Home Internasional Asia Myanmar Belum Kondusif, Singapura dan Indonesia Mau Bantu, Asal…

Myanmar Belum Kondusif, Singapura dan Indonesia Mau Bantu, Asal…

TELENEWS.ID – Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Selasa (2/3/2021) meminta militer Myanmar untuk menghentikan penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil.

Dia juga menyerukan pembebasan segera terhadap pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi dan tahanan politik lainnya.

Dia menyoroti peningkatan kekerasan yang signifikan pada Minggu di seluruh kota di Myanmar.

Diketahui, pasukan keamanan menembak warga sipil dengan peluru tajam, peluru karet, granat kejut dan gas air mata. Akibatnya, banyak korban tewas dan cedera. Menteri Luar Negeri dari negara-negara ASEAN terkejut dengan penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil.

Hingga Senin (1/3/2021), demonstrasi anti kudeta militer terus berlangsung di sejumlah kota di Myanmar. Per Minggu (28/2/2021), Kantor HAM PBB melaporkan bahwa 18 pendemo tewas dalam aksi unjuk rasa akibat tindakan keras polisi anti huru-hara.

Berbicara dalam debat Komite Pasokan Kementerian Luar Negeri, Menlu Balakrishnan mengatakan bahwa perkembangan baru-baru ini di Myanmar menjadi keprihatinan besar bagi Singapura dan keluarga besar ASEAN, terutama Indonesia

Balakrishnan menyatakan bahwa prioritas segera adalah menghentikan semua tindakan kekerasan dan penggunaan kekuatan mematikan, serta mencegah kemungkinan situasi memburuk dengan cepat.

“Kami mendesak otoritas militer Myanmar untuk menahan diri sepenuhnya, menghentikan penggunaan kekuatan mematikan dan segera mengambil langkah untuk meredakan situasi guna mencegah pertumpahan darah lebih lanjut, kekerasan dan kematian,” tambahnya.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak di Myanmar untuk terlibat dalam diskusi dan bernegosiasi, serta mengejar solusi politik damai jangka panjang demi mencapai rekonsiliasi nasional, termasuk menemukan cara untuk kembali ke jalur transisi demokrasi.

Lebih lanjut Balakrishnan menyatakan, terlepas dari prinsip-prinsip inti ASEAN tentang konsensus dan noninterference, organisasi multilateral itu masih dapat memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi kembalinya keadaan normal dan stabilitas di Myanmar.

Baca juga :  Kian Membabi Buta! 114 Orang Tewas Dalam Sehari di Myanmar

Hal inilah yang menjadi dasar mengapa Singapura sangat mendukung upaya ASEAN sejak awal, termasuk dalam ASEAN Chair’s Statement. Balakrishnan percaya pada keterlibatan dan dialog dengan itikad baik dengan semua pemangku kepentingan yang relevan.

Ditambah imbas ketidakstabilan di setiap sudut Asia Tenggara mengancam dan mempengaruhi negara-negara ASEAN. Sangat disayangkan karena, pada kenyataannya, prospek Myanmar sangat cerah dalam 20, 30 tahun ke depan.

Tak jauh beda, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga meminta junta militer Myanmar untuk segera membebaskan para tahanan politik, termasuk pemimpin de facto, Aung San Suu Kyi, yang ditangkap dalam kudeta pada 1 Februari 2021. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN pada Selasa (2/3/2021).

Baca juga :  Industri Makanan dan Minuman Indonesia Siap Bersaing di Pasar Kawasan Teluk dan Timur Tengah

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa komunikasi dan dialog internal antara sesama pemangku kepentingan di Myanmar merupakan pilihan terbaik.Indonesia yakin bahwa ASEAN siap untuk memfasilitasi dialog tersebut jika diminta.

“Indonesia menegaskan bahwa keinginan, kepentingan dan suara rakyat Myanmar harus dihormati,” sambungnya.

Sementara itu, Suu Kyi telah ditahan sejak 1 Februari, dijadwalkan untuk menghadiri persidangan ketiganya pada 15 Maret.

Sejauh ini, Suu Kyi didakwa dengan dua tuntutan yakni terkait kepemilikan walkie-talkie secara ilegal dan pelanggaran UU Penanggulangan Bencana Alam. (Uswatun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ada Apa Denganmu, Emre Can?

TELENEWS.ID - Dikenal sebagai gelandang tengah berkelas kala membela Liverpool, kiprah Emre Can malah kian melempem di Borussia Dortmund saat ini. Apa...

Makan Korban Tewas, Sistem Autopilot Mobil Tesla Jadi Sorotan

TELENEWS.ID - Meski diklaim sebagai kendaraan masa depan, nyatanya sistem teknologi mobil Tesla masih dipertanyakan. Belum lama ini, mobil listrik karya Elon...

Kenali ‘Doorway Effect’, Gejala Mendadak Lupa Saat Hendak Melakukan Sesuatu

TELENEWS.ID - Pernahkah anda seketika lupa hendak melakukan sesuatu sesaat setelah melewati ambang pintu dapur, kamar mandi atau kamar tidur anda? Tenang,...

Sangat Rahasia! Mengintip Sepak Terjang CIA di Dunia

TELENEWS.ID - Amerika Serikat saat ini masih diakui sebagai salah satu Negara adidaya, di mana hampir semua kejadian yang ada di dunia...