Home Nasional Penyebab Pendarahan Otak Seperti yang Diderita oleh Almarhumah Liliy Wahid

Penyebab Pendarahan Otak Seperti yang Diderita oleh Almarhumah Liliy Wahid

TELENEWS.ID – Lily Chodidjah Wahid yang tak lain adalah adik kandung mantan presiden Gus Dur, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (9/05/2022) pada pukul 16.25 WIB saat tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Lily meninggal pada usia 74 tahun, dan menurut pihak keluarga sempat dirawat lantaran sakit jantung dan pendarahan otak. “Karena sakit jantung, terus jantungnya sudah membaik ada pendarahan di otak. Jadi, pendarahan di otak setelah operasi penyumbatan darah di bagian kepala, malah keadaan memburuk,” ujar Ipang Wahid.

Pendarahan otak seperti yang dialami oleh Lily Wahid sendiri bisa terjadi pada siapa saja, dan tentu saja bisa berakibat fatal bagi penderitanya. Mengutip dari laman Cleveland Clinic, Pendarahan otak atau pendarahan antara jaringan otak dan tengkorak atau di dalam jaringan otak itu sendiri, dapat menyebabkan kerusakan otak dan mengancam jiwa.

Bagi kebanyakan orang, “pendarahan otak” berarti pendarahan di dalam kepala. Namun para dokter –dan khususnya dokter yang menangani pendarahan otak (ahli saraf dan ahli bedah saraf), akan mengatakan bahwa “pendarahan otak” (juga dikenal dengan istilah medis pendarahan intrakranial) adalah istilah yang terlalu luas. Dokter-dokter ini lebih lanjut menjelaskan pendarahan otak berdasarkan lokasi terjadinya kondisi ini pada otak manusia.

Pendarahan otak juga bisa dikategorikan sebagai jenis stroke. Kondisi ini disebabkan oleh arteri di otak yang pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya. Pendarahan ini berakibat fatal dan bisa membunuh sel-sel otak.

Pendarahan otak juga disebut pendarahan intrakranial, atau pendarahan intraserebral. Masalah kesehatan ini menyumbang sekitar 13% dari penyebab stroke.

Lalu apa saja sih yang menyebabkan seseorang bisa mengalami pendarahan otak yang mengancam jiwa mereka?

Ada beberapa faktor risiko dan penyebab pendarahan otak. Yang paling umum meliputi:

  1. Trauma di kepala. Cedera adalah penyebab paling umum dari pendarahan di otak bagi mereka yang berusia di bawah 50 tahun.
  2. Tekanan darah tinggi. Kondisi kronis ini dalam jangka waktu yang lama, melemahkan dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati adalah penyebab utama pendarahan otak yang dapat dicegah.
  3. Aneurisma. Ini adalah melemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak, sehingga bisa pecah dan berdarah ke otak lalu menyebabkan stroke.
  4. Kelainan pembuluh darah (Malformasi arteriovenosa). Adalah kelemahan pada pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak, yang mungkin muncul saat lahir dan di diagnosis hanya jika gejalanya berkembang.
  5. Angiopati amiloid. Ini merupakan kelainan pada dinding pembuluh darah, yang terkadang terjadi seiring bertambahnya usia dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan banyak pendarahan kecil yang tidak diketahui.
  6. Gangguan darah atau pendarahan. Hemofilia dan anemia sel sabit, dapat menyebabkan penurunan kadar trombosit dan pembekuan darah.
  7. Penyakit hati. Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan perdarahan secara umum.
  8. Tumor otak.
Baca juga :  Positivity Rate Covid-19 Indonesia Lebih dari 20%

Selain itu, kamu juga perlu awas pada gejala pendarahan otak yang berbeda dari satu penderita, ke penderita yang lainnya. Gejalanya bergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan pendarahan, dan jumlah jaringan yang terkena. Gejalanya cenderung berkembang secara tiba-tiba dan semakin memburuk.

Baca juga :  Butuh Political Will Bukan Cuma Basa Basi, dan Pelaut Tetap Saja Dijadikan Sapi Perah

Beberapa gejala lain yang harus kamu waspadai seperti:
• sakit kepala parah yang tiba-tiba yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya
• leher kaku
• kejang, mual dan muntah
• kepekaan terhadap cahaya (fotofobia)
• penglihatan kabur
• gejala seperti stroke
• kehilangan kesadaran atau kejang-kejang (gemetar tak terkendali)
• sulit menelan dan bahkan pingsan
Perdarahan otak adalah keadaan darurat medis. Segera hubungi ambulans jika kamu atau seseorang yang kamu cintai mengalami gejala-gejala ini. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Thomas Cup 2022 Usai, Ternyata Ada Skor Tertukar Sampai Pamitnya Mohammad Ahsan

TELENEWS.ID – Thomas Cup 2022 telah usai, secara mengejutkan Tim Thomas Cup India dan Tim Uber Cup Korea Selatan berhasil keluar sebagai...

Tips Makeup Simpel untuk Datang ke Kondangan Pernikahan

TELENEWS.ID - Datang ke kondangan pernikahan menjadi hal yang cukup tricky untuk kaum Hawa. Selain harus memilih busana apa yang tepat untuk...

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...