Home Metropolitan Operasi Yustisi, Kebijakan Anies yang Memperkeruh Masalah Sosial DKI Jakarta

Operasi Yustisi, Kebijakan Anies yang Memperkeruh Masalah Sosial DKI Jakarta

TELENEWS.ID – Pemprov DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi untuk para pendatang baru ke ibukota pada tahun ini. Namun, hal itu justru akan berpotensi menambah masalah sosial baru di DKI Jakarta. Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria sendiri dalam keterangannya pada (07/05/2022) yang lalu mengatakan bahwa Pemprov DKI melihat perkembangannya terlebih dahulu apakah diperlukan operasi yustisi atau tidak.

Alasan Pemprov DKI meniadakan operasi yustisi ini adalah Jakarta bukan merupakan kota milik warga Jakarta itu sendiri, melainkan kota bersama, sehingga siapa saja berhak untuk masuk dan tinggal di Jakarta, namun dengan syarat dan juga ketentuan yang berlaku.

“Tapi kita minta mereka yang ingin mengadu nasib di Jakarta kami imbau tolong diperhatikan kembali apakah sudah jelas, tempat bekerja di mana dan apa pekerjaannya, fasilitasnya apa. Jangan sampai nanti salah,” ungkap Riza.

Kritikan dari PDIP

Hardiyanti Kenneth, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta mengatakan bahwa kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang tidak menyelenggarakan operasi yustisi bisa menimbulkan masalah baru sosial baru. DKI Jakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki APBD terbesar di Indonesia, namun belum mampu menangani masalah sosial seperti kemiskinan.

Kenneth menambahkan bahwa jika pendatang baru masuk ke Jakarta, namun tidak tanpa memiliki tujuan dan juga keahlian, maka bukan tidak mungkin akan berakhir menjadi gelandangan, pengemis dan juga bahkan pelaku kriminalitas. Oleh karenanya, meskipun siapa saja boleh masuk, namun operasi yustisi ini menurutnya perlu dilakukan agar menekan masalah sosial di DKI Jakarta.

Manuver Politik Anies Baswedan

Kenneth mengatakan bahwa DKI Jakarta di masa akhir jabatan Anies justru menambah parah kondisi ibukota saat ini. Kebijakan ini dituding menjadi sebuah kebijakan yang bermuatan politis dan juga sebagai manuver politik dari Anies Baswedan.

“Pak Anies jangan dengan cara seperti ini mencari simpati dari masyarakat. Di akhir masa jabatan, jangan bermanuver yang aneh, lantas karena jabatan sudah mau berakhir, berbicara seenaknya seperti ini tanpa dikaji, dan dipertimbangkan efek domino ke depannya seperti apa, bapak bicara seperti tidak punya beban dan tanggung jawab. Jika di kemudian hari timbul masalah masalah sosial dan Anda sudah tidak menjabat menjadi gubernur, siapa yang mau bertanggung jawab?” ujar Kenneth.

Baca juga :  Beredar Bebas di Media Sosial, Tembakau Gorila Ternyata Diproduksi di Kontrakan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta memprediksi bahwa di Lebaran tahun ini, jumlah pendatang baru berkisar antara 20 hingga 50 ribu orang. Banyaknya jumlah pendatang baru ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni mobilitas masyarakat yang sudah mulai dilonggarkan dan juga penanganan kasus COVID-19 di DKI Jakarta yang sudah bisa dikendalikan.

Jakarta Tetap Menjadi Tujuan Warga Pendatang

Meskipun Presiden Joko Widodo memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan, antusiasme warga pendatang untuk mencari peruntungan di DKI Jakarta tetaplah tinggi. Hal ini sudah menjadi tradisi sejak dahulu ketika Lebaran usai, banyak warga yang bekerja di Jakarta membawa sanak keluarga mereka untuk mengadu nasib.
Tidak salah jika Jakarta menjadi pusat pertemuan dari banyak orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Namun, tidak semua pendatang di DKI Jakarta ini bisa merasakan manisnya hidup di ibukota.

Baca juga :  Anies: 33 Pertanyaan Penyidik Saya Jawab

Presiden Joko Widodo sendiri menegaskan bahwa meskipun ibukota akan dipindahkan, Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis di Indonesia. Pemerintah ingin mencontoh Amerika Serikat yang memisahkan pusat pemerintahan dan juga pusat bisnis. Washington dipilih sebagai negara bagian dengan ibukotanya Washington DC, sementara New York dipilih sebagai negara bagian yang memiliki pusat bisnis.
Jika di New York adalah gerbang masuk bagi para imigran, maka DKI Jakarta bisa dikatakan sebagai gerbang masuk para penduduk daerah yang ingin mendapatkan kehidupan lebih baik lagi. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...