Home Daerah Mulai Senin Bupati Kendal Terapkan Sanksi Untuk Pelanggar Aturan Prokes

Mulai Senin Bupati Kendal Terapkan Sanksi Untuk Pelanggar Aturan Prokes

TELENEWS.ID – Bupati Kendal, Jawa Tengah, Dico M Ganinduto, terpaksa mengeluarkan kebijakan penerapan sanksi pada pelanggar aturan protokol kesehatan mulai Senin (28/06/2021). Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan adanya temuan bahwa hampir 70 persen warga kendal melakukan pelanggaran prokes, terutama untuk penggunaan masker.

Hal ini dikatakan Dico dalam kunjungannya ke kecamatan Boja, Kendal pada Sabtu (26/06/2021) dalam rangka peninjauan tempat isolasi di tingkat desa /kelurahan. Pasalnya di kendal hanya satu 1 kecamatan dari 20 kecamatan di Kabupaten kendal yang tidak masuk zona merah yaitu Patean.

“Kalau kemarin-kemarin pelanggar prokes hanya kami ingatkan saja, mulai Senin besok, kami akan beri sanksi yaitu denda atau sanksi sosial” tegasnya.

Hal ini perlu dilakukan Dico untuk meningkatkan kedisiplinan dan kewaspadaan terhadap penularan covid-19, Ia bahkan masih berharap Kendal tidak masuk dalam zona merah di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dilihat dari data, hanya kecamatan Patean yang masih dalam zona aman penularan covid-19, sisanya semua zona merah. Dico bahkan secara terang-terangan mengatakan, penularan covid-19 ini sangat cepat karena banyak masyarakat yang masih mengabaikan bahkan sering kali melanggar aturan prokes yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Akibatnya, setiap harinya selalu ada kenaikan jumlah kasus aktif covid-19, sehingga membuat Dico bergerak cepat untuk membuka tempat isolasi mandiri di tingkat desa/kelurahan. Dimana kini sudah terdapat 286 tempat isolasi yang terdapat di masing-masing desa/kelurahan di Kendal, diharapkan dengan adanya tempat isolasi ini penularan covid-19 tidak akan menyebar sehingga penanganan bisa fokus pada satu wilayah saja.

Saat melakukan peninjauan di Boja misalnya, Ia melihat jumlah keterisian tempat isolasi desa hanya ada 10 orang saja. Ini jumlah yang masih aman dan diharapkan tidak meningkat. Pasalnya menurut data di kecamatan Boja, terdapat 176 orang, dimana masing-masing mendapatkan penanganan di rumah masing-masing dengan tindakan isolasi mandiri, tempat isolasi desa hingga rujukan ke rumah sakit covid-19 karena kondisinya sudah mulai memburuk.

Baca juga :  Bupati Banjarnegara Pasang Badan untuk Warga Bikin Acara Kumpulkan Massa

Hingga kini Dico masih terus melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk menjadi benteng utama penularan covid-19, bahkan melakukan rencana penerapan sanksi bagi pelanggarnya.

Langkah ini terbilang tepat dan harus dilakukan, pasalnya Kendal berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang dan Kota Semarang yang sudah masuk dalam zona merah di Provinsi Jawa Tengah. Jika Kendal tidak bisa mengendalikan laju penularan covid-19, maka bisa jadi akan diterapkan penguncian wilayah yang lebih ketat lagi. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Menurut Penelitian, Pria dengan 7 Sifat Ini yang Bakal Jadi Pasangan Terbaik Untukmu

TELENEWS.ID - Bagi wanita memilih pasangan bukanlah hal yang main-main. Banyak hal yang harus mereka pertimbangkan sebelum memilih pasangan, baik untuk menjadi...

Membongkar 5 Mitos Seputar Operasi Caesar, Proses Melahirkan yang Dipilih Nagita Slavina

TELENEWS.ID - Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya menimang buah hati mereka yang kedua. Pada Jumat, 26 November 2021 kemarin, Gigi...

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...