Home Olah Raga Operation Meetinghouse Serangan Udara Paling Mematikan Melebihi Bom Atom Hiroshima

Operation Meetinghouse Serangan Udara Paling Mematikan Melebihi Bom Atom Hiroshima

TELENEWS.ID – 6 Agustus 1945 mungkin akan dikenang sebagai hari yang paling kelam bagi dunia, karena tepat pada tanggal ini, pesawat B-29 Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pertamanya di kota Hiroshima, Jepang. Bom yang dijatuhkan tersebut memang menjadi penanda akhir Perang Dunia 2 namun, memiliki dampak yang sangat besar hingga saat ini.

Tercatat, setidaknya 90 ribu hingga 120 ribu orang menjadi korban akibat bom yang diturunkan pada hari Senin pagi tersebut. Namun, jika dihitung berdasarkan jumlah korban, justru tragedi bom atom ini bukanlah serangan udara paling mematikan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat terhadap Jepang pada Perang Dunia 2.

Sebelumnya, ada sebuah operasi yang dinamakan Operation Meetinghouse yang dilakukan pada 9 Maret 1945. Operasi ini dikenal dengan nama Pengeboman Tokyo, namun karena kata sandi yang digunakan adalah Meetinghouse, maka publik lebih mengenal tragedi ini dengan Operation Meetinghouse.

Sejak tahun 1942, Amerika Serikat sudah mulai melancarkan serangan udara dengan skala kecil di atas daratan Jepang. Meskipun memiliki dampak yang kecil, namun secara moral hal tersebut cukup mempengaruhi moral dari tentara Jepang dan juga warga di sana. Serangan dengan skala besar dimulai pada 17 November 1944 dan terakhir adalah 15 Agustus 1945, atau 6 hari setelah bom atom di Nagasaki.

Dalam Operation Meetinghouse ini, Amerika Serikat sekaligus melakukan uji coba terhadap senjata barunya yakni bom kecil. Meskipun ukurannya kecil, namun bom tersebut sangat mematikan karena menggunakan bahan kimia E-46. Bahan kimia ini akan membakar habis semua benda yang ada di sekitarnya dengan sangat cepat.

Bom ini memang tidak ada ledakan akan tetapi jika sudah jatuh maka percikan api yang keluar dari bom tersebut akan membakar apa saja. Setidaknya, dalam 1 pesawat ada 300 buah bom yang diluncurkan, sementara dalam sekali operasi, Amerika Serikat mengirimkan setidaknya 20 buah pesawat di atas kota Tokyo.

Baca juga :  Sejumlah Klub Liga 1 Liburkan Latihan Tim Selama Pemberlakuan PPKM Darurat

Korban yang terjadi akibat serangan bom ini mencapai 200 ribu orang. Jumlah tersebut melebihi jumlah korban dari serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Operasi ini juga menjadi operasi serangan udara yang paling mematikan selama Perang Dunia 2. (Latief)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Bisa Memicu Jerawat, Ini 5 Efek Buruk Makanan Pedas Bagi Kesehatan

TELENEWS.ID-Orang Indonesia dikenal sebagai pencinta makanan pedas. Rasanya makan tak lengkap tanpa menambahkan satu sendok sambal,atau menambahkan banyak cabai dalam masakan. Bahkan...

Lesty-Billar Sembunyikan Pernikahan Siri, Ternyata Ada Manfaat Dari Menikah Diam-diam

TELENEWS.ID-Berita mengejutkan datang dari pasangan muda Rizky Billar dan Lesty Kejora. Setelah isu Lesty berbadan dua sebelum resmi menikah, pasangan ini pun...

Ingin Punya Kulit Glowing Seperti Tasya Farasya? Coba Santap Buah-buahan Segar ini

TELENEWS.ID-Tasya Farasya belum lama ini merilis brand kosmetiknya sendiri, yang langsung laris manis bak kacang goreng. Wanita cantik berdarah Timur Tengah ini...

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah...