Home Nasional Pemerintah Harus Libatkan Kontraktor Lokal dalam Pembangunan IKN

Pemerintah Harus Libatkan Kontraktor Lokal dalam Pembangunan IKN

TELENEWS.ID – Perencanaan untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) Tahap pertama, rencananya akan dimulai pada Kuartal-II tahun 2022 ini. Untuk tahap pertama ini pemerintah menargetkan akan rampung pada tahun 2024 mendatang. Sejauh ini, beberapa kontraktor BUMN menyatakan sudah siap untuk menerima tugas proyek pembangunan IKN ini. Dalam tahap ini, pemerintah lewat Kementerian PUPR dan beberapa Kementerian yang terkait sedang menggodok anggaran pengadaan barang dan jasa yang nilainya mencapai Rp. 30 Triliun.

Pembangunan IKN ini dilakukan secara bertahap ada beberapa infrastruktur yang dibangun terlebih dahulu seperti misalnya pusat pemerintahan yang di dalamnya ada Istana Presiden, Kantor Pusat Pemerintahan, dan juga pemukiman untuk Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di IKN.

Beberapa Kontraktor BUMN yang sudah menyatakan diri siap adalah PT Waskita Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), PT Hutama Karya (Persero), dan PT PP Tbk. Namun, meskipun sudah siap untuk menjadi kontraktor di pembangunan IKN, para kontraktor tersebut belum bisa merinci proyek jenis apa yang akan digarap nantinya.

Menurut Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Mahendra Wijaya, pihaknya mengaku akan mengambil jenis proyek infrastruktur seperti pengolahan limbah dan air bersih, serta pembangkit listrik. Pihaknya juga saat ini tengah mempersiapkan diri untuk pengerjaan proyek tersebut. Pemerintah saat ini memang belum menentukan kontraktor mana yang akan ditunjuk, namun persiapan sudah dilakukan oleh kontraktor BUMN.

Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) ini seharusnya bisa menjadi berkah bagi mereka yang memiliki usaha di bidang konstruksi. Seperti yang diketahui, bidang usaha konstruksi di Indonesia sempat mengalami mati suri di sejak tahun lalu akibat adanya pandemi Covid-19 yang meningkat di tanah air.

Samsul Tribuana, selaku Ketua Umum Forum Jasa Konstruksi Kaltim mengatakan bahwa belum banyak kontraktor lokal dalam proyek pembangunan IKN tersebut. Dirinya mengatakan, Pemerintah Pusat harus memberikan perhatian khusus kepada perkembangan pengusaha lokal dalam proyek pemindahan ibukota ini. Jangan sampai, para kontraktor lokal tersebut menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Baca juga :  Obral Investasi Ekstraktif di Wilayah Risiko Bencana, Presiden Abaikan Tanda Bahaya

Meskipun proyek IKN ini adalah proyek besar, bukan berarti kontraktor di Kalimantan Timur sana tidak mampu membangun. Pembangunan proyek IKN ini bisa dilakukan dengan sistem joint operation seperti pembangunan Tol Samarinda-Balikpapan. Para kontraktor lokal bisa dijadikan sebagai sub-kontraktor.

Hal ini juga bisa ikut membangun perekonomian di Kalimantan Timur, sebab, para pelaku konstruksi lokal bisa ikut terlibat di dalamnya. Jika anggaran yang digelontorkan sekitar Rp. 3 Triliun, makan kontraktor BUMN tersebut bisa membagi-bagi proyek kepada kontraktor lokal dengan nilai antara Rp. 50-100 Miliar. Jika pengerjaan ini dilakukan sepenuhnya oleh Kontraktor BUMN, maka perputaran ekonominya tidak akan merata.

Hal itu terjadi lantaran perusahaan besar akan membeli material langsung dari pabrik besar. Sementara, jika pengadaan material tersebut diberikan kepada kontraktor lokal yang menjadi sub-kontraktor, maka perputaran ekonomi bisa terjadi. Karena, pajak yang dibayarkan oleh sub-kontraktor tersebut akan masuk ke dalam kas daerah yang bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat di Kalimantan Timur.

Baca juga :  Mensos Risma Stop Santunan Korban Covid-19

Samsul berharap, otoritas yang membangun IKN bisa memberikan bagian kepada pengusaha lokal. mengingat saat ini banyak kontraktor lokal di sana yang mati suri, mulai dari kontraktor kecil hingga kontraktor besar. Ironis sekali jika pembangunan ibukota baru dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor BUMN, namun para kontraktor lokal tidak kebagian porsi pekerjaan. Meskipun, proyek yang dilakukan ini berasal dari APBN.

“Untuk itu perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaku usaha lokal bisa terlibat proyek-proyek IKN. Utamanya, pemerintah pusat harus mendorong keterlibatan pengusaha konstruksi lokal untuk ikut terlibat berkontribusi dalam pembangunan IKN,” ungkap Samsul. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...