Home Nasional Nasib Konveksi Seragam Sekolah Kala Pandemi

Nasib Konveksi Seragam Sekolah Kala Pandemi

TELENEWS.ID – Saat ini pengusaha konveksi sedang dalam masa sulit ketika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum mendapatkan izin di kota dan kabupaten Bogor.

Sebelum masa pandemi seperti sekarang ini, pesanan sudah pasti membludak untuk memproduksi seragam sekolah. Namun dalam dua tahun terakhir, usaha konveksi seolah tak bernyawa walaupun tahun ajaran baru sudah tiba.

Wildan Darmawan selaku pemilik salah satu usaha konveksi mengakui bahwa dirinya sempat merasa bingung karena dalam dua tahun terakhir pemesanan seragam sekolah sama sekali tidak ada yang masuk ke dalam produksinya.

Hal ini tentu saja dikarenakan oleh pembelajaran daring yang diterapkan oleh semua sekolah di Kabupaten dan Kota Bogor kala pandemi COVID-19.

Wildan pun menuturkan bahwa biasanya ketika tahun ajaran baru dimulai, usaha konveksinya dibanjiri oleh produksi seragam sekolah dan baju olahraga. Namun dalam dua tahun kebelakang tidak ada orderan yang ia dapatkan.

Menurutnya pembelajaran daring ini memang sangat berdampak besar kepada pemasukan bulanan usaha konveksinya tersebut. apalagi konveksi yang terletak di Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor memang selalu terfokus kepada produksi seragam sekolah.

Wildan kembali menuturkan bahwa sebelum pandemi melanda, pemasukan setiap bulan yang biasa ia terima bisa mencapai Rp200 juta. Namun melewati dua tahun masa pandemi, omsetnya pun jauh berkurang di angka Rp20 juta per bulan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya orderan seragam sekolah yang masuk.

Wildan selaku pemilik yang memiliki tujuh alat di usaha konveksinya bahkan harus menjual dua alat konveksinya agar bisa menstabilkan pemasukan dan pengeluaran konveksinya supaya bisa terus memproduksi seragam.

“Mulanya kami memiliki tujuh mesin konveksi. Namun karena pandemi kami memutuskan untuk menjual dua alat produksi supaya bisa bertahan di masa COVID-19 ini,” ujarnya.

Baca juga :  Indonesia Larang WNA Masuk

Usaha yang telah didirikan sejak Agustus 2015 tersebut juga harus memproduksi berbagai macam produk bukan hanya menjual alat konveksi. Mereka memproduksi celana, training, topi, sweater, jaket, goodie bag, masker, PDL, kemeja, polo, t-shirt dan produk lainnya.

Wildan pun mengharapkan agar COVID-19 segera berlalu. Tujuannya adalah untuk bisa kembali memproduksi seragam sekolah lagi kedepannya. “Saya berharap pandemi ini segera berakhir supaya kami kembali bisa memproduksi seragam sekolah seperti sebelumnya,” tutupnya.(Neidi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Undang-Undang (UU) Nomor...