Hukuman Mati Bagi Koruptor di Indonesia

TELENEWS.ID – Terpidana kasus korupsi bantuan sosial untuk penanganan Covid-19, Juliari Batubara meminta agar dirinya dibebaskan. Dalam pembelaannya, Juliari mengatakan bahwa dirinya masih memiliki beberapa anak yang masih kecil, dan juga menyinggung peran dirinya sebagai seorang ayah di keluarganya. Tentu saja hal ini menjadi bahan perbincangan di masyarakat karena dirinya sudah terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Sebenarnya sah-sah saja jika Juliari mengatakan demikian, karena jika dilihat dari sisi kemanusiaan, anak-anaknya memang membutuhkan sosok seorang ayah. Namun, Indonesia adalah negara hukum, semua tindak pidana yang dilakukan memiliki konsekuensinya sendiri. ICW meminta kepada negara untuk memberikan hukuman kepada Juliari dengan hukuman yang sangat berat.

Tindak pidana korupsi adalah salah satu tindak pidana yang saat ini menjadi sorotan banyak pihak. Ancaman hukuman mati yang waktu itu sempat dikatakan oleh KPK bagi mereka yang melakukan korupsi dana penanganan masalah pandemi Covid-19 ini. Akan tetapi, dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum hanya memberikan 11 tahun tuntutan penjara kepada Juliari.

Melihat dari kejahatan yang dilakukan oleh Juliari, dirinya melakukan tindak pidana korupsi yang bersifat sangat fatal yakni mengambil fee dari paket sembako yang sedianya digunakan untuk rakyat yang terkena dampak pandemi. Sehingga, menurut ICW, hukuman seumur hidup adalah hukuman minimal yang seharusnya dituntut kepada seorang Juliari Batubara ini.

Permasalahan mengenai hukuman untuk para koruptor ini memang sudah menjadi perbincangan terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan hukum di Indonesia. Dalam sebuah laporan berjudul Global Corruption Barometer-Asia, Indonesia menempati urutan 3 dalam negara paling korup di Asia. Urutan pertama ditempati oleh India sementara Kamboja berada di urutan ke dua.

Apakah Indonesia perlu melakukan studi banding ke negara-negara lain seperti misalnya China yang sudah mengesahkan hukuman mati bagi para koruptornya? Atau Korea Utara yang juga menerapkan hukuman mati, namun ditambah dengan pengasingan kepada keluarga dari si koruptor tersebut sampai generasi ke 3 nya? Alasan HAM lagi-lagi menjadi batu sandungan untuk menerapkan hukuman maksimal bagi para koruptor di tanah air ini. (Latief)

Baca juga :  KPK Keluarkan Teguran Keras pada Saksi Kasus Benur, Siapa Sasarannya ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Bisa Memicu Jerawat, Ini 5 Efek Buruk Makanan Pedas Bagi Kesehatan

TELENEWS.ID-Orang Indonesia dikenal sebagai pencinta makanan pedas. Rasanya makan tak lengkap tanpa menambahkan satu sendok sambal,atau menambahkan banyak cabai dalam masakan. Bahkan...

Lesty-Billar Sembunyikan Pernikahan Siri, Ternyata Ada Manfaat Dari Menikah Diam-diam

TELENEWS.ID-Berita mengejutkan datang dari pasangan muda Rizky Billar dan Lesty Kejora. Setelah isu Lesty berbadan dua sebelum resmi menikah, pasangan ini pun...

Ingin Punya Kulit Glowing Seperti Tasya Farasya? Coba Santap Buah-buahan Segar ini

TELENEWS.ID-Tasya Farasya belum lama ini merilis brand kosmetiknya sendiri, yang langsung laris manis bak kacang goreng. Wanita cantik berdarah Timur Tengah ini...

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah...