Home Internasional PBB Legalkan Ganja, Bagaimana di Indonesia?

PBB Legalkan Ganja, Bagaimana di Indonesia?

TELENEWS.ID – Komisi Narkotika PBB (CND) mengambil sejumlah kebijakan yang mengarah pada perubahan aturan penggunaan ganja secara internasional, termasuk menghapusnya dari kategori obat paling berbahaya.

CND memusatkan keputusan untuk menghapus ganja dari Jadwal IV Konvensi Tunggal tahun 1961 tentang Narkotika. Di aturan ini, ganja berada dalam satu kategori dengan opioid dan heroin, obat adiktif yang tergolong berbahaya.

Setelah 59 tahun, 53 Negara Anggota CND akhirnya setuju untuk memperbolehkan penggunaan ganja untuk tujuan medis. Sebelumnya, selama ini berada di bawah kontrol ketat internasional selama lebih dari lima dekade.

Pengambilan keputusan menggunakan sistem voting. Sebanyak 27 suara menyatakan setuju, 25 suara tidak setuju dan satu suara netral. Ganja akhirnya dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan medis dan terapi.

Baca Juga : Gunakan Narkoba Jenis Ganja, Selebgram Dicokok Polisi

Selain itu, keputusan ini juga mampu mendorong lebih banyak penelitian ilmiah tentang manfaat medis dari ganja dan kegunaannya dalam penggunaan rekreasi.

Walaupun manfaat medisnya sudah diakui, penggunaan mariyuana rekreasi tetap dilarang dalam Jadwal 1 Konvensi Tunggal Narkotika 1961, bersama dengan narkoba paling berbahaya seperti kokain dan fentanil.

Manfaat penggunaan ganja untuk kepentingan medis telah meroket di beberapa tahun terakhir. Produk obat-obatan yang mengandung ganja dan turunannya, seperti cannabidiol atau CBD, juga mulai menjamur di pasaran.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CBD dapat melindungi sistem saraf dan meredakan kejang, nyeri, kecemasan dan pembengkakan.

Saat ini, ada lebih dari 50 negara yang mengakui ganja sebagai tanaman obat. Kanada, Uruguay dan 15 negara bagian AS bahkan telah melegalkan ganja untuk keperluan rekreasi, yang kemungkinan akan segera disusul oleh Meksiko dan Luksemburg.

Penggunaan Ganja di Indonesia

Kabar mengenai ganja yang kini dilegalkan, mengingatkan kita pada kasus Fidelis. Kasus Fidelis mengundang wacana legalisasi ganja untuk kesehatan di Indonesia.

Fidelis Arie Sudewarto divonis 8 bulan penjara dan denda Rp. 1 Miliar oleh Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat. Fidelis dijerat hukum akibat diketahui menanam 39 pohon ganja untuk pengobatan almarhum istrinya yang menderita penyakit langka syringomyelia.

Pengacara Fidelis, Marcelina Lin, mengutarakan kekecewaannya dengan keputusan tersebut. Padahal, hukum sudah mengakui fakta bahwa Fidelis menanam untuk pengobatan istri, bukan untuk penggunaan rekreasi.

Dokter bedah RSCM Jakarta, Affan Priyambodo, menjelaskan penggunaan ganja untuk pengobatan syringomyelia. Ganja merupakan salah satu alternatif untuk pereda rasa sakit pada penderita syringomyelia.

Biasanya, cara mengkonsumsinya bisa dengan menyeduhnya sebagai teh. Mereka yang pernah menggunakan ganja dengan cara seperti ini mengaku dapat tidur lebih cepat dan lebih lama.

Selain itu, minyak CBD juga diklaim aman untuk penderita syringomyelia. Selain itu, CBD juga digunakan untuk pengobatan gangguan kesehatan mental seperti skizofrenia dan gangguan kecemasan.

Walaupun saat ini penggunaan ganja untuk kepentingan medis telah dilegalkan, para ahli berpendapat keputusan tersebut tidak akan langsung berdampak pada pelonggaran kontrol internasional terhadap ganja.

Karena, setiap negara memiliki yurisdiksi atau ketentuan hukum yang berlaku di suatu wilayah masing-masing.

Berkaca pada Fidelis, Pemerintah pun didorong dapat mengembangkan pengetahuan melalui riset terkait penggunaan ganja.

Juga, meninjau ulang kebijakan narkotika Indonesia untuk membuka akses dan menjamin ketersediaan narkotika bagi pemenuhan hak atas kesehatan rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Cerita Korban Penyekapan Diduga Oleh Rentenir di Tangerang Diminta Layani Seks

TELENEWS.ID - Polres Metro Tangerang telah meminta keterangan terhadap Sulistyawati (45), korban dugaan penyekapan dan pengancaman gegara persoalan utang di kawasan Ciledug...

Viral Video Belatung di Alat Vital, Ternyata Hewan Kecil Ini Juga Bisa Hidup di Kelamin Manusia

TELENEWS.ID - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan tagar #belatung. Usut punya usut, tagar yang trending di Twitter dan TikTok ini membicarakan...

10 Jajanan Khas Jawa Timur Identik Dengan Rasa Gurih

TELENEWS.ID - Banyak konsep hidangan berupa jajanan khas memberi cita rasa menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Ketika Anda berlibur ke Jawa Timur terdapat...

10 Cara Mudah Pilih Camilan Sehat Untuk Travelling dan Sehari-hari

TELENEWS.ID - Berbicara tentang pemilihan camilan sehat untuk aktivitas travelling dan sehari-hari tentu saja membuka banyak daftar terbaik. Namun, tidak hanya fokus...