Home Nasional Pendidikan Seksual: Mata Pelajaran yang Dianggap Masih Tabu untuk Dibicarakan

Pendidikan Seksual: Mata Pelajaran yang Dianggap Masih Tabu untuk Dibicarakan

TELENEWS.ID – Bagi sebagian masyarakat di Indonesia, pendidikan seksual masih menjadi sebuah hal yang tabu untuk dibicarakan. Banyak yang masih berpendapat bahwa seorang anak yang belum dewasa belum saatnya diberikan pemahaman mengenai seks. Padahal, dalam pendidikan tersebut ada banyak hal yang harus diketahui mengenai kesehatan seksual untuk anak.

Orang tua seharusnya menjadi yang pertama untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak. Pendidikan seks anak yang dimulai dari lingkungan keluarga bisa meminimalisir perilaku seks menyimpang ketika anak beranjak dewasa. Namun, yang terjadi sekarang ini, banyak anak yang justru mendapatkan “pendidikan seks” dari luar yang lebih menjurus ke arah negatif.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) merilis data yang dilaporkan Global Education Monitoring (GEM) pada tahun 2019 yang lalu. Hasilnya, dalam data tersebut disebutkan bahwa 15 juta anak perempuan menikah di bawah usia 18 tahun. Sekitar 16 juta anak berusia 15-19 tahun dan satu juta anak perempuan di bawah 15 tahun melahirkan setiap tahunnya di dunia.

Menurut Direktur GEM Report, Manos Antoninis, 1 dari 10 kelahiran terjadi pada anak yang berusia 15 hingga 19 tahun. Biasanya, dari kelahiran ini berakhir dengan kematian yang banyak terjadi di rentang usia ini. Itu artinya, kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan layak juga sudah otomatis hilang.

Data dari GEM Report tersebut juga menyebut bahwa kasus infeksi HIV terbaru di 37 negara yang berpenghasilan rendah, ⅓-nya disumbangkan oleh orang-orang yang berusia muda. Keprihatinan mengenai data yang mengerikan ini mendorong UNESCO untuk mendesak negara anggota PBB untuk memberikan kurikulum pendidikan seks sejak dini.

Pendidikan Seks Komprehensif Menurut UNESCO

Jurnal yang dirilis oleh UNESCO menyebutkan bahwa pendidikan seks kepada anak sudah harus dimulai sejak dini. Anak-anak berusia 5 tahun, misalnya, perlu diberi pemahaman mengenai fakta mendasar mengenai bagian tubuh mereka. Pemahaman mengenai perilaku tidak pantas, dan juga mengidentifikasi tindakan pelecehan juga harus diberikan sebelum mereka mengalami masa seksual yang aktif.

UNESCO memberikan beberapa rekomendasi kepada setiap negara untuk menerapkan pendidikan seks komprehensif ini. Investasi dalam pendidikan kepada guru, menjadi rekomendasi utama. Guru sebaiknya diberikan pemahaman secara lebih mendalam mengenai pendidikan seks ini. Setiap negara sebaiknya menginvestasikan belanja negara mereka di bidang pendidikan untuk mengedukasi tenaga pengajar.

Baca juga :  Belitong ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark

Membuat kurikulum yang relevan dengan basis bukti menjadi rekomendasi kedua yang sebaiknya dilakukan oleh setiap negara. Selama ini, pendidikan seks tidak menjadi mata pelajaran khusus dan masih berada di bagian mata pelajaran biologi. Dengan adanya rekomendasi ini, maka pendidikan seks sebaiknya dipisahkan dari pelajaran umum dan dibuatkan sesi khususnya yang membahas secara mendalam.

Integrasi dan juga kerja sama antara sektor kesehatan dan juga pendidikan penting untuk diterapkan. Dalam hal ini, pihak sekolah sebagai pemegang kendali utama dalam masalah pendidikan harus merangkul dari tenaga ahli bidang kesehatan untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan seks ini.

Bagaimana Pendidikan Seks di Indonesia?

Tingginya kasus aborsi dan juga pernikahan dini di Indonesia menjadi salah satu landasan bahwa pendidikan seks sudah harus diajarkan di sekolah. Pendidikan seks sebenarnya tidak melulu mengenai pembahasan hubungan antara laki-laki dan juga perempuan saja. Namun juga dari segi kesehatan, kemudian juga pemahaman atas merebaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi sekarang ini.

Baca juga :  Belitong ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark

Bukan hanya sekedar yang boleh dan juga tidak boleh, namun harus diberikan pemahaman dan juga sebab akibat yang ditimbulkan dari perilaku tadi. Mindset masyarakat yang masih tabu jika membicarakan seksual di depan umum masih menjadi hambatan dalam merealisasikan pendidikan seks.

Sekarang ini, pendidikan seksual hanya sebatas bagian reproduksi tubuhnya saja, dan itu pun sebenarnya bukan pendidikan seksual, namun lebih ke pendidikan bersifat ilmiah. Indonesia mungkin boleh mencontoh Belanda yang sudah memberikan pendidikan seks kepada anak. Pendidikan seks yang diberikan oleh Kerajaan Belanda kepada masyarakatnya meliputi kehamilan, kemudian penyakit seksual menular, dan juga penyimpangan dalam orientasi seks.

Perilaku-perilaku yang berhubungan dengan aktivitas seksual menyimpang juga sudah diberikan pemahamannya sejak dini. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Waspada! Ada Aplikasi dan Web Ilegal MyPertamina, Jangan Asal Akses

TELENEWS.ID - Masyarakat perlu berhati-hati terhadap akses situs dan aplikasi MyPertamina yang dianggap ilegal. Sudah beredar situs dan aplikasi...

Hasil Kunjungan Jokowi ke Ukraina, Pembahasan Soal Perdamaian dan Kondisi Ukraina Saat Ini

TELENEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Negara Ukraina, Maryinsky, Kyiv pada Rabu (29/06/2022)...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 29 Juni 2022

TELENEWS.ID – Hari kedua babak 32 besar dalam turnamen Petronas Malaysia Open 2022 pada Rabu (29/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menghasilkan...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 28 Juni 2022

TELENEWS.ID – Turnamen tertinggi versi BWF, Petronas Malaysia Open 2022 telah digelar pada Selasa (28/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sayangnya,...