Home Gaya hidup Kesehatan Oh No! Kadar Oksigen Danau Di Seluruh Dunia Kian Menipis

Oh No! Kadar Oksigen Danau Di Seluruh Dunia Kian Menipis

TELENEWS.ID – Krisis iklim yang melanda planet bumi tercinta sepertinya semakin berada di titik nadir. Terakhir, para peneliti menemukan terjadinya penurunan kadar oksigen secara signifikan di seluruh dunia yang bisa berdampak negatif pada kehidupan manusia.

Dilansir dari The Guardian, turunnya level oksigen di perairan seperti laut sebetulnya telah cukup lama teridentifikasi. Kini, dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menemukan penurunan oksigen di danau seluruh dunia ternyata naik tiga hingga sembilan kali lebih cepat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Hasil penelitian terhadap sampel yang diambil dari 400 danau di seluruh dunia mengungkap bahwa level oksigen menurun sekitar 19% di kedalaman dan 6% di permukaannya. Hal ini diakibatkan oleh naiknya suhu bumi karena pemanasan global. Air yang menghangat di lapisan teratas danau tidak bisa menyimpan banyak kandungan oksigen.

Lebih lanjut, para ilmuwan pun menyebut bahwa sejumlah langkah harus mulai dilakukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim semacam ini. Pasalnya, jika terus berlanjut, hal ini dapat mempengaruhi kehidupan satwa liar dan pada akhirnya mengancam ekosistem manusia secara keseluruhan.

“Seluruh kehidupan kompleks bergantung pada oksigen sehingga ketika level oksigen turun, ada penurunan habitat bagi bermacam spesies berbeda,” kata profesor Kevin Rose dari Rensselaer Polytechnic Institute (RPI).

Profesor Rose juga menambahkan bahwa masalah penurunan kadar oksigen itu lebih berat di danau air tawar ketimbang di lautan, karena mengancam suplai air minum manusia serta keseimbangan yang memungkinkan ekosistem air tawar berkembang.

Perairan seperti danau memang kaya akan hewan seperti ikan, serangga, dan burung yang penting bagi sumber makanan manusia. Namun kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan global, polusi dan penggunaan air secara berlebihan untuk irigasi pertanian tersebut mengancam keberadaan ekosistem yang disebut di atas.

Baca juga :  Awas! Knalpot Brong Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan

Problem penurunan kadar oksigen tersebut sejalan dengan prediksi sejumlah ahli tentang hari kiamat. Dalam sebuah riset, disebutkan bahwa oksigen di bumi tidak bersifat abadi. Zat tersebut pernah habis di masa silam dan kemungkinan besar bisa kembali habis di masa mendatang.

Namun proses kiamat karena lenyapnya oksigen tersebut membutuhkan fenomena pendukung yang tidak biasa, yakni perubahan suhu matahari yang menjadi luar biasa panas dan membakar lapisan ozon.

Dalam kurun waktu 10 ribu tahun setelah fenomena tersebut, level karbondioksida (CO2) di bumi akan turun drastis dan membuat tumbuhan punah, serta memutus suplai oksigen di udara yang sangat penting bagi mahluk hidup lain seperti hewan dan juga manusia. (Billy Bagus)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ladies, Kenali 6 Tanda Cowok Parasit yang Perlu Diwaspadai

TELENEWS.ID - Hubungan mantan pasangan Laura Anna dan Gaga Muhammad kembali memanas. Laura yang merasa dirugikan baik secara fisik maupun finansial, akhirnya...

Mengenal Situationship yang Bisa Menjebakmu Dalam Hubungan Toxic Tanpa Status

TELENEWS.ID - Apakah kamu memiliki seorang teman yang memperlakukan kamu dengan mesra, dan memberikan perhatian lebih dari seorang teman? Akan tetapi sayangnya,...

Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

TELENEWS.ID - Praktis, stylish dan bisa dipadukan dengan jenis busana apa saja membuat celana jeans menjadi salah satu item fashion favorit kaum...

Manchester United Ditangan Ralf Rangnick, Apakah Mampu Bersaing?

TELENEWS.ID - Belakangan nama Ralf Rangnick mencuat di kancah dunia sepak bola untuk menjadi juru taktik klub Manchester United. Seperti diketahui bersama,...