Home Nasional Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

TELENEWS.ID – Banyak informasi mengenai Pemerintah yang tidak akan melakukan perekrutan CPNS di tahun 2022. Kemudian dari aspek penambahan jumlah ASN juga tidak akan dilakukan di tahun 2022 karena beberapa alasan.

Bahkan ada berita sebelumnya beredar bahwa Pemerintah memiliki kebijakan untuk menggantikan pegawai PNS dengan teknologi digital. Sehingga dari efisiensi kerja dan sebagainya dapat dilakukan dengan berbagai inovasi di bidang teknologi.

Pemerintah sendiri telah membuat kebijakan untuk memperbaiki birokrasi jauh lebih baik dan cepat. Sehingga dukungan teknologi harus didapatkan meskipun nantinya ada pengurangan jumlah rekrutmen CPNS di beberapa tahun ke depan.

Dari pihak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo memperhitungkan beberapa proses seleksi yang saat ini masih belum fokus. Namun, di tahun 2022 Pemerintah masih fokus melakukan rekrutmen PPPK, ujar Tjahjo Kumolo pada berita Kompas 19/1/2022.

Karena itu ada beberapa poin utama kenapa tahun 2022 ini Pemerintah tidak melakukan rekrutmen CPNS seperti pada ulasan berikut.

1.Pemerintah Akan Modernisasi Birokrasi
Dapat dikatakan proses dari rekrutmen PPJK di tahun 2022 menjadi fokus utama Pemerintah yang mana cukup banyak tenaga guru dan pengajar yang dibutuhkan.

Tjahjo sendiri memberi informasi dari kebijakan rekrutmen PPPK ini Pemerintah masih berkaca pada kebijakan beberapa negara maju. Sehingga jumlah aparatur sipil negara ataupun ASN yang nominal civil servant hingga pembuat kebijakan PNS lebih sedikit. Kemudian dari jumlah government worker ataupun public services PPPK masih bisa diperbanyak.

Tjahjo juga mengharapkan ke depannya Indonesia bisa mengikuti berbagai macam langkah baru seperti negara maju untuk mendapatkan sistem birokrasi lebih cepat dan efektif.

2.Adanya Keterbatasan Waktu
Masih ada alasan lain yang mana Pemerintah sendiri mengakui ada keterbatasan waktu yang mana rangkaian pelaksanaan seleksi CPNS ini masih butuh waktu lebih lama dibandingkan PPPK. Sehingga dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu bila diadakan formasi CPNS di tahun 2022.1.24

Baca juga :  Pimpinan KKB: Saya NKRI, Saya Indonesia

Meskipun demikian bukan berarti pihak Pemerintah tidak membuka sama sekali rekrutmen CPNS 2022. Tjahjo sendiri menuturkan rekrutmen CPNS di tahun 2022 masih dibuka namun dilakukan dengan skema sekolah kedinasan.

Tidak hanya itu, dari formasi CPNS masih bisa dibuka kembali namun masih secara terbatas pada tahun 2023 mendatang. Pastinya ada arahan dan kebijakan tahun 2023 yang memberi kejelasan mengenai skema CPNS hingga PPPK.

Beberapa kebutuhan seleksi CASN 2022 masih fokus untuk menambah tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga penyuluh.

3.Melakukan Evaluasi CASN
Beberapa permasalahan dalam proses rekrutmen CASN pada tahun 2021 masih akan dilakukan evaluasi. Kemudian proses pembukaan formasi CPNS di masa pandemi juga baru pertama kali dilakukan pada tahun 2021 kemarin.

Sehingga ada waktu bagi Pemerintah untuk memperbaiki kebijakan, sistem, hingga tata pelaksanaan rekrutmen untuk ke depannya.
Kemungkinan besar proses rekrutmen masih terus diperhitungkan dengan mencari formula lebih aman, cepat dan tidak memakan biaya besar. Dari sinilah Pemerintah sendiri membutuhkan waktu dan juga biaya untuk membuat rancangan birokrasi dan proses rekrutmen lebih mudah dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga :  Pembahasan Omnibuslaw Terus Dilakukan, KSPI : Buruh Akan Demo DPR pada 30 April 2020

4.Melakukan Transformasi Digital
Pemerintah juga memiliki tujuan untuk membuat strategi dalam alih tugas dengan upskilling dan reskilling hingga akhirnya dapat memenuhi banyak bidang pekerjaan di masa depan.

Dari transformasi digital ini juga memberi perhitungan seperti apa dasar-dasar tepat untuk bisa mendapatkan perubahan di skala kerja lebih besar.

Cukup banyak alasan kenapa Pemerintah tidak membuka seleksi CPNS 2022 secara besar-besaran. Sehingga masyarakat diharapkan mengerti dimana saat ini Pemerintah masih fokus pada proses rekrutmen PPPK. (Stefanus Bernadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Rapor Merah DKI Jakarta untuk Masalah Sosial

TELENEWS.ID - Pemindahan Ibukota Republik Indonesia ke Kalimantan sudah disahkan oleh Presiden Joko Widodo dan hanya tinggal menunggu beberapa tahun lagi. Itu...

Tidak Mau Kalah dengan Singapura, Indonesia Luncurkan Kendaraan Listrik Tanpa Pengemudi

TELENEWS.ID – Singapura sudah banyak menggunakan robot untuk membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari. Bahkan Singapura juga sudah menggunakan robot sebagai pengganti polisi...

Sisi Gelap Petinggi dan Model Victoria’s Secret

TELENEWS.ID – Victoria’s Secret adalah sebuah perusahaan yang menjual berbagai kebutuhan wanita yang berasal dari Amerika Serikat yang berdiri sejak 12 Juni...

Anggaran ITF Membengkak, Kok Bisa?

TELENEWS.ID - Pembangunan Intermediate Treaty Facility atau ITF. ITF sendiri adalah tempat pengolahan sampah sementara sebelum sampah dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir...