Home Nasional Partai Berkarya Masih Sibuk Mengurusi Internal, Bagaimana Menghadapi Pemilu ?

Partai Berkarya Masih Sibuk Mengurusi Internal, Bagaimana Menghadapi Pemilu ?

TELENEWS.ID – Konflik internal Partai Berkarya sepertinya masih belum akan menemui titik terang. Dualisme kepemimpinan partai hingga Mahkamah Agung mengabulkan kepemimpinan versi Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr. Namun kelanjutan dari dualisme kepemimpinan partai ini masih berlanjut dengan kubu Tommy Soeharto mengambil langkah hukum dengan mengajukan kasasi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly yang ternyata ditolak. Putusan pada 22 Maret 2022 lalu itu membuat kubu Tommy mengambil langkah hukum dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terkait keputusan MA.

Dualisme kepemimpinan Partai Berkarya ini bermula dari dikeluarkannya surat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terkait pengesahan perubahan susunan pengurus DPP Partai Berkarya 2020 – 2025. Dalam Surat tersebut Kemenkumham mengesahkan kepengurusan DPP partai dibawah kepemimpinan Muchdi Pr. Tommy pun menggugat keputusan tersebut ke PTUN Jakarta, dan dikabulkan pada 16 Februari 2021.

Lalu Kemenkumham dan Partai Berkarya dibawah Muchdi Pr mengajukan banding ke MA terhadap putusan PTUN tersebut. Hasilnya pada 1 September 2021, PTUN tetap menyatakan kepengurusan yang sah dari Partai Berkarya adalah dibawah Tommy Soeharto.

Kemenkumham dan Muchdi Pr selanjutnya melakukan gugatan kasasi ke Mahkamah Agung hingga akhirnya dikabulkan dan resmi memiliki kepemimpinan atas Partai Berkarya.

Peneliti indikator politik Indonesia, Bawono Kumoro menyatakan bahwa konflik dualisme kepemimpinan Partai Berkarya ini sangat merugikan seluruh anggota partai. Konflik yang masih berlanjut dengan tuntutan PK dari kubu Tommy Soeharto ini akan sangat mengganggu internal partai dalam menghadapi pemilu 2024.

Masyarakat juga akan menjadi skeptis untuk mendukung partai berkarya karena dualisme kepemimpinan yang membingungkan dan tidak mendapat simpati ke depan. Masyarakat tentu akan menilai untuk tidak memilih partai yang tidak bisa membereskan konflik internalnya, belum tentu mampu membereskan permasalahan di pemerintahan atau negara.

Baca juga :  Langkah Daftar Pengajuan Bantuan BLT Minyak Goreng, Yuk Cermati Caranya

Menurut Bawono, dualisme kepemimpinan ini harus segera diselesaikan karena akan sangat berpengaruh terhadap simpati yang akan didapatkan dari masyarakat. Jangan sampai Partai Berkarya akan mengulang hal yang sama pada pemilu 2019. Dimana suara partai sangat tidak membanggakan bahkan gagal lolos ke Senayan. (Angela Limawan)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Thomas Cup 2022 Usai, Ternyata Ada Skor Tertukar Sampai Pamitnya Mohammad Ahsan

TELENEWS.ID – Thomas Cup 2022 telah usai, secara mengejutkan Tim Thomas Cup India dan Tim Uber Cup Korea Selatan berhasil keluar sebagai...

Tips Makeup Simpel untuk Datang ke Kondangan Pernikahan

TELENEWS.ID - Datang ke kondangan pernikahan menjadi hal yang cukup tricky untuk kaum Hawa. Selain harus memilih busana apa yang tepat untuk...

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...