Home Gaya hidup Kesehatan Meski Harganya Kini 150 Ribu per Kg, Cabai Ternyata Bisa Membantu Melawan...

Meski Harganya Kini 150 Ribu per Kg, Cabai Ternyata Bisa Membantu Melawan 2 Penyakit Mematikan Ini!

TELENEWS.ID – Harga cabai benar-benar sedang melambung tinggi. Bahkan di Aceh, harga cabai kabarnya menembus angka Rp. 150 ribu Rupiah per kilogram. Padahal sebelumnya, harga cabai berkisar antara 90 ribu hingga 100 ribu Rupiah per Kg.

“Kalau cabai rawit baru hari ini mengalami kenaikan tajam. Sementara sebelum Idul Adha harganya Rp 90 sampai Rp 100 ribu per kilogram,” kata Irman. “Selain harganya naik tajam juga sulit ditemukan di pasar,” lanjutnya lagi.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengatakan Idul Adha menjadi salah satu alasan mengapa harga cabai mendadak melonjak naik di beberapa wilayah. “Seperti biasa dalam beberapa hari saat lebaran haji, harga cabai memang cenderung naik, saat ini memang di tingkat pusat ada yang sudah mencapai Rp. 150.000 per kg,” kata Abdul.

Mahalnya harga cabai tentu membuat banyak dari kita merasa prihatin. Sebab orang Indonesia memang terkenal suka mengkonsumsi makanan super pedas. Namun bukan hanya sensasi pedas yang ditawarkan, cabai ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Salah satunya cabai jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah sedang dan tidak berlebihan, bisa membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit berbahaya.

Jika kamu seorang penggemar makanan pedas, berbahagialah kamu sebab cabai yang kamu konsumsi bisa melindungi setidaknya dari dua penyakit yang mematikan. Peneliti menemukan bahwa makan cabai secara teratur, dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker atau penyakit kardiovaskular.

Peneliti dari Klinik Cleveland meninjau data dari lebih dari 570.000 orang di Amerika Serikat, Italia, Cina, dan Iran. Dari penelitian ini mereka menemukan bahwa orang yang makan cabai 26 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit jantung, dan 23 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena kanker dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Kabar ini bertolak belakang dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan korelasi positif antara konsumsi cabai merah dengan terjadinya beberapa jenis kanker, termasuk kanker kandung empedu, perut, tenggorokan, dan mulut.

Baca juga :  Waspada, Kebiasaan Mengkonsumsi Zat Ini Bisa Merusak Ususmu

Cabai rawit mengandung capsaicin, atau senyawa kimia yang memberi karakteristik pedas pada rempah ini. Menurut American Heart Association, peneliti menemukan sifat antikanker, anti-inflamasi, antioksidan, dan pengontrol gula darah pada capsaicin.

“Capsaicin memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba, menawarkan manfaat perlindungan yang berpotensi untuk kanker, diabetes, penyakit jantung, dan obesitas,” kata Mary-Jon Ludy, PhD, RDN, FAND

Capsaicin telah terbukti mengubah ekspresi beberapa gen yang terlibat dalam kelangsungan hidup sel kanker, penghentian pertumbuhan, angiogenesis dan metastasis. Baru-baru ini, banyak kelompok penelitian menemukan bahwa capsaicin menargetkan beberapa jalur pensinyalan, onkogen, dan gen penekan tumor dalam berbagai jenis kanker.

Selain itu dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of American College of Cardiology (JACC), para ilmuwan di Italia mengamati bahwa orang yang makan cabai empat kali seminggu atau lebih, 40 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung, dan 60 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena penyakit serebrovaskular.

Baca juga :  Ketahui Sejarah dan Bahaya di balik Nikmatnya Gorengan

“Beberapa data menunjukkan bagaimana capsaicinoids atau kelas senyawa yang mencakup capsaicin, dapat berdampak pada fungsi trombosit yang membantu tubuh membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan, membentuk sel-sel yang melapisi pembuluh darah, dan pengurangan resistensi insulin,” kata Jeffrey Teuteberg, MD, seorang ahli jantung di Stanford Health Care di Palo Alto, California.

Tak hanya itu sebuah penelitian pada tahun 2012 dari Cina menemukan bahwa capsaicinoids memblokir gen yang membuat arteri berkontraksi, dan menurunkan kadar kolesterol dengan mengurangi akumulasi kolesterol dalam tubuh.

Namun meski begitu para peneliti menambahkan bahwa orang yang mengkonsumsi cabai ke dalam makanan mereka mungkin juga menggunakan lebih sedikit bahan lain, seperti garam atau mentega sehingga pola makan mereka juga menjadi lebih sehat. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Deretan Destinasi Incaran Wisatawan Berkonsep Alam dan Budaya di Papua, Simak Daftarnya

TELENEWS.ID - Berbicara seputar deretan tempat wisata unggulan sekaligus menjadi incaran semua wisatawan lokal sampai mancanegara pastinya memberi penawaran menarik.

Dianggap Berjasa, Layakkah Brigadir Yoshua Diangkat Sebagai Pahlawan?

TELENEWS.ID - Pengacara Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Brigadir Josua sebagai pahlawan pada peringatan HUT...

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...