Home Uncategorized Pengadaan Rapid Test, Pemprov DKI Melakukan Pemborosan 1,19 Miliar

Pengadaan Rapid Test, Pemprov DKI Melakukan Pemborosan 1,19 Miliar

TELENEWS.ID – BPK merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengenai laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya, dalam laporan tersebut Pemprov DKI Jakarta melakukan pemborosan dana dengan nominal mencapai Rp. 1,190 miliar. Di laporan tersebut juga disebutkan untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2020, Pemprov DKI melakukan refocusing anggaran.

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Belanja Tak terduga (BTT) dengan nilai mencapai Rp. 188 Miliar. Akan tetapi, setelah dilakukan perubahan pengesahan, anggaran BTT tersebut naik menjadi Rp. 5,521 Triliun. Seperti yang dikutip dari isi LHP, realisasi anggaran sampai 31 Desember 2020 senilai 4.707.937.545.524 atau terserap sebanyak 85,27 persen dari total anggaran Rp. 5.521.44.220.129. artinya, ada anggaran yang tidak terealisasi sebesar 14.73 persen atau Rp. 813 Miliar.

Dana BTT tersebut digunakan untuk pengadaan rapid test Covid-19, namun BPK menemukan adanya 2 penyedia jasa rapid test yang memiliki merek sama dalam waktu yang berdekatan. Akan tetapi, dari 2 merek tersebut memiliki kisaran harga yang berbeda satu sama lain.

Dalam pengadaan tersebut, Dinkes DKI Jakarta menunjuk PT NPN yang memiliki nilai kontrak Rp. 9.875 miliar dengan kontrak harga satuan. Menurut jadwal, pelaksanaan kontrak dimulai pada 19 Mei hingga 8 Juni, namun karena ada masalah pengiriman, pelaksanaannya diundur hingga tanggal 14 Juni.

Pengerjaan tersebut dinyatakan sudah rampung pada tanggal 12 Juni oleh Dinkes DKI Jakarta dengan jumlah barang sebanyak 50 ribu unit di harga Rp. 197.000,-/unit belum termasuk PPN. Setelahnya, Dinkes DKI Jakarta kemudian kembali melakukan pengadaan rapid test sebanyak 40 ribu unit lewat PT TKM dengan harga Rp. 227.000,-/unit belum termasuk PPN. Penawaran tersebut bertanggal 29 Mei hingga 5 Juni.

Dari pemeriksaan BPK, diketahui bahwa PT NPN tidak tahu bahwa ada pengadaan rapid test serupa sebanyak 40 ribu unit di luar perusahaannya. PT NPN masih menyanggupi permintaan Dinkes DKI tersebut jika penawaran tersebut diajukan kepada pihaknya. Sedangkan untuk PT TKM sendiri mengaku mendapatkan penawaran pengadaan rapid test sebanyak 40 ribu unit.

Baca juga :  3 Juta Pekerja di PHK , mendaftar Untuk Mendapatkan Tunjangan Pengangguran di AS

BPK menyebutkan bahwa PT TKM mendapatkan pembelian dari Biz PTE LTD Singapura dengan harga USD 14 per unitnya. Hal tersebut dibuktikan dengan bukti transfer ke Biz PTE LTD. Biz PTE LTD sendiri mempunyai hak beli dari HCB di China sehingga harga penawaran tersebut masih terbilang wajar.

BPK menilai, PPK seharusnya bisa memilih vendor penyedia jasa barang yang memiliki harga murah. Berdasarkan hasil laporan dari kedua penyedia jasa tersebut, didapati Pemprov DKI Jakarta melakukan pemborosan kas daerah dengan nilai Rp. 1.190.908.00.

Pemborosan tersebut dihitung dari nilai pembelian ke PT TKM dengan penyediaan 40 ribu unit rapid test di harga Rp. 227.000,-/unitnya. Padahal, apabila kontrak tersebut ditawarkan ke PT NPM, maka Pemprov DKI bisa mendapatkan  unit rapid test seharga Rp. 197.000,- unitnya.

Baca juga :  KemenPUPR Revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang di Sumbar

Pemprov DKI melalui Kepala Dinas Kesehatannya menanggapi temuan tersebut, yang menjelaskan bahwa proses untuk pengadaan tersebut harus dilakukan dengan cepat. Sehingga diperlukan adanya ketelitian lagi karena harga rapid test tersebut di pasaran terjadi sangat fluktuatif. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Bisa Memicu Jerawat, Ini 5 Efek Buruk Makanan Pedas Bagi Kesehatan

TELENEWS.ID-Orang Indonesia dikenal sebagai pencinta makanan pedas. Rasanya makan tak lengkap tanpa menambahkan satu sendok sambal,atau menambahkan banyak cabai dalam masakan. Bahkan...

Lesty-Billar Sembunyikan Pernikahan Siri, Ternyata Ada Manfaat Dari Menikah Diam-diam

TELENEWS.ID-Berita mengejutkan datang dari pasangan muda Rizky Billar dan Lesty Kejora. Setelah isu Lesty berbadan dua sebelum resmi menikah, pasangan ini pun...

Ingin Punya Kulit Glowing Seperti Tasya Farasya? Coba Santap Buah-buahan Segar ini

TELENEWS.ID-Tasya Farasya belum lama ini merilis brand kosmetiknya sendiri, yang langsung laris manis bak kacang goreng. Wanita cantik berdarah Timur Tengah ini...

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah...